CONTOH PEMBUATAN BUKU BLOK BERDASARKAN KOMPETENSI DOKTER
Ditulis oleh zulharman di/pada Agustus 18, 2007
Ini adalah contoh pembuatan buku blok reproduksi berdasarkan kemampuan yang harus dicapai oleh dokter yang ada dalam buku standar kompetensi dokter. Silahkan klik link ini. Semoga bermanfaat.
http://www4.webng.com/antibodi2002/contoh%20pembuatan%20buku%20blok.pdf
dr.Zulharman, M.Med.Ed ;
Staf Pengajar FK Unri, Email : FK.UNRI@Gmail.com YM ID : arman79id


ida sari fikana berkata
find journal about curiculum block
sibermedik berkata
tapi menurut saya d UNS penggunaan sistem BLOK PBL malah mengurangi jam praktikum..seperti anatomi misalnya..padah anatomi merupakan modal utama sebagai dokter
rizki berkata
Trims, Zul.
to sibermedik:
saya rasa yang dikurangi bukan “jam praktikum”. tetapi “jam praktikum yang dijadwalkan secara semena-mena oleh institusi”. kalo mahasiswa merasa perlu & menghendaki, tentu saja ia berhak meminta praktikum kepada institusi. that’s the freedom of learning in PBL.
sibermedik berkata
@ rizki
no comment
zulharman berkata
@ sibermedik
Dalam PBL memang agak sulit dalam mengakomodasi jumlah jam pembelajaran seperti praktikum anatomi sehingga kemungkinannya jamnya dikurangi. Namun sebenarnya di PBL mahasiswa juga sangat dituntut untuk belajar secara mandiri. PBL lebih menekankan pada pembentukkan konsep-konsep daripada informasi yang bersifat factual. Jadi masalah anatomi diintegrasikan dengan masalah klinik untuk pembentukkan konsep dan dengan PBL nantinya mendorong deep learning sehingga nantinya mahasiswa sendiri yang akan belajar mandiri menambah jam praktikum anatomi nya berdasarkan konsep yang terbentuk dalam PBL.
@ Rizki
Trms sudah berkunjung ke sini
iis berkata
kalau menurut saya yang sudah menjalani sistem PBL, sebenarnya kurikulum baru ini bagus mahasisiwa jadi lebih aktif, belajar juga lebih menyenangkan karena tidak terpaku dengan kuliah saja, tetapi terkadang kita belum tahu dasarnya tapi sudah diajarkan macam-macam itu dia yang susah membagi waktunya kita kadang belum sempat baca macam2. walaupun akhirnya kita mengerti. Kalau masalah praktikum memang agak sedikit berkurang waktunya tetapi masih bisa ditoleransi. Dan satu lagi yang paling penting, untuk menjalankan sistem ini harus siap baik mahasiswa maupun dosennya.
zulharman berkata
@ iis
Thank,s atas sharing penggalamannya. Sangat berguna untuk bahan pengembangan kurikulum.