PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Ditulis oleh zulharman di/pada Juli 15, 2007
Perubahan paradigma pendidikan kedokteran dari pembelajaran yang berpusat pada teacher (Teacher centre learning) ke arah pembelajaran yang berpusat pada pelajar (student centre learning) dapat dilihat dari banyaknya Fakultas kedokteran di dunia maupun di Indonesia yang menerapkan PBL. Penerapan PBL ini ada yang mengaplikasikannya dalam kontek kurikulum sehingga disebut kurikulum PBL. PBL juga ada yang menerapkan sebagai sebuah metode pendidikan.
Problem Based Learning adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini mahasiswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan PBL.
Penerapan PBL di pendidikan kedokteran pertama kali di Mc Master University Canada pada dekade 1960 akhir. PBL berkembang dengan pesat hingga sampai juga di Indonesia.
Diskusi kelompok kecil dalam PBL dapat menggunakan metode seven jumps yang terdiri :
1. Identifikasi dan klarifikasi kata-kata sulit yang ada di dalam skenario. (sekretaris mencatat kata-kata yang masih belum dimengerti setelah didiskusikan)
2. Penentuan masalah. Setiap anggota memiliki bermacam perspektif masalah, akan tetapi harus dicari masalah yang disepakati bersama. (sekretaris mencatat daftar masalah yang telah disetujui).
3. Brainstorming. Anggota kelompok mendiskusikan dan menjelaskan masalah tersebut berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki (prior knowledge). Identifikasi area pengetahuan yang kurang. (sekretaris menulis yang didiskusikan).
4. Berdasarkan langkah 2 dan 3 maka disusun penjelasan masalah dalam bentuk penjelasan sementara (tentative solution). (sekretaris mencatat penjelasan masalah sementara yang telah didiskusikan).
5. Penentuan Tujuan pembelajaran yang akan diraih. (Tutor mengarahkan agar tujuan pembelajaran fokus, dapat dicapai, komprehensip dan sesuai dengan yang diharapkan.)
6. Belajar mandiri. Mahasiswa belajar mandiri untuk mencari informasi yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran.
7. Setiap anggota kelompok menjelaskan hasil belajar mandiri mereka dan saling berdiskusi. (Tutor menilai jalannya proses ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan).
dr.Zulharman, M.Med.Ed ;
Staf Pengajar FK Unri, Email : FK.UNRI@Gmail.com YM ID : arman79id


Sularso Budilaksono berkata
Salam kenal saya Sularso Budilaksono dosen bidang komputer di Univ Persada Indonesia YAI. Saat ini saya sedang melakukan penelitian disertasi tentang Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak. Saya sudah uji coba dua semester model PBL tersebut di 2 PTS berbesa salam satu semester penuh dan setiap akhir semester saya buat revisi terhadap model tersebut. Karena yang lihat di banyak fak Kedokteran sudah mengembangkan PBL apakah kita dapat bertukar pikiran tentang model PBL agar suatu saat model PBL dapat dipergunakan secara luas/banyak prodi di Indonesia.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Bagaiman model PBL yang sdh dikembangkan oleh kedokteran UGM hingga ke blok-bloknya
2. Apakah titik tolaknya juga berangkat dari kompetensi?
3. Bagaimana dengan konsep penilaiannya? apakah mengcover penilaian kuantitatif dan kualitatif?
4. Berapa kali mahasiswa berdiskusi dalam satu semester?
5. Instrumen pembelajaran apa yang digunakan?
Sebagai info PBL yg saya kembangkan untuk satu mata kuliah dulu yaitu Rekayasa Perangkat LUnak terdiri atas instrumen lesson plan, model penilaian kuantitatif dan kualitatif, peer dan self assessment, jurnal belajar mandiri, jurnal praktikum dan buku log investigasi. Urutan kegiatan tiap minggu dalam satu tema adalah pretest, tatap muka, problem/diskusi 1, diskusi2, diskusi pleno dan post test. dan kemudian berganti ke tema lain.
Jika anda ada waktu dan kita dapat bertukar pikiran mohon anda dapat reply ke email saya. Mudah-mudahan adopsi PBL dari kedokteran ke bidang komputer dapar berjalan mulus. Terima kasih ats bantuan Bapak.
tks
sularso budilaksonno
dosen upi yai jakarta
Elyas berkata
selamat siang dokter zulrahman, sebelumnya makasih sudah masukin link saya di tempat dokter. saya sangat tertarik dengan pengembangan sistem pbl dalam fakultas kedokteran hanya saja saat ini masih newbie jadinya ilmunya pas-pasan hehehe
di fakultas kami baru menerapkan sistem pbl tahun 2006, sudah berjalan 2 semester dari hasil survei ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pbl khususnya di fak. swasta ditempat saya terutama masalah sdm.
terkadang yang menjadi pertanyaan saya adalah syarta utama seorang untuk menjadi instruktur itu apa ? apakah seorang dokter umum yang baru lulus atau baru ptt layak menjadi instrukur ???
banyak kendala yang dihadapi dalam penerapan pbl salah satunya tidak ada kesamaan konsep dalam penanganan kasus yang diberikan dan itu akan membuat mahasiswa sendiri jadi bertanya-tanya dan harus ngikuti yang mana…
dokter zul jika tidak keberatan bisa saya dibantu mengenai mengenai sistem pbl di ugm atau materi/jurnal mengenai PBL, saya mencoba mempelajari mengenai USMLE tp masih kerepotan. lupa disini kami menggunakan konsep pbl yang diadopsi dari unpad
terimakasih
zulharman berkata
@ Sularso Budilaksono
Salam kenal juga Pak Sularso Budilaksono.
Saya senang sekali dengan keinginan bapak untuk nantinya PBL dapat diterapkan di banyak prodi.
1. UGM telah menerapkan Full PBL sejak tahun 2002. Full PBL ini maksudnya menggunakan PBL dalam semua blok-blok. Kalau dilihat di luar negeri Full PBL ini dapat diartikan sebagai sebuah kurikulum PBL, di mana PBL merupakan sebuah be3ntuk kurikulum. Sedangkan di INdonesia PBL ini dikembangkan sebagai suatu strategi atau metode pembelajaran. Menurut saya hal ini karena nama kurikulum kita sudah ditetapkan dengan Kurikulum berbasis kompetensi sehingga PBL diletakkan sebagai sebuah strategi pembelajaran. Sedangkan FK lain ada yang menerapkan hybrid PBL di mana masih ada kombinasi antara metode konvensional dengan metode PBL.
