TEKNOLOGI PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Menuju Dokter Bintang Lima Berkarakter Pancasila

PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

Posted by zulharman pada Juli 15, 2007

Perubahan paradigma pendidikan kedokteran dari pembelajaran yang berpusat pada teacher (Teacher centre learning) ke arah pembelajaran yang berpusat pada pelajar (student centre learning) dapat dilihat dari banyaknya Fakultas kedokteran di dunia maupun di Indonesia yang menerapkan PBL. Penerapan PBL ini ada yang mengaplikasikannya dalam kontek kurikulum sehingga disebut kurikulum PBL. PBL juga ada yang menerapkan sebagai sebuah metode pendidikan.

Problem Based Learning adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini mahasiswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan PBL.

Penerapan PBL di pendidikan kedokteran pertama kali di Mc Master University Canada pada dekade 1960 akhir. PBL berkembang dengan pesat hingga sampai juga di Indonesia.

Diskusi kelompok kecil dalam PBL dapat menggunakan metode seven jumps yang terdiri :

1. Identifikasi dan klarifikasi kata-kata sulit yang ada di dalam skenario. (sekretaris mencatat kata-kata yang masih belum dimengerti setelah didiskusikan)

2. Penentuan masalah. Setiap anggota memiliki bermacam perspektif masalah, akan tetapi harus dicari masalah yang disepakati bersama. (sekretaris mencatat daftar masalah yang telah disetujui).

3. Brainstorming. Anggota kelompok mendiskusikan dan menjelaskan masalah tersebut berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki (prior knowledge). Identifikasi area pengetahuan yang kurang. (sekretaris menulis yang didiskusikan).

4. Berdasarkan langkah 2 dan 3 maka disusun penjelasan masalah dalam bentuk penjelasan sementara (tentative solution). (sekretaris mencatat penjelasan masalah sementara yang telah didiskusikan).

5. Penentuan Tujuan pembelajaran yang akan diraih. (Tutor mengarahkan agar tujuan pembelajaran fokus, dapat dicapai, komprehensip dan sesuai dengan yang diharapkan.)

6. Belajar mandiri. Mahasiswa belajar mandiri untuk mencari informasi yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran.

7. Setiap anggota kelompok menjelaskan hasil belajar mandiri mereka dan saling berdiskusi. (Tutor menilai jalannya proses ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan).

About these ads

129 Tanggapan to “PROBLEM BASED LEARNING (PBL)”

  1. Sularso Budilaksono said

    Salam kenal saya Sularso Budilaksono dosen bidang komputer di Univ Persada Indonesia YAI. Saat ini saya sedang melakukan penelitian disertasi tentang Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak. Saya sudah uji coba dua semester model PBL tersebut di 2 PTS berbesa salam satu semester penuh dan setiap akhir semester saya buat revisi terhadap model tersebut. Karena yang lihat di banyak fak Kedokteran sudah mengembangkan PBL apakah kita dapat bertukar pikiran tentang model PBL agar suatu saat model PBL dapat dipergunakan secara luas/banyak prodi di Indonesia.
    Yang ingin saya tanyakan :
    1. Bagaiman model PBL yang sdh dikembangkan oleh kedokteran UGM hingga ke blok-bloknya
    2. Apakah titik tolaknya juga berangkat dari kompetensi?
    3. Bagaimana dengan konsep penilaiannya? apakah mengcover penilaian kuantitatif dan kualitatif?
    4. Berapa kali mahasiswa berdiskusi dalam satu semester?
    5. Instrumen pembelajaran apa yang digunakan?

    Sebagai info PBL yg saya kembangkan untuk satu mata kuliah dulu yaitu Rekayasa Perangkat LUnak terdiri atas instrumen lesson plan, model penilaian kuantitatif dan kualitatif, peer dan self assessment, jurnal belajar mandiri, jurnal praktikum dan buku log investigasi. Urutan kegiatan tiap minggu dalam satu tema adalah pretest, tatap muka, problem/diskusi 1, diskusi2, diskusi pleno dan post test. dan kemudian berganti ke tema lain.

    Jika anda ada waktu dan kita dapat bertukar pikiran mohon anda dapat reply ke email saya. Mudah-mudahan adopsi PBL dari kedokteran ke bidang komputer dapar berjalan mulus. Terima kasih ats bantuan Bapak.

    tks
    sularso budilaksonno
    dosen upi yai jakarta

  2. Elyas said

    selamat siang dokter zulrahman, sebelumnya makasih sudah masukin link saya di tempat dokter. saya sangat tertarik dengan pengembangan sistem pbl dalam fakultas kedokteran hanya saja saat ini masih newbie jadinya ilmunya pas-pasan hehehe
    di fakultas kami baru menerapkan sistem pbl tahun 2006, sudah berjalan 2 semester dari hasil survei ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pbl khususnya di fak. swasta ditempat saya terutama masalah sdm.
    terkadang yang menjadi pertanyaan saya adalah syarta utama seorang untuk menjadi instruktur itu apa ? apakah seorang dokter umum yang baru lulus atau baru ptt layak menjadi instrukur ???
    banyak kendala yang dihadapi dalam penerapan pbl salah satunya tidak ada kesamaan konsep dalam penanganan kasus yang diberikan dan itu akan membuat mahasiswa sendiri jadi bertanya-tanya dan harus ngikuti yang mana…
    dokter zul jika tidak keberatan bisa saya dibantu mengenai mengenai sistem pbl di ugm atau materi/jurnal mengenai PBL, saya mencoba mempelajari mengenai USMLE tp masih kerepotan. lupa disini kami menggunakan konsep pbl yang diadopsi dari unpad
    terimakasih

  3. zulharman said

    @ Sularso Budilaksono
    Salam kenal juga Pak Sularso Budilaksono.
    Saya senang sekali dengan keinginan bapak untuk nantinya PBL dapat diterapkan di banyak prodi.
    1. UGM telah menerapkan Full PBL sejak tahun 2002. Full PBL ini maksudnya menggunakan PBL dalam semua blok-blok. Kalau dilihat di luar negeri Full PBL ini dapat diartikan sebagai sebuah kurikulum PBL, di mana PBL merupakan sebuah be3ntuk kurikulum. Sedangkan di INdonesia PBL ini dikembangkan sebagai suatu strategi atau metode pembelajaran. Menurut saya hal ini karena nama kurikulum kita sudah ditetapkan dengan Kurikulum berbasis kompetensi sehingga PBL diletakkan sebagai sebuah strategi pembelajaran. Sedangkan FK lain ada yang menerapkan hybrid PBL di mana masih ada kombinasi antara metode konvensional dengan metode PBL.
    2. Titik tolak pengembangan PBL ini berdasarkan kompetensi, di mana dari kompetensi dokter dijabarkan mengenai pengetahuan , skill, daftar masalah penyakit yang harus dikuasai oleh seorang dokter. Dari daftar ini maka disusunlah skenario masalah yang dapat mencapai kompetensi yang ditentukan. PBL ini tidak mengakomodasi seluruh kompetensi dokter, masih ada metode lain seperti latihan ketrampilan klinik untuk meraih kompetensi tersebut.
    3. Maaf saya belum jelas apa yang dimaksud dengan penilaian kualitatif dan kuantitatif di sini. Mungkin bisa dijelaskan. Yang jelas kita menggunakan penilaian selama proses diskusi dalam bentuk format yang diisi oleh fasilitator.
    4.Mahasiswa berdiskusi dalam satu minggu sebanyak dua kali. Pertemuan diskusi pertama ditujukan untuk mengali prior knowledge, mengali tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui membuat pertanyaan mengenai permasalahan yang ada diskenario (lihat artikel mengenai perancangan pembelajaran yang konstruktif dan reflektif). Pertemuan kedua digunakan untuk menjawab pertanyaan yang telah didapat dari pertemuan pertama. Biasanya pertemuan pertama dan kedua dijarakkan satu hari atau dua hari untuk lebih memberikan kesempatan mahasiswa belajar mandiri dalam mencari jawaban pertanyaan. Tetapi di beberapa FK ada yang menerapkan sampai tiga kali pertemuan dalam seminggu.
    5.Instrumennya hampir mirip dengan yang bapak telah terapkan. Yang digunakan misalnya Buku modul Blok yang berisi skenario. Yang harus diingat didalam konsep PBL tatap muka diletakkan pada sese terakhir setelah diskusi, kecuali tatap muka untuk overview blok. Hal ini agar prior knowledge mahasiswa tidak terpengaruh oleh kuliah tatap muka sebelum mereka diskusi. Diskusi pleno ini ada yang menerapkan ada juga yang tidak tetapi diganti dengan kuliah konfirmasi atau pakar.
    Sekian dulu tanggapan dari saya, semoga bermanfaat.

