Production house untuk KBK
Ditulis oleh zulharman di/pada Agustus 20, 2008
Penerapan KBK dengan pendekatan PBL dan skill labs sebagai ciri khas yang membedakan dengan kurikulum konvensional memang cukup memakan sumber dana yang besar. Terutama untuk skill labs hal ini sangat dirasakan sekali. Pemenuhan manekin yang berharga mahal lambat laun akan menjadi kendala. Dalam PBL begitu juga, terutama masalah pembuatan buku blok atau buku modul yang memerlukan dana yang besar.
Untuk menyikapi hal di atas dan terinspirasi dari pepatah “sumber dana terbatas, sumber kreativitas dibatasi tak terbatas”, perlu kiranya institusi pendidikan kedokteran mulai berkreativitas dengan membuat production house, yang menurut saya dibagi dalam tiga divisi.
1. Divisi media cetak. Khusus untuk memenuhi pembuatan buku blok, buku modul, study guide, jurnal ilmiah, dll yang berbau media cetak
2. Divisi audio video, khusus untuk memenuhi pembuatan video simulasi, computer assist learning (CAL), dll yang berbau audio video
3. Divisi bengkel skill lab, khusus untuk memenuhi pembuatan manekin sari yang sederhana sampai yang komplek.
Viva Medica
dr.Zulharman, M.Med.Ed ;
Staf Pengajar FK Unri, Email : FK.UNRI@Gmail.com YM ID : arman79id


sibermedik berkata
Wah..senada dengan saya dan dosen saya kembangkan. Mengkonversi video-video kedokteran menjadi format .3gp agar bisa diakses dimanapun kapanpun hanya dengan ponsel ber video player dalam rangka sosialisasi M-Learning (Mobile Learning).
elias berkata
sebenarnya fakultas memilki beberapa kesempatan dalam mencari sumber dana baru, sayangnya saat ini sumber-sumber tersebut belum dijamah mungkin karena ketidak tahuan atau karena tidak peduli hehehehe
om sibermedik dah maju selangkah, maju terus bos kalo butuh bantuan saya siap ngebantu loh…
zulharman berkata
@sibermedik
Sip , ntar kalo lupa prosedur tindakan , tingal pencet HP. Ditunggu website kumpulan 3GP nya
@Elias
sebenarnya karena birokrasi yang menghambat. Apalagi untuk FK negeri ngak boleh sembarang mencari sumber dana , ntar disangka KKN
sibermedik berkata
@Elias
saya butuh bantuan..bantuan hukum he5x..coz mengkonversi video yg di grab (via youtube misal) apa nggak kena copyright?
elias berkata
hmm tergantung sih ada beberap yang bisa kena tp dicoba aja kali, masalah kena pinalti ato gak tinggal kita lihat kalo ada yang komplain baru ditindak lanjuti kalo ndak ada yang komplain biarin aja wong niat kita khan buat pendidikan, biasanya kalo buat pendidikan dibiarin ama yang punya.
lebih mantep kalo kita bisa bkin ndiri videonya kekekeke man modallnya gede ndak tahan (semoga taon depan video yang lagi digarap ama tim ku bisa lounching) tp seperti kata dokter zul biaya bukan menjadi halangan buat mengembangkan kreatifitas
sukses slalu bos
zulharman berkata
@sibermedik & elias
kalo saya baca di copyrightnya youtube.com, tidak saya temukan bahwa video-video di youtube itu miliknya youtube, malahan youtube meneruskan tangung jawab video yang diupload di youtube ke penguploader tsb. Apalagi video youtube yang kita upload mesti ada lambang youtubenya tuh di video.
Coba aja pelajari lebih lanjut di Copyright Infringement Notification
http://www.youtube.com/t/dmca_policy
elias berkata
Satukan tangan,satukan hati
itulah indahnya silaturahmi
Di hari kemenangan kita padukan
keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin
sukses selalu
zulharman berkata
@elias
Mohon maaf lahir bathin Mas Elias
ria berkata
mas, sy pengen sharing banyak tentang kurikulum yang baru ini. Klo bisa aq minta emailnya dunk…….!
ria berkata
mas, sy pengen sharing banyak tentang kurikulum yang baru ini. Klo bisa aq minta emailnya dunk…….!
pspd.untad@yahoo.co.id
fatih berkata
maaf oot, kalau bisa link afsyuhud.blogspot diganti ke afatih.wordpress.com saja. trims.
zulharman berkata
Oke , udah ane ganti ,thanks
Tanda Seru Desain berkata
wah setuju niy…
kemaren abis liat demo bedah caesar
videonya keren, bisa nambah pengetahuan juga..
perlu niy diusulkan…