2. Titik tolak pengembangan PBL ini berdasarkan kompetensi, di mana dari kompetensi dokter dijabarkan mengenai pengetahuan , skill, daftar masalah penyakit yang harus dikuasai oleh seorang dokter. Dari daftar ini maka disusunlah skenario masalah yang dapat mencapai kompetensi yang ditentukan. PBL ini tidak mengakomodasi seluruh kompetensi dokter, masih ada metode lain seperti latihan ketrampilan klinik untuk meraih kompetensi tersebut.
3. Maaf saya belum jelas apa yang dimaksud dengan penilaian kualitatif dan kuantitatif di sini. Mungkin bisa dijelaskan. Yang jelas kita menggunakan penilaian selama proses diskusi dalam bentuk format yang diisi oleh fasilitator.
4.Mahasiswa berdiskusi dalam satu minggu sebanyak dua kali. Pertemuan diskusi pertama ditujukan untuk mengali prior knowledge, mengali tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui membuat pertanyaan mengenai permasalahan yang ada diskenario (lihat artikel mengenai perancangan pembelajaran yang konstruktif dan reflektif). Pertemuan kedua digunakan untuk menjawab pertanyaan yang telah didapat dari pertemuan pertama. Biasanya pertemuan pertama dan kedua dijarakkan satu hari atau dua hari untuk lebih memberikan kesempatan mahasiswa belajar mandiri dalam mencari jawaban pertanyaan. Tetapi di beberapa FK ada yang menerapkan sampai tiga kali pertemuan dalam seminggu.
5.Instrumennya hampir mirip dengan yang bapak telah terapkan. Yang digunakan misalnya Buku modul Blok yang berisi skenario. Yang harus diingat didalam konsep PBL tatap muka diletakkan pada sese terakhir setelah diskusi, kecuali tatap muka untuk overview blok. Hal ini agar prior knowledge mahasiswa tidak terpengaruh oleh kuliah tatap muka sebelum mereka diskusi. Diskusi pleno ini ada yang menerapkan ada juga yang tidak tetapi diganti dengan kuliah konfirmasi atau pakar.
Sekian dulu tanggapan dari saya, semoga bermanfaat.
@ Elyas
Selamat siang juga Pak Elyas.
Dalam PBL (diskusi) syarat seorang fasilitator/tutor (istilah instruktur kami pakai untuk skill lab) memang belum ada referensi yang jelas menetapkan. Akan tetapi referensi yang saya baca hendaknya tutor ini menguasai materi diskusi tutorial tersebut (red.seorang dokter umum atau spesialis). Seorang dokter umum yang baru lulus boleh saja menjadi tutor. Agar terjadi kesamaan persepsi maka diperlukan pelatihan tutor (TOT) secara berkala dan juga dapat diadakan briefing tutor sebelum memasuki satu blok.
PBL ini menganut learning theory Constructivisme yang mana kelemahan dari learning theory ini adanya perbedaan persepsi dalam memandang sebuah masalah. Berbeda dengan sistem konvensional yang menganut learning theory Behavioralisme yang memandang mutlak sama terhadap suatu masalah. Untuk menghindari kelemahan ini maka dalam PBL telah ditetapkan tujuan belajar yang harus dicapai mahasiswa dan batasannya (dapat dijabarkan dalam buku pegangan tutor). Pelaksanaan kuliah pakar dan diskusi pleno dapat dilakukan untuk menyamakan persepsi.
Untuk referensi pengembangan PBL dapat dilihat di jurnal medical education atau searching di google banyak sekali artikel dan jurnal mengenai pbl. Oh ya, kalau boleh tahu Pak Elyas dari FK mana? Nanti kalau saya ada waktu saya akan buat link referensi PBL. Sekian dulu terimakasih.
Elyas berkata
wah makasih dok, atas jawabannya.
saat ini saya membantu kegiatan PBL di FK UPN jakarta terutama mengenai masalah E-Library. kami baru menerapkan pbl 1 tahun.
oh iya dok, karena saya masih muda jangan dipanggil pak kedengarannya kurang srek, jika tidak keberatan panggil “dek” aja soalnya khan saya junior dokter walo beda lulusan
saya sedang mencoba membuat daftar referensi buku-buku kedokteran walau jujur bersifat bajakan, saat ini koleksi cukup banyak jika dokter memerlukan sebagian saya posting di http://bukukedokteran.blogspot.com
semoga dapat membantu
zulharman berkata
Oke deh saya panggil aja dr.Elyas ya.
Saya tertarik sekali dengan E-library yang dikembangkan di UPN. Saya juga memiliki ide untuk kemungkinan penggunaan share E-library antara FK-FK yang ada di Indonesia.
Terima kasih atas informasi linknya, sangat bermamfaat.
klikharry berkata
salam kenal dari klikharry.
di UNSRI udah ngelaksanain PBL
mustika berkata
Ilmu kedokteran saat ini harus diperkaya dengan wacana-wacana masa kini. Menurut saya paradigma lama pendidikan harus dimusnahkan. Mengacu ke technology baru lebih mengena. PBL cukup inovatif
http://www.newmeditec.blogspot.com
zulharman berkata
@ klikharry
Salam kenal juga. Selamat ber-PBL ya.