    @ Elyas
    Selamat siang juga Pak Elyas.
    Dalam PBL (diskusi) syarat seorang fasilitator/tutor (istilah instruktur kami pakai untuk skill lab) memang belum ada referensi yang jelas menetapkan. Akan tetapi referensi yang saya baca hendaknya tutor ini menguasai materi diskusi tutorial tersebut (red.seorang dokter umum atau spesialis). Seorang dokter umum yang baru lulus boleh saja menjadi tutor. Agar terjadi kesamaan persepsi maka diperlukan pelatihan tutor (TOT) secara berkala dan juga dapat diadakan briefing tutor sebelum memasuki satu blok.
    PBL ini menganut learning theory Constructivisme yang mana kelemahan dari learning theory ini adanya perbedaan persepsi dalam memandang sebuah masalah. Berbeda dengan sistem konvensional yang menganut learning theory Behavioralisme yang memandang mutlak sama terhadap suatu masalah. Untuk menghindari kelemahan ini maka dalam PBL telah ditetapkan tujuan belajar yang harus dicapai mahasiswa dan batasannya (dapat dijabarkan dalam buku pegangan tutor). Pelaksanaan kuliah pakar dan diskusi pleno dapat dilakukan untuk menyamakan persepsi.
    Untuk referensi pengembangan PBL dapat dilihat di jurnal medical education atau searching di google banyak sekali artikel dan jurnal mengenai pbl. Oh ya, kalau boleh tahu Pak Elyas dari FK mana? Nanti kalau saya ada waktu saya akan buat link referensi PBL. Sekian dulu terimakasih.

  4. Elyas said

    wah makasih dok, atas jawabannya.
    saat ini saya membantu kegiatan PBL di FK UPN jakarta terutama mengenai masalah E-Library. kami baru menerapkan pbl 1 tahun.
    oh iya dok, karena saya masih muda jangan dipanggil pak kedengarannya kurang srek, jika tidak keberatan panggil “dek” aja soalnya khan saya junior dokter walo beda lulusan :D
    saya sedang mencoba membuat daftar referensi buku-buku kedokteran walau jujur bersifat bajakan, saat ini koleksi cukup banyak jika dokter memerlukan sebagian saya posting di http://bukukedokteran.blogspot.com
    semoga dapat membantu

  5. zulharman said

    Oke deh saya panggil aja dr.Elyas ya.
    Saya tertarik sekali dengan E-library yang dikembangkan di UPN. Saya juga memiliki ide untuk kemungkinan penggunaan share E-library antara FK-FK yang ada di Indonesia.
    Terima kasih atas informasi linknya, sangat bermamfaat.

  6. klikharry said

    salam kenal dari klikharry.
    di UNSRI udah ngelaksanain PBL

  7. mustika said

    Ilmu kedokteran saat ini harus diperkaya dengan wacana-wacana masa kini. Menurut saya paradigma lama pendidikan harus dimusnahkan. Mengacu ke technology baru lebih mengena. PBL cukup inovatif
    http://www.newmeditec.blogspot.com

  8. zulharman said

    @ klikharry
    Salam kenal juga. Selamat ber-PBL ya.

    @Mustika
    Terimakasih atas pendapatnya. Memang pendidikan itu harus selalu dikembangkan dan disesuaikan dgn zaman.

  9. akbar zulhadiansyah said

    Ass…. dokter,, saya ingin menanyakan tentang kelebihan dan kelemahan metode PBL dalam ilmu kedokteran..

  10. zulharman said

    Wa’allaikum Salam Mas Akbar
    Ini ada link yang menjelaskan tentang PBL dan kelebihan serta kelemahannya, semoga membantu

    http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328

  11. Muhammad Faris said

    PBL terlalu keren untuk anak Indonesia

  12. zulharman said

    @ M. Faris
    Di luar negeri PBL telah berumur hampir 40 tahun, kalau di Indonesia ya baru beberapa tahun ini.

  13. lita said

    PBl ntu bingungiiiin banget!!!! tapi awalnya aja. yang paling seru di PBL ya TUTORIAL duwnk… asik coz kita bisa sama temen-temen memecahkan permasalahan bareng. tapi bantu aq duwnk buat nyari artikel about PBL????

  14. ariz said

    iya..tuorial d PBL seruu

  15. Akbar Zulhadiansyah said

    Ass.. dokter, ni saya akbar mau nanya lagi tentang kesalahpahaman dalam pelaksanaan PBL.
    makasi dokter……..,,

  16. Adianshar said

    Ass… dokter, saya ingin menanyakan tentang pengertian pertanyaan open ended dan close ended dalam melakukan anamnesis kepada pasien..
    thank’s ya dokter !!!

  17. angel said

    ass..dokter.saya ingin bertanya tentang pengaruh PBL dalam membentuk dokter yang berkompeten

  18. zulharman said

    Wa’alaikum salam
    @ Lita
    Yah PBL itu seru dan ada plesetan dari PBL yaitu Pleasure based learning, sebenarnya informasi PBL banyak di internet , coba cari di BMJ
    @ Ariz
    Setuju mas

  19. zen said

    Ass,dok..aku mau tanya nih.Apa hubungan antara PBL dalam pembentukan dokter yang berkompeten?aku ingin tahu apa PBL itu bener2 berpengaruh dan membentuk mahasiswa menjadi dokter yang nantinya bisa bener2 profesional dalam menangani pasien..

  20. zulharman said

    @ Zen
    Wa’allaikum salam
    PBL yang diterapkan di Indonesia merupakan suatu strategi pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang ditentukan.
    Dalam PBL akan ditemui banyak pengembangan skil yang berguna untuk karir/ pekerjaan seperti critical thingking skill, self directed learning skill, clinical reasoning skill, problem solving skill, literacy skill dll.
    PBL dimulai dengan belajar berdasarkan masalah nyata yang ada di pekerjaan dokter nantinya. Nah bila mahasiswa sudah dibiasakan dengan masalah nyata mengenai pekerjaan yang ada di konteks kerjanya seawal mungkin maka mereka akan merasakan bahwa mereka belajar sudah seperti dokter sebenarnya.
    Pengaruh PBL ini terhadap pembentukkan dokter yang berkompeten secara metode penelitian sangat susah diteliti karena banyak variabel penganggu dan butuh penelitian yang lama. Akan tetapi secara konstruk dan proses berpikir PBL akan mempengaruhi pembentukkan dokter yang berkompeten.
    Mungkin sekian dahulu, kalau ada komen silahkan.
    Wassalam
    zulharman

  21. AFRIZAL EFFENDI R said

    Ass dok! apa sih perbedaan dan kekurangan pbl itu?

  22. AFRIZAL EFFENDI R said

    Ass dok! apa sih kelebihan dan kekurangan pbl itu?

