FOTO-FOTO DOKUMENTASI PELAKSANAAN OSCE DI FK UNRI (Courtesy Skill Labs FK Unri)
(Incisi absces, interpretasi foto, EKG , Pemeriksaan fisik paru, komunikasi, pemeriksaan fisik jantung, dan Menjahit luka)
Ditulis oleh zulharman di/pada Juli 22, 2008
FOTO-FOTO DOKUMENTASI PELAKSANAAN OSCE DI FK UNRI (Courtesy Skill Labs FK Unri)
(Incisi absces, interpretasi foto, EKG , Pemeriksaan fisik paru, komunikasi, pemeriksaan fisik jantung, dan Menjahit luka)
Ditulis dalam Assessment Development | 4 Komentar »
Ditulis oleh zulharman di/pada Desember 1, 2007
Ditulis dalam Assessment Development | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar
Ditulis oleh zulharman di/pada Juni 18, 2007
Pendahuluan
Penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), maka seorang lulusan dokter harus memiliki kompetensi yang sudah ditetapkan. Seorang lulusan pendidikan kedokteran harus mampu menunjukkan ketrampilan kliniknya di dunia kerja. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa seorang lulusan dokter tersebut telah memiliki kompetensi klinik maka diperlukan suatu penilaian untuk mengukur kompetensi tersebut. Miller (1990) mengemukakan ada empat level penilaian ketrampilan klinik yang terdiri dari Knows, Knows how, Shows how dan does. Penilaian ketrampilan klinik selama ini umumnya menilai pada level knows dan knows how. Penilaian pada level ini tidak bisa memastikan kompetensi yang dimiliki seorang dokter. Penilaian ketrampilan klinik sampai tingkat shows how dan does perlu dilakukan. Penilaian yang sesuai dengan konsep Miller dapat dilihat dibawah ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Assessment Development | 12 Komentar »
Ditulis oleh zulharman di/pada Mei 29, 2007
Zulharman Mahasiswa S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada PENDAHULUAN
Perubahan paradigma pendidikan kedokteran dari teacher centre ke arah student centre tidak hanya membawa dampak terhadap metode dan aktifitas belajar seperti penerapan Problem Based Learning (PBL), akan tetapi juga terhadap cara penilaian hasil belajar di fakultas kedokteran. Self assessment dan peer assessment merupakan cara penilaian hasil belajar yang berpusat pada pelajar. Metode penilaian ini dapat diterapkan untuk menilai kemampuan kognitif maupun kemampuan non kognitif pelajar apabila dilihat dari kemampuan yang ingin diuji dan dapat sebagai alat penilaian formatif dan sumatif apabila dilihat dari tujuan penilaian. Perdebatan metode ini digunakan sebagai alat penilaian meliputi masalah validitas dan reliabilitasnya sehingga metode ini lebih sering diterapkan sebagai penilaian formatif daripada sumatif. Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba memaparkan kemungkinan penerapan self assessment dan peer assessment di institusi penulis.1 Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Assessment Development | 12 Komentar »