@Mustika
Terimakasih atas pendapatnya. Memang pendidikan itu harus selalu dikembangkan dan disesuaikan dgn zaman.
akbar zulhadiansyah berkata
Ass…. dokter,, saya ingin menanyakan tentang kelebihan dan kelemahan metode PBL dalam ilmu kedokteran..
zulharman berkata
Wa’allaikum Salam Mas Akbar
Ini ada link yang menjelaskan tentang PBL dan kelebihan serta kelemahannya, semoga membantu
http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328
Muhammad Faris berkata
PBL terlalu keren untuk anak Indonesia
zulharman berkata
@ M. Faris
Di luar negeri PBL telah berumur hampir 40 tahun, kalau di Indonesia ya baru beberapa tahun ini.
lita berkata
PBl ntu bingungiiiin banget!!!! tapi awalnya aja. yang paling seru di PBL ya TUTORIAL duwnk… asik coz kita bisa sama temen-temen memecahkan permasalahan bareng. tapi bantu aq duwnk buat nyari artikel about PBL????
ariz berkata
iya..tuorial d PBL seruu
Akbar Zulhadiansyah berkata
Ass.. dokter, ni saya akbar mau nanya lagi tentang kesalahpahaman dalam pelaksanaan PBL.
makasi dokter……..,,
Adianshar berkata
Ass… dokter, saya ingin menanyakan tentang pengertian pertanyaan open ended dan close ended dalam melakukan anamnesis kepada pasien..
thank’s ya dokter !!!
angel berkata
ass..dokter.saya ingin bertanya tentang pengaruh PBL dalam membentuk dokter yang berkompeten
zulharman berkata
Wa’alaikum salam
@ Lita
Yah PBL itu seru dan ada plesetan dari PBL yaitu Pleasure based learning, sebenarnya informasi PBL banyak di internet , coba cari di BMJ
@ Ariz
Setuju mas
zen berkata
Ass,dok..aku mau tanya nih.Apa hubungan antara PBL dalam pembentukan dokter yang berkompeten?aku ingin tahu apa PBL itu bener2 berpengaruh dan membentuk mahasiswa menjadi dokter yang nantinya bisa bener2 profesional dalam menangani pasien..
zulharman berkata
@ Zen
Wa’allaikum salam
PBL yang diterapkan di Indonesia merupakan suatu strategi pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang ditentukan.
Dalam PBL akan ditemui banyak pengembangan skil yang berguna untuk karir/ pekerjaan seperti critical thingking skill, self directed learning skill, clinical reasoning skill, problem solving skill, literacy skill dll.
PBL dimulai dengan belajar berdasarkan masalah nyata yang ada di pekerjaan dokter nantinya. Nah bila mahasiswa sudah dibiasakan dengan masalah nyata mengenai pekerjaan yang ada di konteks kerjanya seawal mungkin maka mereka akan merasakan bahwa mereka belajar sudah seperti dokter sebenarnya.
Pengaruh PBL ini terhadap pembentukkan dokter yang berkompeten secara metode penelitian sangat susah diteliti karena banyak variabel penganggu dan butuh penelitian yang lama. Akan tetapi secara konstruk dan proses berpikir PBL akan mempengaruhi pembentukkan dokter yang berkompeten.
Mungkin sekian dahulu, kalau ada komen silahkan.
Wassalam
zulharman
AFRIZAL EFFENDI R berkata
Ass dok! apa sih perbedaan dan kekurangan pbl itu?
AFRIZAL EFFENDI R berkata
Ass dok! apa sih kelebihan dan kekurangan pbl itu?
zulharman berkata
Wa’allaikum Salam Mas Afrizal
Ini ada link yang menjelaskan tentang PBL dan kelebihan serta kelemahannya, semoga membantu
http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328
zen berkata
Ass,dok..Ni zen lagi. Aku mau tanya lagi ni,dok. Apa perbedaan dari deep learning, adult learning, dan self directed learning. Apakah adult learning dan self directed learning bisa membantu untuk pencapaian deep learning. Klo iya, bagaimana penjelasannya. Aku bingung banget ni. Soalnya perbedaan antara ketiganya cuma tipis banget. O ya..Sebelumnya ma kasih banget ya ,dok. Kmaren dah jawab pertanyaanku. Skarang malah tanya lagi..Ma kasih..
zulharman berkata
@ zen
Wss.
deep learning merupakan bagian dari tipe learning approach (surface, strategic, dan strategic learning). Deep learning ini berarti seseorang akan belajar mendalam dalam suatu topik pembelajaran.
Adult learning adalah sebuah konsep belajar orang dewasa. Dalam adult learning ada beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya orang dewasa belajar karena yang dipelajarinya itu dibutuhkan untuk pekerjaannya, orang dewasa belajar dengan menghubungkan pengalaman belajarnya terdahulu (untuk lengkapnya searching dgn key : KNOWLS ADULT LEARNING)
Self directed learning adalah sebuah proses dimana seorang mengambil inisiatif dan bertanggung jawab untuk merancang kebutuhan, tujuan ,rencana sampai evaluasi pembelajarannya sendiri/ belajar mandiri).
Self directed learning merupakan sebuah proses belajar yang berakar pada konsep adult learning. Contohnya PBL dgn diskusi tutorialnya. Mahasiswa akan belajar secara mandiri untuk memecahkan masalah bersama teman dan sendiri. PBL akan mengarahkan seseorang untuk belajar deep agar dapat memecahkan masalah yang ada.
sekian
zulharman
zen berkata
waah..ma kasih ya dok atas jawabannya. saat ini saya sedang kuliah di UMY.dan di blok pertama saya terdapat banyak diskusi-diskusi tentang sistem pendidikan PBL. dan jawaban-jawaban dokter sangat membantu saya sekali. Terutama dalam pembuatan proposal kelompok kami.Skali lagi ma kasih ya dok..
zulharman berkata
@ Zen
Oke, semoga sukses belajarnya.
denco berkata
dok situs yang membahas PBL secra lengkap tapi dalam bahasa indonesia, saya butuh banget dok, terima kasih
zulharman berkata
@ denco
Setahu saya belum ada situs dlm bahasa Indonesia yang membahas PBL secara lengkap. Mungkin karena PBL masih baru di Indonesia dan itupun setahu saya fakultas kedokteran yang baru sunguh-sunguh menerapkannya
A Eka Putra berkata
Salam kenal dok,
Terima kasih atas tulisan dokter tentang PBL yang menurut saya sangat baik. Terus terang, menurut saya pembelajaran dengan strategi PBL sangat menarik. Penelitian saya pada siswa SMU tentang perubahan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi dengan metoda konvensional dan PBL memperlihatkan signifikansi yang lebih baik dengan strategi PBL.