  23. zulharman said

    Wa’allaikum Salam Mas Afrizal
    Ini ada link yang menjelaskan tentang PBL dan kelebihan serta kelemahannya, semoga membantu

    http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328

  24. zen said

    Ass,dok..Ni zen lagi. Aku mau tanya lagi ni,dok. Apa perbedaan dari deep learning, adult learning, dan self directed learning. Apakah adult learning dan self directed learning bisa membantu untuk pencapaian deep learning. Klo iya, bagaimana penjelasannya. Aku bingung banget ni. Soalnya perbedaan antara ketiganya cuma tipis banget. O ya..Sebelumnya ma kasih banget ya ,dok. Kmaren dah jawab pertanyaanku. Skarang malah tanya lagi..Ma kasih..

  25. zulharman said

    @ zen
    Wss.
    deep learning merupakan bagian dari tipe learning approach (surface, strategic, dan strategic learning). Deep learning ini berarti seseorang akan belajar mendalam dalam suatu topik pembelajaran.
    Adult learning adalah sebuah konsep belajar orang dewasa. Dalam adult learning ada beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya orang dewasa belajar karena yang dipelajarinya itu dibutuhkan untuk pekerjaannya, orang dewasa belajar dengan menghubungkan pengalaman belajarnya terdahulu (untuk lengkapnya searching dgn key : KNOWLS ADULT LEARNING)
    Self directed learning adalah sebuah proses dimana seorang mengambil inisiatif dan bertanggung jawab untuk merancang kebutuhan, tujuan ,rencana sampai evaluasi pembelajarannya sendiri/ belajar mandiri).

    Self directed learning merupakan sebuah proses belajar yang berakar pada konsep adult learning. Contohnya PBL dgn diskusi tutorialnya. Mahasiswa akan belajar secara mandiri untuk memecahkan masalah bersama teman dan sendiri. PBL akan mengarahkan seseorang untuk belajar deep agar dapat memecahkan masalah yang ada.
    sekian
    zulharman

  26. zen said

    waah..ma kasih ya dok atas jawabannya. saat ini saya sedang kuliah di UMY.dan di blok pertama saya terdapat banyak diskusi-diskusi tentang sistem pendidikan PBL. dan jawaban-jawaban dokter sangat membantu saya sekali. Terutama dalam pembuatan proposal kelompok kami.Skali lagi ma kasih ya dok..

  27. zulharman said

    @ Zen

    Oke, semoga sukses belajarnya.

  28. denco said

    dok situs yang membahas PBL secra lengkap tapi dalam bahasa indonesia, saya butuh banget dok, terima kasih

  29. zulharman said

    @ denco

    Setahu saya belum ada situs dlm bahasa Indonesia yang membahas PBL secara lengkap. Mungkin karena PBL masih baru di Indonesia dan itupun setahu saya fakultas kedokteran yang baru sunguh-sunguh menerapkannya

  30. A Eka Putra said

    Salam kenal dok,
    Terima kasih atas tulisan dokter tentang PBL yang menurut saya sangat baik. Terus terang, menurut saya pembelajaran dengan strategi PBL sangat menarik. Penelitian saya pada siswa SMU tentang perubahan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi dengan metoda konvensional dan PBL memperlihatkan signifikansi yang lebih baik dengan strategi PBL.

    Namun, dewasa ini saya melihat terdapat masalah yang sangat mengganjal dalam strategi PBL yang telah diterapkan oleh banyak FK di Indonesia, antara lain :
    1. Kuliah pengantar (pakar) sering kali terlalu berlebihan, si dosen tidak menyadari bahwa dia hanya menyampaikan pokok permasalahan (bukan keseluruhan sebagaimana pada konvensional)
    2. Tutorial seringkali kurang menggigit, yang berkaitan dengan tingkat pemahaman tutor yang rendah tentang materi/problem, pemahaman tutor yang rendah tentang PBL itu sendiri, serta masih banyaknya mahasiswa yang ‘pleasure’ dengan strategi PBL, idealnya waktu yang dihabiskan mahasiswa lebih banyak untuk ‘mencari’ dibandingkan dengan konvensional, jika hanya mengandalkan kuliah pakar, tentunya retention knowledge juga akan sedikit dibanding cari sendiri.
    3. Semakin lama, semakin blok ke atas, atensi mahasiswa akan tutorial akan semakin menurun, saya mensinyalir adanya kejenuhan
    4. Clinicial Reasoning mahasiswa saya lihat juga tidak begitu bagus dibanding konvensional, saya berpendapat salah satu tugas pakar yang pokok adalah menjelaskan tentang Clinical Reasoning ini, bukan recall memory, sebagaimana dilakukan selama ini
    5.Mutu dan kualitas skenario, sering kali rendah, sehingga proses eksplorasi oleh mahasiswa menjadi sulit

    Maaf, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, nanti saya lanjutkan lagi dok. terimokasih.

    wassalam

  31. zulharman said

    @ A Eka Putra
    Salam kenal juga Mas Eka Putra
    Terimakasih atas pendapatnya.
    Ya memeng masalah yang Mas sampaikan di atas memang yang sering terjadi dalam penerapan PBL.
    Untuk mengatasinya maka diperlukan suatu program pengembangan staf (staff development).
    Misalnya :
    – Workshop atau pelatihan efective tutor
    – Workshop atau pelatihan uinteractive lecture
    – Workshop dosen pakar
    Nah setelah workshop ini dilakukan hendaknya diikuti dengan follow up atau evaluasi sehingga bila masih ada kelemahan dapat dilakukan tindakan lagi. Proses ini harus continous. Misalnya ada pelatihan yang diadakan tiap semester atau tiap blok. Nah seri pelatihan ini BPK FK UGM telah memiliki program pelatihan nasional yang mencakup materi di atas.
    Sekian dulu.
    zulharman

  32. A Eka Putra said

    Pagi dok,
    pada kesempatan ini saya ingin sampaikan sedikit informasi terkait dengan pengembangan strategi PBL di FK , walaupun UGM pada dasarnya sudah mulai mengembangkankannya sebelum DIKTI dengan HWS Project-nya (Baca : AIPKI, baru red).

    1. Pada awalnya, berdasarkan survei, lulusan dokter merasa bahwa pembelajaran yang mereka dapatkan di perguruan tinggi terlalu banyak dan tidak relevan atau kurang relevan dengan masalah yang ditemukan di lapangan disamping itu
    2. Para dokter ini merasa skills yang mereka miliki, khususnya clinical skills belum memadai untuk digunakan dilapangan
    3. Adanya kompetensi untuk perguruan tinggi

    Hal ini mendorong penggunaan strategi PBL, dibidang kedokteran, masalah ini didukung dengan keluarnya UU Praktek Kedokteran, dengan adanya KKI, yang pada akhirnya keluarlah produk baru, yaitu :
    1. KBK oleh Dikti
    2. Core Competency Dokter Indonesia oleh KKI
    3. Strategi PBL di fakultas kedokteran

    dalam implementasinya, FK mulai ‘PBL Royo royo’ dengan segala stributnya.

    Bagaimana dengan labskills..?.
    Ini masalahnya…..kebanyakan labskills masih acak dan tidak teratur dengan bentuk serta versi yang berbeda-beda.

    maaf jika ada kesalahan,
    trim’s dok atas kesempatannya

    NB. Boleh saya tahu e-mail dok, karena ada beberapa penawaran yang ingin saya sampaikan.

  33. zen said

    Ass,dok..Ni zen.Lama ga tanya2 lagi ni ma dokter.Kemaren habis liburan langsung ujian.Lumayan pusing juga nih,dok..Ni dah mulai kuliah lagi..Dok, aku pengen diskusi & tanya2 ma dokter tentang hukum & etika kedokteran. Dokter buka forum tentang tu ga ya?Ma kasih sebelumnya..

  34. soepardi soedibyo said

    Waktu pertama kali FKUI melaksanakan PBL (1990-1991), apa yang terjadi: masih banyak staf yang masih belajar menjadi fasilitator (karena memang baru saja dapat penataran 1 x), sehingga liku-liku menjadi fasilitator belum menguasai benar. Disamping itu apa yang terjadi kemudian adalah mahasiswa menyusun hasil PBL nya dan kemudian di jilid sehingga mahasiswa yang berikutnya sudah siap dengan kumpulan tersebut. Masalah yang ada adalah sarana dan prasarana belum mendukung misalnya perpustakaan tidak lengkap dan penuh, ruangan sangat kurang, kemudian fotokopi mahal buat mahasiswa, staf pengajar “kurang”. Tetapi saat ini keadaan sedikit berubah karena tersedia internet, sedang yanglain2 kurang lebih sama. Yang menonjol jumlah mahasiswa jauh lebih banyak. Itulah gambarannya.

  35. zulharman said

    @ soepardi soedibyo

    Salam kenal
    Saya setuju dengan Pak Soepardi
    Ya reformasi di dunia pendidikan kedokteran melewati proses dan semoga terus berlanjut ke arah yang lebih baik. Namun PBL bukan sebuah Panacea untuk menghasilkan lulusan kedokteran yang bermutu, masih banyak faktor pendukung lainnya yang juga perlu diperhatikan.

  36. Adi said

    Ass… Dok
    salam kenal,
    Saya seorang pengajar matematika, saya ingin menerapkan PBL. namun masih bingung PBL itu sebuah model, pendekatan atau strategi pembelajaran?
    PBL itu dikembangkan di dunia pendidikan kesehatan (kedokteran) kira-kira bagaimana peluang untuk diterapkan di bidang ilmu yang lain (matematika misalnya)?
    terimakasih atas jawbnnya.

  37. zulharman said

    @ Adi

    Wss..
    PBL dapat sebagai metode atau strategi pembelajaran. Prinsipnya , proses pembelajaran tersebut di awali dari sebuah masalah yang didapat dari masalah nyata sehari-hari yang akan dihadapi oleh lulusan tsb di dunia kerja. Misalnya untuk matematika, disini saya mengasumsikan seorang mahasiswa yang mengambil jurusan matematika dimana bila ia lulus akan mengajar matematika di SMA.
    Nah maka didesainlah sebuah modul pembelajaran yang berisi skenario masalah , misalnya bagaimana mengajarkan trigonometri pada pelajar SMA. Nah dari masalah ini maka mahasiswa secara berkelompok (10 orang) berdiskusi sesuai dengan step artikel di atas di fasilitasi oleh seorang tutor.
    Diharapkan dari proses ini mahasiswa akan memiliki kompetensi bagaimana cara mengajarkan trigonometri di SMA.

  38. m.sodik said

    Ass.ma kasih ya dok, artikelnya buat tugas ane ga papa ya?

  39. Adi said

    Dok, terimakasih atas jawabannya. mohon maaf kalau saya tanya lagi karena saya sedang membuat proposal tesis tentang metode PBL ini. Dok, tutor yang dokter maksudkan apakah dapat dosen sendiri atau orang lain (kakak tingkat mahasiswa misalnya)?kalau boleh saya minta langkah-langkah konkrit pelaksanaan PBL di dalam kelas sesuai dengan contoh yang dokter berikan. (mohon maaf permintaannya terlalu banyak nih, semoga gak ngrepotin dokter)

  40. zulharman said

    @ M.Sodik
    Silahkan Mas

    @ Adi
    Tutor disini bertindak sebagai fasilitator. Sangat disarankan tutor adalah seorang yg ahli dibidang yang ia tutori dalam hal ini sangat disarankan dari dosen. Untuk penggunaan kakak tingkat boleh saja tapi perlu dipertanyakan ke expertisannya dibidang yang ditutorialnya.

    Langkah konkritnya :
    1. Pembuatan skenario/masalah yang dituangkan dalam bentuk buku modul
    2.Pembentukkan kelompok diskusi
    3. Tutor
    4. Jadwal tutorial biasanya 2 jam sekali session. Dalam satu minggu ada 2 session. session pertama langkah 1-5, session ke 2 langkah ke 7. (lihat langkah di artikel di atas, untuklangkah 6 belajar mandiri).
    lihat juga artikel saya berjudul belajar yang konstruktif dan reflektif).

  41. trulli arviansyah said

    Assalamu’aikum Wr. Wb.
    saya mahasiswa di STKIP PGRI Blitar jurusan Matematika. untuk skripsi semester depan saya ingin mengangkat judul skripsi saya dengan menggunakan metode PBL.
    Langkah – langkah apa saja yang harus saya lakukan? saat ini saya sama sekali belum dapat pegangan untuk menyusun kisi – kisi tentang skripsi tersebut. mohon bimbingan untuk menyusun skripsi dan masalah tentang PBL.
    terima kasih atas bantuan yang diberikan demi kemajuan pendidikan selanjutnya.
    dalam hal ini saya sama sekali tidak bisa berbahasa inggris, sehingga link yang diberikan Bapak Zulharman dalam bahasa tersebut sama sekali tidak bisa saya terima.
    mohon maklum atas kekurangan saya.

    Zulharman said,
    Penerapan PBL membutuhkan sumber daya,pengetahuan dan dana yang besar. Penerapan metode belajar yang diberi kasus dan lalu didiskusikan kadangkala dikatakan PBL. Hal ini salah. Oleh karena itu apabila Trully mau menggunakan untuk judul skripsi mungkin Anda coba menganalisa dari segi feasibilitas(kemungkinan penerapannya). Terus terang untuk mengevaluasi PBL ini banyak kendalanya. Apabila Trully ingin buku tentang PBL dalam bahasa INdonesia, nanti saya tanyakan dahulu ke FK UGM bagaimana cara Anda untuk memperoleh buku ini. Tetap semangat ya nyusun skripsinya , mungkin temanya bisa dipersempit bila memang mau menerapkan PBL ini.

  42. trulli arviansyah said

    terima kasih sarannya
    akan saya tunggu terus bantuan dari senior
    mudah2 skripsi yg akan saya susun tidak salah paham dengan apa yg diharapkan dunia pendidikan untuk masa sekarang
    akan sayan tunggu terus perkembangannya senior

  43. mei said

    saya mahasiswi kedoktera di salah satu universitas. saya inin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai PBL sebagai berikut :
    1. bagaimana sistem penilaian PBL ?
    2. apa perbedaan antara PBL dan Problem Solving ?
    itu saja yang ingin saya ketahui. mohon dijawab denan sejelas-jelasnya. atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

  44. kevin said

    saya adalah seorang mahasiswa kedokteran di Universitas Tanjungpura. terima kasih banyak kepada dokter karena telah membuka forum ini yang membahas tentang PBL…
    adanya forum ini pleno saya dalam modul PBL tadi pagi jadi agak memuaskan. tidak bisa saya bayangkan apabla tidak adanya pengetahuan saya dikarenakan forum ini…
    lalu saya ingin minta tolong kepada dokter untuk memberikan source tentang fasilitator (dalam bahasa inggris juga tidak apa2)?????
    karena pleno kedua saya diberikan pemicu tentang fasilitator.
    oh…iya sebelumnya saya memperkenalkan diri saya..nama saya kevin mahasiswa semester 1 dan akan memasuki semester kedua

  45. zulharman said

    @ Mei
    1. Sistem Penilaian PBL tergantung pada institusi masing-masing FK, sehingga saya sarankan Mei menanyakan langsung ke fakultasnya masing-masing.
    2. PBL adalah suatu metode pembelajaran. Dengan menerapkan metode PBL maka akan mendukung kemampuan problem solving mahasiswa lewat skenario masalah yang harus dipecahkan oleh mahasiswa.