Namun, dewasa ini saya melihat terdapat masalah yang sangat mengganjal dalam strategi PBL yang telah diterapkan oleh banyak FK di Indonesia, antara lain :
1. Kuliah pengantar (pakar) sering kali terlalu berlebihan, si dosen tidak menyadari bahwa dia hanya menyampaikan pokok permasalahan (bukan keseluruhan sebagaimana pada konvensional)
2. Tutorial seringkali kurang menggigit, yang berkaitan dengan tingkat pemahaman tutor yang rendah tentang materi/problem, pemahaman tutor yang rendah tentang PBL itu sendiri, serta masih banyaknya mahasiswa yang ‘pleasure’ dengan strategi PBL, idealnya waktu yang dihabiskan mahasiswa lebih banyak untuk ‘mencari’ dibandingkan dengan konvensional, jika hanya mengandalkan kuliah pakar, tentunya retention knowledge juga akan sedikit dibanding cari sendiri.
3. Semakin lama, semakin blok ke atas, atensi mahasiswa akan tutorial akan semakin menurun, saya mensinyalir adanya kejenuhan
4. Clinicial Reasoning mahasiswa saya lihat juga tidak begitu bagus dibanding konvensional, saya berpendapat salah satu tugas pakar yang pokok adalah menjelaskan tentang Clinical Reasoning ini, bukan recall memory, sebagaimana dilakukan selama ini
5.Mutu dan kualitas skenario, sering kali rendah, sehingga proses eksplorasi oleh mahasiswa menjadi sulit
Maaf, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, nanti saya lanjutkan lagi dok. terimokasih.
wassalam
zulharman berkata
@ A Eka Putra
Salam kenal juga Mas Eka Putra
Terimakasih atas pendapatnya.
Ya memeng masalah yang Mas sampaikan di atas memang yang sering terjadi dalam penerapan PBL.
Untuk mengatasinya maka diperlukan suatu program pengembangan staf (staff development).
Misalnya :
- Workshop atau pelatihan efective tutor
- Workshop atau pelatihan uinteractive lecture
- Workshop dosen pakar
Nah setelah workshop ini dilakukan hendaknya diikuti dengan follow up atau evaluasi sehingga bila masih ada kelemahan dapat dilakukan tindakan lagi. Proses ini harus continous. Misalnya ada pelatihan yang diadakan tiap semester atau tiap blok. Nah seri pelatihan ini BPK FK UGM telah memiliki program pelatihan nasional yang mencakup materi di atas.
Sekian dulu.
zulharman
A Eka Putra berkata
Pagi dok,
pada kesempatan ini saya ingin sampaikan sedikit informasi terkait dengan pengembangan strategi PBL di FK , walaupun UGM pada dasarnya sudah mulai mengembangkankannya sebelum DIKTI dengan HWS Project-nya (Baca : AIPKI, baru red).
1. Pada awalnya, berdasarkan survei, lulusan dokter merasa bahwa pembelajaran yang mereka dapatkan di perguruan tinggi terlalu banyak dan tidak relevan atau kurang relevan dengan masalah yang ditemukan di lapangan disamping itu
2. Para dokter ini merasa skills yang mereka miliki, khususnya clinical skills belum memadai untuk digunakan dilapangan
3. Adanya kompetensi untuk perguruan tinggi
Hal ini mendorong penggunaan strategi PBL, dibidang kedokteran, masalah ini didukung dengan keluarnya UU Praktek Kedokteran, dengan adanya KKI, yang pada akhirnya keluarlah produk baru, yaitu :
1. KBK oleh Dikti
2. Core Competency Dokter Indonesia oleh KKI
3. Strategi PBL di fakultas kedokteran
dalam implementasinya, FK mulai ‘PBL Royo royo’ dengan segala stributnya.
Bagaimana dengan labskills..?.
Ini masalahnya…..kebanyakan labskills masih acak dan tidak teratur dengan bentuk serta versi yang berbeda-beda.
maaf jika ada kesalahan,
trim’s dok atas kesempatannya
NB. Boleh saya tahu e-mail dok, karena ada beberapa penawaran yang ingin saya sampaikan.
zen berkata
Ass,dok..Ni zen.Lama ga tanya2 lagi ni ma dokter.Kemaren habis liburan langsung ujian.Lumayan pusing juga nih,dok..Ni dah mulai kuliah lagi..Dok, aku pengen diskusi & tanya2 ma dokter tentang hukum & etika kedokteran. Dokter buka forum tentang tu ga ya?Ma kasih sebelumnya..
soepardi soedibyo berkata
Waktu pertama kali FKUI melaksanakan PBL (1990-1991), apa yang terjadi: masih banyak staf yang masih belajar menjadi fasilitator (karena memang baru saja dapat penataran 1 x), sehingga liku-liku menjadi fasilitator belum menguasai benar. Disamping itu apa yang terjadi kemudian adalah mahasiswa menyusun hasil PBL nya dan kemudian di jilid sehingga mahasiswa yang berikutnya sudah siap dengan kumpulan tersebut. Masalah yang ada adalah sarana dan prasarana belum mendukung misalnya perpustakaan tidak lengkap dan penuh, ruangan sangat kurang, kemudian fotokopi mahal buat mahasiswa, staf pengajar “kurang”. Tetapi saat ini keadaan sedikit berubah karena tersedia internet, sedang yanglain2 kurang lebih sama. Yang menonjol jumlah mahasiswa jauh lebih banyak. Itulah gambarannya.
zulharman berkata
@ soepardi soedibyo
Salam kenal
Saya setuju dengan Pak Soepardi
Ya reformasi di dunia pendidikan kedokteran melewati proses dan semoga terus berlanjut ke arah yang lebih baik. Namun PBL bukan sebuah Panacea untuk menghasilkan lulusan kedokteran yang bermutu, masih banyak faktor pendukung lainnya yang juga perlu diperhatikan.
Adi berkata
Ass… Dok
salam kenal,
Saya seorang pengajar matematika, saya ingin menerapkan PBL. namun masih bingung PBL itu sebuah model, pendekatan atau strategi pembelajaran?