    @ Kevin
    Terimakasih

    http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328

    ada membahas tentang fasilitator.

    http://www.mcli.dist.maricopa.edu/pbl/ubuytutor/ubuyacar_tutor.pdf

    mungkin bisa juga searching di google gunakan keyword : tutor+ problem based learning.

  46. PBL, sangat baik ketika diterapkan pada Program Kedokteran.
    PBL, akan membuat calan dokter tidak cepat dalam pengambilan keputusan. PBL, akan melatih mahasiswa kedoteran untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan tepat.

  47. zulharman said

    @ mei
    1. sistem penilaian pbl tergantung pada institusi pendidikan masing-masing.
    2. PBL merupakan sebuat metode pembelajaran, dimana didalam PBL akan melatih kemampuan problem solving melalui analisa dan pemecahan masalah yang ada di skenario yang diberikan.
    @Kevin
    Terimakasih. untuk mencari sumbernya coba pakai GOOGLE dan lalu masukkan kata kunci tutor+problem based learning

    @ Samuel
    Terimakasih.
    PBL dapat melatih self directed learning skill, critical thingking, clinical reasoning, decision making and so on… :)

  48. dony said

    dok kira2 kalao PBL diterapin untuk pengajaran bahasa arab mungkin tidak?
    saya minta langkah2 mengajarnya donk dok, soalnya saya mau penelitian tentang PBL untuk bahsa arab. thanks ya dok, s;laam kenal

  49. dony said

    oya dok, sebenarnya PBL sudah bisa dikatakan sebagai metode atau masih sebatas aproach ja?

  50. zulharman said

    @ dony

    PBL dapat diterapkan dalam bidang pendidikan apapun.
    Konsep utamanya mahasiswa belajar dengan titik tolaknya berdasarkan problem atau masalah, dan dari sini mahasiswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut berdasarkan prior knowledge/pengetahuan awalyang dia miliki.
    Dalam metode pembelajaran ini dilakukan secara diskusi kelompok kecil.
    Rancangannnya ;
    1.Identifikasi kompetensi & Learning outcome yang ingin dicapai
    2. Dari kompetensi tersebut dicari masalah/problem sebagai pemicu. Buat dalam bentuk skenario, dapat berbentuk teks, video clip.
    3. Kelompok diskusi mahasiswa kira-kira 7-10 orang.
    4. Dosen sebagai fasilitator bukan mengkuliahi.
    5. Untuk proses diskusi gunakan seven jumps matrichs.

    pbl DAPAT SEBAGAI METODE, APPROACH, STRATEGI BAHKAN KURIKULUM. Tergantung mau dipakai di kontek apa

    referensi LANJUT

    http://www.bmj.com/cgi/content/full/326/7384/328

    sekian, thanks atas kunjungannya.

  51. [...] Bercermin dari banyaknya masalah tersebut dapat lagi deh alasan pentingnya belajar berdasarkan masalah selain yang telah pernah saya tulis di sini. Nah sesuai masalah di atas maka perlu kemampuan untuk memecahkan masalah bagi seorang manusia untuk bertahan hidup. Nah belajar berdasarkan masalah ini mungkin akan mengajarkan kita untuk mengasah kemampuan memecahkan masalah. Kalo PBL nya Matsrich mengajarkannya lewat seven jumps. (baca artikel berikut). [...]

  52. riera said

    saya cuma mau tanya,,,apa perbedaan mendasar antara PBL sama PSL (problem solving learning), saya butuh informasinya…karena saya sedang skripsi mengenai masalah tersebut. Di penelitian, saya memakai PSL sebagai approach dalam pembelajaran biologi berbasis bilingual untuk materi sel (kelas 11 (2 sma)). Menurut dokter cocok gak materi sel memakai approach PSL????(maaf kalo rada keluar dari jalur…)

  53. zulharman said

    @riera
    PSl dengan PBL perbedaannya terletak pada prior knowledge. Pada PSL diasumsikan bahwa prior knowledge yang dimiliki telah cukup untuk menyelesaikan masalah. Namun untuk PBL prior knowledge masih belum cukup, hal ini bisa dilihat dari langkah 7 jump dalam PBL yang mengali terus prior knowledge sehingga sampai teridentifikasi knowledge yang belum ada untuk menyelesaikan masalah. Namun antara PBL dan PSL saling terikat.

  54. riera said

    Maaf, kalau tdk keberatan…dokter punya rekomendasi rujukan atau referensi seputar PSL tdk? especially textbook khusus PSL? Mohon dibantu ya dok,,,coz saya belum menemukan textbook yg khusus PSL itu. Terima kasih

  55. zulharman said

    @riera
    Kalau untuk text book yang khusus membahas PSL saya belum ketemu, tapi referensi yang membahas tentang PSL dapat dibaca di buku psikologi kognitif, psikologi pendidikan yang dijual di gramedia. Dalam buku tersebut terutama psikologi kognitif dibahas tentang PSL dan bagaimana meningkatkan problem skill. Mudah-mudahan membantu. Trims

  56. Santy Sanusi said

    Dok, saya dosen Akper ‘Aisyiyah Bandung, saya sudah mencoba menerapkan metode PBL pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah tapi dimodifikasi dengan penglolaan kelas oleh Event Organizer. Berhubung materi yang disampaikan pada program D III Keperawatan terlalu banyak sementara waktu terbatas jadi saya modifikasi dengan cara kelas dibagi 4 kelompok yaitu; 1. Penyaji, 2. Pembanding, 3. Event Organizer dan 4. Audience. Masing2 peran disediakan instrumen penilaian berdasarkan kompetensi yang diharapkan oleh masing-masing peran. Setiap dosen mengampu 4 sistem pembahasan 7 kali pertemuan agar masing-masing kelompok kebagian masing-masing peran. Langkah ke-1 : Penjelasan modul, pembagian kelompok, penjelasan tata cara pembelajaran
    Langkah ke-2 :
    Jam ke-1 ; Pembagian kasus & kelompok membuat pertanyaan-pertanyaan dari kasus
    Jam ke-2 ; Fasilitator membimbing cara mencari jawaban agar sistematis
    Langkah ke-3 : Belajar mandiri
    Langkah ke-4 :
    * Presentasi kasus (masing-masing kelompok bergiliran melakukan peran sesuai skenario)
    * Selama diskusi berlangsung, fasilitator mengisi instrumen penilaian untuk masing-masing peran dan hanya mengarahkan diskusi. Di akhir diskusi, fasilitator meminta masing-masing peran kelompok dilakukan feedback oleh masing-masing kelompok yang lain
    * Pertanyaan-pertanyaan dari pembanding, audience dan EO mengenai masalah kasus dipecahkan bersama terutama oleh penyaji.
    * Kelas diatur oleh EO dari mulai persiapan gedung, alat elektronik, pengoperasian alat-alat, moderator, acara selingan (tampilan seni dan permainan) bahkan sampai coffee break kecil-kecilan.
    * Di akhir diskusi, moderator membuat kesimpulan dibantu oleh yang lain
    Langkah ke-5 : Evaluasi tulis setiap setelah penyajian 2 kasus

  57. zulharman said

    @Santy Sanusi
    Terimakasih atas berbagi pengalamannya mengenai PBL.
    Langkah-langkah PBL tidak hanya 7 langkah dari Mactrich, tetapi ada 5 langkah dari Harvard, 12 langkah dari Brenda.
    Sehingga kita boleh memodifikasi langkah ini. Namun konsep PBL yaitu menggunakan skenario/kasus masalah sebagai titik awal pembelajaran harus ada, dan penggunaan prior knowledge harus jelas. dosen sebagai fasilitator. PBL dapat dilakukan di kelas besar atau dalam kelompok kecil. Disarankan menggunakan kelompok kecil lebih baik.

  58. Bagus artikelnya,trims

  59. zulharman said

    @M. Al’ Amin
    Terimakasih atas kunjungannya Mas Al’ Amin

  60. rina said

    slm knal dok,,,
    sy maba FK Unmul. PBL di Unmul baru masuk thn ke 2.
    sy mau tanya, untuk pleno itu yg disampaikan adalah LO yg didpt pada DKK 2 ya?
    trz, gmn caranya spy bisa menghemat waktu untuk bikin makalah dan presentasi, sementara tidak ada selang waktu antara pleno dan DKK 2 (hari ini DKK 2 besoknya pleno)?
    makasih atas penjelasannya.

  61. zulharman said

    @Rina
    Salam kenal balik
    Tip untuk menghemat waktu , buat template makalah dan presentasi yang baku dan baik, kalo bisa ngerjainnya sama-sama semua, lalu template itu dipakai untuk membuat makalah dan presentasi seterusnya, jadi ngak repot buat baru, tgal isinya aja yag diperbarui
    Nah yang diplenokan itu minimal LO yang telah ditetapkan oleh fakultas, biasanya pas DKK 1 telah diberitahu pas akhir diskusi, mgkin ngak perlu memplenokan LO yang tidak ada di LO fakultas, tapi kalo ada waktu ngak apa2 untuk memperkaya pengetahuan

  62. ipunk said

    ass, dok..
    mau tanya dalam PBL kan ada istilah CPD (continuing professional education. itu apa ya dok??
    makasih

  63. zulharman said

    Wss,
    CPD (continuing professional education) kalo di Indonesiakan menjadi pendidikan profesional berkelanjutan, karena dokter merupakan sebuah profesi maka menjadi pendidikan kedokteran berkelanjutan.
    Maksudnya seorang dokter setelah lulus dari FK mesti harus terus belajar dan belajar yang disebut dgn CPD ini. Bentuknya dapat memlalui seminar nasional, baca jurnal, ikut workshop.
    Tujuannya agar kompetensi dokter ini terus terjaga seiring dengan perkembangan zaman.

  64. JASMANSYAH said

    BLOGNYA BAGUS. MINTA IJIND DI LINK YA?? MY BLOG: jasmansyah76@wordpress.com
    salam kenal…………

  65. JASMANSYAH said

    eh salah www: jasmansyah76.wordpress.com

  66. Anonymous said

    Assalamua’alaikum dok ^_^ , saya ingin brtny, apa yg seharusnya saya lakukan apabila teman” dlm kelompok diskusi tutorial tidak trlalu aktif mencari materi yg brhubgn dgn skenario? Krn saya mrasa informasi yg saya peroleh dr diskusi tsbt kurang. Trims dok sblmny

  67. mutya said

    assl,dok..

    sy mw nNya,
    bgaimana sistem penilaian dlm PBL.
    dan utk fasilitator,target apa yang biasanya harus dicapai oleh seorang fasilitator,

    trims

  68. zulharman said

    @ Mutya
    Penilaian PBL dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu penilaian proses dan penilaian hasil belajar. Penilaian proses ada yang hanya sebagai formatif aja tetapi ada juga yang memasukkannnya ke dalam komponen penilaian sumatif (biasanya mendapat porsi kecil). Penilaian hasil belajar lebih sering digunakan untuk sumatif yang tergambar dalam soal-soal di ujian akhir blok/modul.
    Namun ada beberapa FK yang saya lihat mengabungkan penilaian proses dan hasil belajar ini dalam format ujian tersendiri misalnya ujian dengan menggunakan triple jumps. Pemilihan tergantung keputusan FK masing-masing.Trims

  69. ibnu said

    maaf dok sya ibnu dari bandung salam kenal…saya sdang melakukan penyusunan KTI tentang PBL
    saya mau menanyakan tentang buku-buku yang berhubungan tentang PBL untuk menjadi tinjauan pustaka…
    makasih dok sebelumnya

  70. zulharman said

    @ibnu
    Salam kenal kembali,
    – Practical guide for medical teacher , editor Harden
    – Basic medical education, zubair amin dan kho
    Dua buku ini coba tanyakan ke MEU FK anda, seharusnya tersedia karena dapat bantuan dari HWS Dikti

    Lebih sip lagi kalo bisa ke medical education jurnal, dalam jurnal ini banyak penelitian mengenai PBL. Untuk jurnal gratis cari di BMJ ada membahas tentang PBL.

  71. Anonymous said

    permisi maaf mengganggu dok, saya eno dari Fk di bandung …saya sedang meeliti tentang media pembelajaran/sarana pada sistem KBK, seperti media pembelajaran/ sarana pada Tutorial, skills lab ,kuliah dan praktikum… Sayaa mau menanyakan buku2 yang berhubungan dengan penelitian saya ini untuk dijadikan referensi dok..terima kasih

  72. zulharman said

    @Eno
    Referensi tentang media pembelajaran/sarana pada sistem KBK, seperti media pembelajaran/ sarana pada Tutorial, skills lab ,kuliah dan praktikum dapat Eno lihat di Standar Pendidikan Profesi Dokter download di sini http://inamc.or.id/download/Standar%20Pendidikan%20Profesi%20Dokter.pdf

    Kemudian ditambah dengan
    – Practical guide for medical teacher , editor Harden
    – Basic medical education, zubair amin dan kho
    Dua buku ini coba tanyakan ke MEU FK anda, seharusnya tersedia karena dapat bantuan dari HWS Dikti

    semoga membantu

  73. Anonymous said

    @eno
    terima kasih dok.Kalo bleh tau 1 lagi dok mengenai media pembelajaran tentang praktikum yang lebih detail ada di mana yah dok? soalnya kalo praktikum ini di KBK kurang dibahas… Buku buku KBK cenderung membahas Tutorial dan skills Lab.sekali lagi saya ucapkan Terima kasih

  74. zulharman said

    @Eno
    Memang dalam KBK ini sesi praktikum banyak berkurang. Namun sebenarnya banyak sesi praktikum yang telah di integrasikan sehingga menjadi sesi skill labs. Contoh : reflek fisiologis kalo kurikulum dahulu maasuk ke praktikum fisiologi tapi sekarang masuk ke skill labs. Lalu sekarang ini banyak materi praktikum (biomedis) yang telah diintegrasikan dan fokus kepada kompetensi dokter. Misalnya kalo mau tahu tentang denyut jantung manusia maka sekarang ngak perlu lagi membelah jantung kodok (relevansi?) dan bisa membuang banyak waktu. sekarang ini praktikum seperti itu bisa digantikan dengan Computer assist learning, video dari youtube dll. Memang banyak dosen terutama biomedis yang memprotes berkurangnya jam praktikum ini. nah ini merupakan suatu rumusan masalah untuk penelitian, mgkn persepsi dosen dan mahasiswa tentang pelaksanaan praktikum ini dan hubungkan dengan standar kompetensi. Atau mau menguji materi praktikum terdahulu seperti lihat jantung kodok atau memutuskan syaraf kaki kodok dapat digantikan dengan melihat video atau CD interaktif/CAL. Atau coba apakah kurangnya sesi praktikum ini mengakibatkan lahir penelitian seperti ini http://www.neuroanatomy.org/2006/002_003.pdf

    Trims

  75. cika said

    asw dokter….

    dalam bidang ilmu yang lain seperti psikologi bagaimana penerapan PBL nya dok….
    mohon sarannya

  76. zulharman said

    @Cika
    PBL dapat diterapkan pada semua disiplin ilmu. Kalo mau nerapinnya di psikologi, tinggal mencari skenario masalah yang sesuai dengan kompetensi pekerjaan psikolog, nyar metodenya sama persis dengan yang di kedokteran. Soalnya PBL banyak di fasilitasi pengembangannya oleh ahli psikologi pendidikan.