PBL itu dikembangkan di dunia pendidikan kesehatan (kedokteran) kira-kira bagaimana peluang untuk diterapkan di bidang ilmu yang lain (matematika misalnya)?
terimakasih atas jawbnnya.
zulharman berkata
@ Adi
Wss..
PBL dapat sebagai metode atau strategi pembelajaran. Prinsipnya , proses pembelajaran tersebut di awali dari sebuah masalah yang didapat dari masalah nyata sehari-hari yang akan dihadapi oleh lulusan tsb di dunia kerja. Misalnya untuk matematika, disini saya mengasumsikan seorang mahasiswa yang mengambil jurusan matematika dimana bila ia lulus akan mengajar matematika di SMA.
Nah maka didesainlah sebuah modul pembelajaran yang berisi skenario masalah , misalnya bagaimana mengajarkan trigonometri pada pelajar SMA. Nah dari masalah ini maka mahasiswa secara berkelompok (10 orang) berdiskusi sesuai dengan step artikel di atas di fasilitasi oleh seorang tutor.
Diharapkan dari proses ini mahasiswa akan memiliki kompetensi bagaimana cara mengajarkan trigonometri di SMA.
m.sodik berkata
Ass.ma kasih ya dok, artikelnya buat tugas ane ga papa ya?
Adi berkata
Dok, terimakasih atas jawabannya. mohon maaf kalau saya tanya lagi karena saya sedang membuat proposal tesis tentang metode PBL ini. Dok, tutor yang dokter maksudkan apakah dapat dosen sendiri atau orang lain (kakak tingkat mahasiswa misalnya)?kalau boleh saya minta langkah-langkah konkrit pelaksanaan PBL di dalam kelas sesuai dengan contoh yang dokter berikan. (mohon maaf permintaannya terlalu banyak nih, semoga gak ngrepotin dokter)
zulharman berkata
@ M.Sodik
Silahkan Mas
@ Adi
Tutor disini bertindak sebagai fasilitator. Sangat disarankan tutor adalah seorang yg ahli dibidang yang ia tutori dalam hal ini sangat disarankan dari dosen. Untuk penggunaan kakak tingkat boleh saja tapi perlu dipertanyakan ke expertisannya dibidang yang ditutorialnya.
Langkah konkritnya :
1. Pembuatan skenario/masalah yang dituangkan dalam bentuk buku modul
2.Pembentukkan kelompok diskusi
3. Tutor
4. Jadwal tutorial biasanya 2 jam sekali session. Dalam satu minggu ada 2 session. session pertama langkah 1-5, session ke 2 langkah ke 7. (lihat langkah di artikel di atas, untuklangkah 6 belajar mandiri).
lihat juga artikel saya berjudul belajar yang konstruktif dan reflektif).
trulli arviansyah berkata
Assalamu’aikum Wr. Wb.
saya mahasiswa di STKIP PGRI Blitar jurusan Matematika. untuk skripsi semester depan saya ingin mengangkat judul skripsi saya dengan menggunakan metode PBL.
Langkah – langkah apa saja yang harus saya lakukan? saat ini saya sama sekali belum dapat pegangan untuk menyusun kisi – kisi tentang skripsi tersebut. mohon bimbingan untuk menyusun skripsi dan masalah tentang PBL.
terima kasih atas bantuan yang diberikan demi kemajuan pendidikan selanjutnya.
dalam hal ini saya sama sekali tidak bisa berbahasa inggris, sehingga link yang diberikan Bapak Zulharman dalam bahasa tersebut sama sekali tidak bisa saya terima.
mohon maklum atas kekurangan saya.
Zulharman said,
Penerapan PBL membutuhkan sumber daya,pengetahuan dan dana yang besar. Penerapan metode belajar yang diberi kasus dan lalu didiskusikan kadangkala dikatakan PBL. Hal ini salah. Oleh karena itu apabila Trully mau menggunakan untuk judul skripsi mungkin Anda coba menganalisa dari segi feasibilitas(kemungkinan penerapannya). Terus terang untuk mengevaluasi PBL ini banyak kendalanya. Apabila Trully ingin buku tentang PBL dalam bahasa INdonesia, nanti saya tanyakan dahulu ke FK UGM bagaimana cara Anda untuk memperoleh buku ini. Tetap semangat ya nyusun skripsinya , mungkin temanya bisa dipersempit bila memang mau menerapkan PBL ini.
trulli arviansyah berkata
terima kasih sarannya
akan saya tunggu terus bantuan dari senior
mudah2 skripsi yg akan saya susun tidak salah paham dengan apa yg diharapkan dunia pendidikan untuk masa sekarang
akan sayan tunggu terus perkembangannya senior
mei berkata
saya mahasiswi kedoktera di salah satu universitas. saya inin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai PBL sebagai berikut :
1. bagaimana sistem penilaian PBL ?
2. apa perbedaan antara PBL dan Problem Solving ?
itu saja yang ingin saya ketahui. mohon dijawab denan sejelas-jelasnya. atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.
kevin berkata
saya adalah seorang mahasiswa kedokteran di Universitas Tanjungpura. terima kasih banyak kepada dokter karena telah membuka forum ini yang membahas tentang PBL…
adanya forum ini pleno saya dalam modul PBL tadi pagi jadi agak memuaskan. tidak bisa saya bayangkan apabla tidak adanya pengetahuan saya dikarenakan forum ini…
lalu saya ingin minta tolong kepada dokter untuk memberikan source tentang fasilitator (dalam bahasa inggris juga tidak apa2)?????
karena pleno kedua saya diberikan pemicu tentang fasilitator.
oh…iya sebelumnya saya memperkenalkan diri saya..nama saya kevin mahasiswa semester 1 dan akan memasuki semester kedua
zulharman berkata
@ Mei
1. Sistem Penilaian PBL tergantung pada institusi masing-masing FK, sehingga saya sarankan Mei menanyakan langsung ke fakultasnya masing-masing.
2. PBL adalah suatu metode pembelajaran. Dengan menerapkan metode PBL maka akan mendukung kemampuan problem solving mahasiswa lewat skenario masalah yang harus dipecahkan oleh mahasiswa.
@ Kevin
Terimakasih
http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328
ada membahas tentang fasilitator.
http://www.mcli.dist.maricopa.edu/pbl/ubuytutor/ubuyacar_tutor.pdf
mungkin bisa juga searching di google gunakan keyword : tutor+ problem based learning.
Samuel P Ritiauw berkata
PBL, sangat baik ketika diterapkan pada Program Kedokteran.
PBL, akan membuat calan dokter tidak cepat dalam pengambilan keputusan. PBL, akan melatih mahasiswa kedoteran untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan tepat.
zulharman berkata
@ mei
1. sistem penilaian pbl tergantung pada institusi pendidikan masing-masing.
2. PBL merupakan sebuat metode pembelajaran, dimana didalam PBL akan melatih kemampuan problem solving melalui analisa dan pemecahan masalah yang ada di skenario yang diberikan.
@Kevin
Terimakasih. untuk mencari sumbernya coba pakai GOOGLE dan lalu masukkan kata kunci tutor+problem based learning
@ Samuel
Terimakasih.
PBL dapat melatih self directed learning skill, critical thingking, clinical reasoning, decision making and so on…
dony berkata
dok kira2 kalao PBL diterapin untuk pengajaran bahasa arab mungkin tidak?
saya minta langkah2 mengajarnya donk dok, soalnya saya mau penelitian tentang PBL untuk bahsa arab. thanks ya dok, s;laam kenal
dony berkata
oya dok, sebenarnya PBL sudah bisa dikatakan sebagai metode atau masih sebatas aproach ja?
zulharman berkata
@ dony
PBL dapat diterapkan dalam bidang pendidikan apapun.
Konsep utamanya mahasiswa belajar dengan titik tolaknya berdasarkan problem atau masalah, dan dari sini mahasiswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut berdasarkan prior knowledge/pengetahuan awalyang dia miliki.
Dalam metode pembelajaran ini dilakukan secara diskusi kelompok kecil.
Rancangannnya ;
1.Identifikasi kompetensi & Learning outcome yang ingin dicapai
2. Dari kompetensi tersebut dicari masalah/problem sebagai pemicu. Buat dalam bentuk skenario, dapat berbentuk teks, video clip.
3. Kelompok diskusi mahasiswa kira-kira 7-10 orang.
4. Dosen sebagai fasilitator bukan mengkuliahi.
5. Untuk proses diskusi gunakan seven jumps matrichs.
pbl DAPAT SEBAGAI METODE, APPROACH, STRATEGI BAHKAN KURIKULUM. Tergantung mau dipakai di kontek apa
referensi LANJUT
http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328
sekian, thanks atas kunjungannya.
Hidup sudah banyak masalah, kok nambah masalah, makanya belajar berdasarkan masalah…. « INOVATION OF MEDICAL EDUCATION berkata
[...] Bercermin dari banyaknya masalah tersebut dapat lagi deh alasan pentingnya belajar berdasarkan masalah selain yang telah pernah saya tulis di sini. Nah sesuai masalah di atas maka perlu kemampuan untuk memecahkan masalah bagi seorang manusia untuk bertahan hidup. Nah belajar berdasarkan masalah ini mungkin akan mengajarkan kita untuk mengasah kemampuan memecahkan masalah. Kalo PBL nya Matsrich mengajarkannya lewat seven jumps. (baca artikel berikut). [...]
riera berkata
saya cuma mau tanya,,,apa perbedaan mendasar antara PBL sama PSL (problem solving learning), saya butuh informasinya…karena saya sedang skripsi mengenai masalah tersebut. Di penelitian, saya memakai PSL sebagai approach dalam pembelajaran biologi berbasis bilingual untuk materi sel (kelas 11 (2 sma)). Menurut dokter cocok gak materi sel memakai approach PSL????(maaf kalo rada keluar dari jalur…)
zulharman berkata
@riera
PSl dengan PBL perbedaannya terletak pada prior knowledge. Pada PSL diasumsikan bahwa prior knowledge yang dimiliki telah cukup untuk menyelesaikan masalah. Namun untuk PBL prior knowledge masih belum cukup, hal ini bisa dilihat dari langkah 7 jump dalam PBL yang mengali terus prior knowledge sehingga sampai teridentifikasi knowledge yang belum ada untuk menyelesaikan masalah. Namun antara PBL dan PSL saling terikat.
riera berkata
Maaf, kalau tdk keberatan…dokter punya rekomendasi rujukan atau referensi seputar PSL tdk? especially textbook khusus PSL? Mohon dibantu ya dok,,,coz saya belum menemukan textbook yg khusus PSL itu. Terima kasih
zulharman berkata
@riera
Kalau untuk text book yang khusus membahas PSL saya belum ketemu, tapi referensi yang membahas tentang PSL dapat dibaca di buku psikologi kognitif, psikologi pendidikan yang dijual di gramedia. Dalam buku tersebut terutama psikologi kognitif dibahas tentang PSL dan bagaimana meningkatkan problem skill. Mudah-mudahan membantu. Trims
Santy Sanusi berkata
Dok, saya dosen Akper ‘Aisyiyah Bandung, saya sudah mencoba menerapkan metode PBL pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah tapi dimodifikasi dengan penglolaan kelas oleh Event Organizer. Berhubung materi yang disampaikan pada program D III Keperawatan terlalu banyak sementara waktu terbatas jadi saya modifikasi dengan cara kelas dibagi 4 kelompok yaitu; 1. Penyaji, 2. Pembanding, 3. Event Organizer dan 4. Audience. Masing2 peran disediakan instrumen penilaian berdasarkan kompetensi yang diharapkan oleh masing-masing peran. Setiap dosen mengampu 4 sistem pembahasan 7 kali pertemuan agar masing-masing kelompok kebagian masing-masing peran. Langkah ke-1 : Penjelasan modul, pembagian kelompok, penjelasan tata cara pembelajaran
Langkah ke-2 :
Jam ke-1 ; Pembagian kasus & kelompok membuat pertanyaan-pertanyaan dari kasus
Jam ke-2 ; Fasilitator membimbing cara mencari jawaban agar sistematis
Langkah ke-3 : Belajar mandiri
Langkah ke-4 :
* Presentasi kasus (masing-masing kelompok bergiliran melakukan peran sesuai skenario)
* Selama diskusi berlangsung, fasilitator mengisi instrumen penilaian untuk masing-masing peran dan hanya mengarahkan diskusi. Di akhir diskusi, fasilitator meminta masing-masing peran kelompok dilakukan feedback oleh masing-masing kelompok yang lain
* Pertanyaan-pertanyaan dari pembanding, audience dan EO mengenai masalah kasus dipecahkan bersama terutama oleh penyaji.