  77. wawan junaidi said

    Minta artikelnya mas,,biasa lagi cari tentan PBL

  78. wawan junaidi said

    Minta artikelnya mas,,biasa lagi cari tentanG PBL

  79. nana said

    ass.
    slm knal mas Zulharman.
    ada beberapa yg maw saya tanya kan,,

    1. bagaimana cara agar berhasil dalam pembelajaran d FK dengan menerapkan strategi SPICES dan ADULT LEARNING untuk mencapai longlife learning..

    2. ADULT LEARNING
    a. kelamahan dan kelebihan ?
    b. ciri2 ?
    c. manfaat ?
    d. alasan menerapkan adult learning ?
    e. bedanya pembelajaran anak anak dengan adult learning ?

    3.CPD
    a. Definisi ?

    b. kelamahan dan kelebihan ?

    c. ciri2 ?
    d. manfaat ?
    e. alasan menerapkan CPD?

    tolang sklian sumber nya y^^

  80. dimas prasetyo said

    wah saya juga mendapat tugas menganalisis PBL dalam Small Group Disscussion d Unissula smarang
    yang mau saya tanyakan juga sama dengan saudari nana d atas .
    mhon bantuannya

  81. ylius marta d said

    ass:
    saya mahasiswa di salah satu universitas negri di padang sumtra barat, sekarang lagi nyusun skripsi tentang pbl, saya mintak bantuan bapak, bagai mana cara melaksanakan metode pbl pada mata pelajaran praktek, langkah-langkahnya dengan sistimatatis, terimakasi sebelum nya, sermoga ilmu bapak bermanfaat bagi orang banyak

  82. zulharman said

    @ylius marta d

    Mungkin diberitahu mata pelajaran praktek seperti apa?

  83. dita said

    i wanna ask something, dok.
    1. is PBL learnt in other faculty? and if yess, is there any different in other faculty?
    2. why PBL is chosen to replace the previous system?

  84. dita said

    one more question dok,
    how to be a self directed learner?

  85. zulharman said

    @Dita
    1. Ya PBL telah banyak diterapkan di fakultas lain seperti fakultas psikologi, hukum, teknik dan sebagainya
    Tentu saja metode penyampaian secara konsep PBL hampir sama, yg beda kontennya
    2. Banyak manfaat dari PBL, tetapi PBL tidak merupakan satu-satunya metode belajar yang manjur untuk mengakomodasi kompetensi, perlu kombinasi dengan metode belajar lain
    3. Untuk belajar mandiri, tahu dulu kemampuan/ketrampilan dan sikap yg diperlukan untuk menjadi pembelajar mandiri.

  86. dok, saya mahasiswa kedokteran semester 1 ingin bertanya:
    1. bagaimana cara mengubah paradigma dari belajar konvensional ke belajar dengan sistem PBL ini?
    2. kemudian adakah kaitanya antara PBL dan Evidence Based Medicine?

    terima kasih.

  87. fahri husaini alkaff said

    assalamualaikum…
    lagi nyari bahan buat essai KTI,,eh malah nemu blog punya dokter…

    sklian j deh mau tnya..apakah di tempat kampus dokter ada mini kuis juga seperti d kedokteran UII yang mrupakan fakultas kdokteran di Indonesia pertama yang mnggunakan PBL sejak 2001…
    kalo tempat dokter sejak kapan c PBLnya??

  88. abdul karim said

    saya mahasiswa pendidikan matematika saya masih bingung tentang PBL. jika bp memiliki jurnal tentang PBL,bolehkah kiranya kirim ke doel_4574p@yahoo.co.id

  89. abusyafiq said

    sy lagi nyari source ttg PBL….makasih..

  90. egga said

    ass,dok saya mau tnya,saya kan bru jah lulus sma,nah skrg alhamdulilah saya ktrima d FKG, nah kebetulan saya ikut tutorial yg baha inggris, sedangkan bahsa inggris saya gg begitu baik,tlong saranya dok supaya saya dpat mengikuti tutorial, trimakasih

  91. zulharman said

    @egga
    kunci untuk belajar sukses english adalah trus berlatih dan tidak malu untuk bicara.

  92. Mentari Ulfah said

    asalamualaikum wr wb.
    dokter, saya dr fk universitas bengkulu. saya angkatan kedua, sistem pbl sudah d terapkan d fk unib. saya masih bingung dok, dgn sistem belajar PBL,,,,, menurut saya, beberapa kendalanya:
    1. mahasiswa masih terbawa cara belajar di SMA, ketika diskusi & pleno.,,, mahasisawa cenderung bertanya dg menjatuhkan.,,,, bukannya sharing….,,, suasana diskusi ilmiah kurang terasa.,,,
    2. menurut saya, sistem PBL murni punya beberapa kendala. saya merasa d sistem pbl ini, siswa benar” d lepas untuk belajar sendiri. ada rasa jenuh juga dok,,, d lepas terus dgn sedikitnya bimbingan yg d berikan oleh dosen.
    3. mungkin jg para siswa blm memahami sistem diskusi ilmiah. apa itu identifikasi masalah, analisis masalah, hipotesis yg baik, dan membuat kesimpulan yg efektif. saya jg masih bingung dok,, kan banyak versi cara membuat identifikasi, analisis masalah, dan hipotesis. bagaimana solusinya dok,,, terima kasih.
    saran saya, bagaimana kalau bagaimana sistem pbl dgn sitem yg lama d padukan.

  93. MUAMAR said

    saya sangat senang dengan metode pembelajaran PBL yg telah lama di terapkan, akan tetapi? yg jadi persoalan bagi saya di sini apakah pembelajaran ini bisa terus di terapkan jikalau bertentangan dengan kurikulum yang berprgangan pada waktu yang tela di tetapkan.karena dari hasil pengamatan saya tentang METODE PBLini terxata metode pembelajaran ini membutuhkan yg lebih panjang di bandingkan dgn waktu pembelajaran yang telah ditentukan oleh kurikulum….?

    BY MUAMARGAILEA..(UNIDAR 2009)

  94. Dwi Wahyu Ariani said

    Pak, saya guru Bshasa SMPN 1 Klari Kab. Karawang sangat tertarik dengan metode ini. saya ingin menggunakan ini dalam pembelajaran di sekolah saya. dengan mendata kasus dan menganalisis kasus tersebut, saya rasa ada beberapa materi yang terkadang sulit dipahami siswa kalau sekedar membaca dan menghafal. saya ingin terkadang mngorientasikan siswa pada permasalahan misalnya saja tentang pnulisan surat resmi yang sering salah. dari data tersebut siswa dapat menganalisis dan akhirnya menemukan sendiri penulisan surat yang benar. agar mereka kelak jika menjadi administrator tidak mengalami kesalahan lagi. apakah bisa metode pbl ini saya gunakan dalam pembelajaran di SMP, karena saya tahun kemarin menggunakan metode project-based learning dalam pembelajaran dan hasilnya luar biasa, siswa saya senang karena mereka bisa mengorganisir suatu pembelajaran dan guru hanya sebagai pembimbing saja. tolong dijawab, ya, pak? satu lagi, pak, pbl itu metode atau pendekatan?