* Kelas diatur oleh EO dari mulai persiapan gedung, alat elektronik, pengoperasian alat-alat, moderator, acara selingan (tampilan seni dan permainan) bahkan sampai coffee break kecil-kecilan.
* Di akhir diskusi, moderator membuat kesimpulan dibantu oleh yang lain
Langkah ke-5 : Evaluasi tulis setiap setelah penyajian 2 kasus
zulharman berkata
@Santy Sanusi
Terimakasih atas berbagi pengalamannya mengenai PBL.
Langkah-langkah PBL tidak hanya 7 langkah dari Mactrich, tetapi ada 5 langkah dari Harvard, 12 langkah dari Brenda.
Sehingga kita boleh memodifikasi langkah ini. Namun konsep PBL yaitu menggunakan skenario/kasus masalah sebagai titik awal pembelajaran harus ada, dan penggunaan prior knowledge harus jelas. dosen sebagai fasilitator. PBL dapat dilakukan di kelas besar atau dalam kelompok kecil. Disarankan menggunakan kelompok kecil lebih baik.
M. Al' Amin berkata
Bagus artikelnya,trims
zulharman berkata
@M. Al’ Amin
Terimakasih atas kunjungannya Mas Al’ Amin
rina berkata
slm knal dok,,,
sy maba FK Unmul. PBL di Unmul baru masuk thn ke 2.
sy mau tanya, untuk pleno itu yg disampaikan adalah LO yg didpt pada DKK 2 ya?
trz, gmn caranya spy bisa menghemat waktu untuk bikin makalah dan presentasi, sementara tidak ada selang waktu antara pleno dan DKK 2 (hari ini DKK 2 besoknya pleno)?
makasih atas penjelasannya.
zulharman berkata
@Rina
Salam kenal balik
Tip untuk menghemat waktu , buat template makalah dan presentasi yang baku dan baik, kalo bisa ngerjainnya sama-sama semua, lalu template itu dipakai untuk membuat makalah dan presentasi seterusnya, jadi ngak repot buat baru, tgal isinya aja yag diperbarui
Nah yang diplenokan itu minimal LO yang telah ditetapkan oleh fakultas, biasanya pas DKK 1 telah diberitahu pas akhir diskusi, mgkin ngak perlu memplenokan LO yang tidak ada di LO fakultas, tapi kalo ada waktu ngak apa2 untuk memperkaya pengetahuan
ipunk berkata
ass, dok..
mau tanya dalam PBL kan ada istilah CPD (continuing professional education. itu apa ya dok??
makasih
zulharman berkata
Wss,
CPD (continuing professional education) kalo di Indonesiakan menjadi pendidikan profesional berkelanjutan, karena dokter merupakan sebuah profesi maka menjadi pendidikan kedokteran berkelanjutan.
Maksudnya seorang dokter setelah lulus dari FK mesti harus terus belajar dan belajar yang disebut dgn CPD ini. Bentuknya dapat memlalui seminar nasional, baca jurnal, ikut workshop.
Tujuannya agar kompetensi dokter ini terus terjaga seiring dengan perkembangan zaman.
JASMANSYAH berkata
BLOGNYA BAGUS. MINTA IJIND DI LINK YA?? MY BLOG: jasmansyah76@wordpress.com
salam kenal…………
JASMANSYAH berkata
eh salah www: jasmansyah76.wordpress.com
Anonim berkata
Assalamua’alaikum dok ^_^ , saya ingin brtny, apa yg seharusnya saya lakukan apabila teman” dlm kelompok diskusi tutorial tidak trlalu aktif mencari materi yg brhubgn dgn skenario? Krn saya mrasa informasi yg saya peroleh dr diskusi tsbt kurang. Trims dok sblmny
mutya berkata
assl,dok..
sy mw nNya,
bgaimana sistem penilaian dlm PBL.
dan utk fasilitator,target apa yang biasanya harus dicapai oleh seorang fasilitator,
trims
zulharman berkata
@ Mutya
Penilaian PBL dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu penilaian proses dan penilaian hasil belajar. Penilaian proses ada yang hanya sebagai formatif aja tetapi ada juga yang memasukkannnya ke dalam komponen penilaian sumatif (biasanya mendapat porsi kecil). Penilaian hasil belajar lebih sering digunakan untuk sumatif yang tergambar dalam soal-soal di ujian akhir blok/modul.
Namun ada beberapa FK yang saya lihat mengabungkan penilaian proses dan hasil belajar ini dalam format ujian tersendiri misalnya ujian dengan menggunakan triple jumps. Pemilihan tergantung keputusan FK masing-masing.Trims
ibnu berkata
maaf dok sya ibnu dari bandung salam kenal…saya sdang melakukan penyusunan KTI tentang PBL
saya mau menanyakan tentang buku-buku yang berhubungan tentang PBL untuk menjadi tinjauan pustaka…
makasih dok sebelumnya
zulharman berkata
@ibnu
Salam kenal kembali,
- Practical guide for medical teacher , editor Harden
- Basic medical education, zubair amin dan kho
Dua buku ini coba tanyakan ke MEU FK anda, seharusnya tersedia karena dapat bantuan dari HWS Dikti
Lebih sip lagi kalo bisa ke medical education jurnal, dalam jurnal ini banyak penelitian mengenai PBL. Untuk jurnal gratis cari di BMJ ada membahas tentang PBL.
Anonim berkata
permisi maaf mengganggu dok, saya eno dari Fk di bandung …saya sedang meeliti tentang media pembelajaran/sarana pada sistem KBK, seperti media pembelajaran/ sarana pada Tutorial, skills lab ,kuliah dan praktikum… Sayaa mau menanyakan buku2 yang berhubungan dengan penelitian saya ini untuk dijadikan referensi dok..terima kasih
zulharman berkata
@Eno
Referensi tentang media pembelajaran/sarana pada sistem KBK, seperti media pembelajaran/ sarana pada Tutorial, skills lab ,kuliah dan praktikum dapat Eno lihat di Standar Pendidikan Profesi Dokter download di sini http://inamc.or.id/download/Standar%20Pendidikan%20Profesi%20Dokter.pdf
Kemudian ditambah dengan
- Practical guide for medical teacher , editor Harden
- Basic medical education, zubair amin dan kho
Dua buku ini coba tanyakan ke MEU FK anda, seharusnya tersedia karena dapat bantuan dari HWS Dikti
semoga membantu
Anonim berkata
@eno
terima kasih dok.Kalo bleh tau 1 lagi dok mengenai media pembelajaran tentang praktikum yang lebih detail ada di mana yah dok? soalnya kalo praktikum ini di KBK kurang dibahas… Buku buku KBK cenderung membahas Tutorial dan skills Lab.sekali lagi saya ucapkan Terima kasih
zulharman berkata
@Eno
Memang dalam KBK ini sesi praktikum banyak berkurang. Namun sebenarnya banyak sesi praktikum yang telah di integrasikan sehingga menjadi sesi skill labs. Contoh : reflek fisiologis kalo kurikulum dahulu maasuk ke praktikum fisiologi tapi sekarang masuk ke skill labs. Lalu sekarang ini banyak materi praktikum (biomedis) yang telah diintegrasikan dan fokus kepada kompetensi dokter. Misalnya kalo mau tahu tentang denyut jantung manusia maka sekarang ngak perlu lagi membelah jantung kodok (relevansi?) dan bisa membuang banyak waktu. sekarang ini praktikum seperti itu bisa digantikan dengan Computer assist learning, video dari youtube dll. Memang banyak dosen terutama biomedis yang memprotes berkurangnya jam praktikum ini. nah ini merupakan suatu rumusan masalah untuk penelitian, mgkn persepsi dosen dan mahasiswa tentang pelaksanaan praktikum ini dan hubungkan dengan standar kompetensi. Atau mau menguji materi praktikum terdahulu seperti lihat jantung kodok atau memutuskan syaraf kaki kodok dapat digantikan dengan melihat video atau CD interaktif/CAL. Atau coba apakah kurangnya sesi praktikum ini mengakibatkan lahir penelitian seperti ini http://www.neuroanatomy.org/2006/002_003.pdf
Trims
cika berkata
asw dokter….
dalam bidang ilmu yang lain seperti psikologi bagaimana penerapan PBL nya dok….
mohon sarannya
zulharman berkata
@Cika
PBL dapat diterapkan pada semua disiplin ilmu. Kalo mau nerapinnya di psikologi, tinggal mencari skenario masalah yang sesuai dengan kompetensi pekerjaan psikolog, nyar metodenya sama persis dengan yang di kedokteran. Soalnya PBL banyak di fasilitasi pengembangannya oleh ahli psikologi pendidikan.
wawan junaidi berkata
Minta artikelnya mas,,biasa lagi cari tentan PBL
wawan junaidi berkata
Minta artikelnya mas,,biasa lagi cari tentanG PBL
nana berkata
ass.
slm knal mas Zulharman.
ada beberapa yg maw saya tanya kan,,
1. bagaimana cara agar berhasil dalam pembelajaran d FK dengan menerapkan strategi SPICES dan ADULT LEARNING untuk mencapai longlife learning..
2. ADULT LEARNING
a. kelamahan dan kelebihan ?
b. ciri2 ?
c. manfaat ?
d. alasan menerapkan adult learning ?
e. bedanya pembelajaran anak anak dengan adult learning ?
3.CPD
a. Definisi ?
b. kelamahan dan kelebihan ?
c. ciri2 ?
d. manfaat ?
e. alasan menerapkan CPD?
tolang sklian sumber nya y^^
dimas prasetyo berkata
wah saya juga mendapat tugas menganalisis PBL dalam Small Group Disscussion d Unissula smarang
yang mau saya tanyakan juga sama dengan saudari nana d atas .
mhon bantuannya
ylius marta d berkata
ass:
saya mahasiswa di salah satu universitas negri di padang sumtra barat, sekarang lagi nyusun skripsi tentang pbl, saya mintak bantuan bapak, bagai mana cara melaksanakan metode pbl pada mata pelajaran praktek, langkah-langkahnya dengan sistimatatis, terimakasi sebelum nya, sermoga ilmu bapak bermanfaat bagi orang banyak
zulharman berkata
@ylius marta d
Mungkin diberitahu mata pelajaran praktek seperti apa?
dita berkata
i wanna ask something, dok.
1. is PBL learnt in other faculty? and if yess, is there any different in other faculty?
2. why PBL is chosen to replace the previous system?
dita berkata
one more question dok,
how to be a self directed learner?
zulharman berkata
@Dita
1. Ya PBL telah banyak diterapkan di fakultas lain seperti fakultas psikologi, hukum, teknik dan sebagainya
Tentu saja metode penyampaian secara konsep PBL hampir sama, yg beda kontennya
2. Banyak manfaat dari PBL, tetapi PBL tidak merupakan satu-satunya metode belajar yang manjur untuk mengakomodasi kompetensi, perlu kombinasi dengan metode belajar lain
3. Untuk belajar mandiri, tahu dulu kemampuan/ketrampilan dan sikap yg diperlukan untuk menjadi pembelajar mandiri.
haryo dimasto berkata
dok, saya mahasiswa kedokteran semester 1 ingin bertanya:
1. bagaimana cara mengubah paradigma dari belajar konvensional ke belajar dengan sistem PBL ini?
2. kemudian adakah kaitanya antara PBL dan Evidence Based Medicine?
terima kasih.
fahri husaini alkaff berkata
assalamualaikum…
lagi nyari bahan buat essai KTI,,eh malah nemu blog punya dokter…
sklian j deh mau tnya..apakah di tempat kampus dokter ada mini kuis juga seperti d kedokteran UII yang mrupakan fakultas kdokteran di Indonesia pertama yang mnggunakan PBL sejak 2001…
kalo tempat dokter sejak kapan c PBLnya??