  95. Anonymous said

    @Dwi
    Terimakasih Bu
    PBL dapat kita pakai sebagai metode pembelajaran maupun pendekatan.
    Kalau sebagai pendekatan saya pikir kita akan menuju ke penerapan PBL secara menyeluruh di dalam kurikulum.
    Sebagai sebuah metode saya pikir dapat kita pakai dalam kontek satu mata pembelajaran.
    PBL ini dapat Ibu terapkan di SMP. Di mulai dari membuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, lalu dari tujuan ini di tuangkan ke dalam skenario pemicu yang nyata nantinya pelajar tersebut akan di hadapinya di masyarakat. Contoh yang Ibu paparkan tersebut sudah benar. Lalu nantinya untuk penerapannya gunakan 7 langkah (Mastricht 7 jump).
    Terimakasih

  96. zulharman said

    @Dwi
    Terimakasih Bu
    PBL dapat kita pakai sebagai metode pembelajaran maupun pendekatan.
    Kalau sebagai pendekatan saya pikir kita akan menuju ke penerapan PBL secara menyeluruh di dalam kurikulum.
    Sebagai sebuah metode saya pikir dapat kita pakai dalam kontek satu mata pembelajaran.
    PBL ini dapat Ibu terapkan di SMP. Di mulai dari membuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, lalu dari tujuan ini di tuangkan ke dalam skenario pemicu yang nyata nantinya pelajar tersebut akan di hadapinya di masyarakat. Contoh yang Ibu paparkan tersebut sudah benar. Lalu nantinya untuk penerapannya gunakan 7 langkah (Mastricht 7 jump).
    Terimakasih

  97. zulharman said

    @Muamar
    Sebelum melaksanakan PBL, saya pun berpikir demikian. Namun setelah mengalami dan melaksanakannya selama 4 tahun ternyata PBL merupakan metode belajar yang menyiapkan mahasiswa untuk mau dan mampu belajar mandiri nantinya setelah lulus. Karena tidak mungkin mengajarkan semua materi di bangku universitas, dan materi tersebut akan terus bertambah.

  98. dwi said

    Maksaih, pak, atas tanggapannya. metode ini akan saya gunakan untuk menulis PTK. semoga, bisa.

  99. ERIK KUSUMA said

    BAGAIMANA CARA UNTUK MENGEVALUASI PRESTASI BELAJAR MHSW BILA MENGGUNAKAN PBL? APAKAH DOMAIN YG DIEVALUASI TETAP KOGNITIF, AFEKTIF, PSIKOMOTOR?

  100. zulharman said

    Pbl lebih ke arah kognitif dan afektif untuk penilaiannya.

  101. gagah said

    mas Zulharman mau nanya
    kalo referensi SDLR yang berbahasa indoesia ada nggak yaa
    tolong ya

  102. zulharman said

    @Gagah

    Thesis saya tentang SDLR pake bahasa Indonesia Mas. Ada di koleksi perpustakaan FK UGM. Terimakasih

  103. gagah said

    maksud aku, kalo mau melhat refernsi lain sepert buku yang
    berbicara tentang SDLR tapi berbahasa indonesia. judulnya apa ya..

  104. ulil said

    permisi.. saya dari f.k umi makassar, ada tidak jurnal tentang pbl ? kalo ada boleh saya minta? email saya itsme1490ulil@yahoo.com

  105. bari said

    bagaimana sih sistem pbl, kalau ada modul yang K or TL Utk mengulangnya.

  106. kim said

    askum pak dokter. Sy mhsw smt 7 sdg bljr riset keprwtn! Mw ngmbl ttg pengarh pbl terhdp hsl bljr mhsw, tp msh bingung mw ngambl matkul apa? Pencernaan, syarf atau yg lain! Blh sarany pak? Truz metode penelitian apa ya yg paz sdngkn di palembng blum ada yg menggnkn pbl? Makash pak

  107. kim said

    askum pak.
    Sy mhsw psik smt 7 lg bljr riset keperwtn
    pak, sy mw metode penelitian apa ya yg cocok untk pengaruh metode pbl trhdp hsl bljr mshw dalam matkul ……….
    Sdngkan di palembang blum ada yh menggunakan pbl. Dan matkul apa ya yg bisa disarankan bapak untuk penelitian ini’ apa sistem pencernaan, yaraf, ato yg lainnya. Tqqqqq pak

  108. Anonymous said

    asslamualaikm pA’
    pA si maksuD dri cra bljar dgn mode PBL tu sndri…???

  109. Anonymous said

    assalamualaikum pak,
    saya mhs dari uisu,mw tnya,
    ap hubungan pbl denngan adult learning?

    tq pak……….

  110. ida said

    assalamu’alaikum,dok.
    saya mencari model tutorial yang bagus dalam bentuk video.
    apa dokter punya video contoh tutorial atau mungkin ada referensi yang bisa dibagi? makasih..

  111. [...] http://zulharman79.wordpress.com/2007/07/15/problem-based-learning-pbl/ … other posts by Hilman Suhaili [...]

  112. Hamka said

    Asskum pa dokter, saya sedang mencari tentang PBL eh ketemu artikel punya bapak dan bagus banget
    sekalian saya ingin bertanya:
    – sepanjang yang saya baca PBL cukup sukses di universitas, nah ada ga satu sekolah dasar yang sudah berhasil menggunakan metode PBL, kebetulan saya ngajar di SD yang mulai menggunakan PBL tapi ga tau bagaimana cara melakukannya

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih

  113. Anonymous said

    salam,,,
    apa bedanya problem based learning dan problem based solving?
    model skenario keduanya dibedakan berdasar apa?

  114. Lina said

    dook…..bagaimana proses PBL untuk skill lab??
    ada literaturnya ttg PBL skill lab?ato buku nya?
    makasih dok…

  115. pbl sama pbi apa bdanya?

  116. [...] -Problem Based Learning adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini mahasiswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan PBL. (http://zulharman79.wordpress.com/2007/07/15/problem-based-learning-pbl/) [...]

  117. Suzette said

    It’s hard to come by educated people for this topic, however, you sound like you know what you’re talking about!
    Thanks

  118. mustika said

    assalamualikum dok
    saya mahasiswabaru ,masih bingung dengan pelaksanaan tutorial di pbl,apakah bisa dijelaskan

  119. [...] Sumber pengertian PBL : http://zulharman79.wordpress.com/2007/07/15/problem-based-learning-pbl/ [...]

  120. Heya!
    I just wanted to ask if you ever have any problems with hackers?
    My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing a few
    months of hard work due to no data backup. Do you have any solutions to stop hackers?

  121. Hi, of course this piece of writing is really fastidious and
    I have learned lot of things from it about blogging.
    thanks.

  122. You ought to be a part of a contest for one of the best websites online.
    I’m going to recommend this blog!

  123. So I’ve identified them for a very long, very long time. The ultimate designer merchants to discover unique things include things like Louis Vuitton, Lacoste, Burberry, David Yurman, Chanel, tory burch and Salvatore Ferragamo amongst other folks.

  124. dok mau tanya. apakah ada universitas yang blm mnerapkan sistem PBL?

  125. Salam kenal dok .. sya novy dari stikes karya husada kediri..
    moho maaf dok, sya sedang melakukan penelitian utk skripsi yg berjudul hub. metode pembelajaran seven jump dengan kemandirian belajar mahasiswa…
    sya berencana utk menggunakan instrumen embar observasi sebagai alat pengukur seven jump. apakah ini cocok? dan kalau memang cocok,bskah dokter membantu untuk panduan observasinya???
    terimakasih dok.. :)

  126. yes sekali pk dr penjelasannya ok dengan bahasa yang ringan, tapi mantab habis

  127. yes sekali pk dr penjelasannya ok dengan bahasa yang ringan, tapi mantab.

  128. Siti Rokhanah
    saya sedang nyusun disertasi tentang model PBL untuk pembelajaran IPS di MTs, senang sekali membaca komentar dokter tentang pengalaman PBL di FK

  129. Maggie said

    Right here is the perfect website for anybody who
    really wantrs to understand this topic. You understand
    so much its almost tough to argue with you (not that I really ill need to…HaHa).
    You definitely put a brand nnew spin on a topic that’s been written about for ages.
    Excellent stuff, just wonderful!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: