PERANCANGAN MAKRO KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dirancang dengan menggunakan system backward yaitu dimulai dengan perumusan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter dalam pekerjaannya dan lalu berdasarkan kompetensi tersebut dirancang pengalaman belajar yang dapat mencapai kompetensi tersebut.
Brown Medical School mengemukakan ada 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter yang terdiri dari effective communication, basic clinical skills, using basic science in the practice of science, diagnosis, management and prevention; lifelong learning; professional development and personal growth; the social and community contexts of healthcare; moral reasoning and clinical ethics; problem solving. Sedangkan model Scottish doctor mengemukakan ada 12 kompetensi, yang dikategorikan dalam tiga elemen yaitu elemen pertama adalah what the doctor is able to do (clinical skills, practical procedures, patient investigations, patient management, heath promotion and diseae prevention, communication, medical informatics), elemen kedua how the doctor approaches his or her practice (basic, social and clinical sciences; attitudes, ethical understanding and legal responsibilities; decision making skills and clinical reasoning), elemen ketiga the doctor as a aprofesional (the role of the doctor within the health service; personal development).
Konsil Kedokteran Indonesia telah menentukan ada 7 area kompetensi area kompetensi dokter Indonesia yang diturunkan dari gambaran tugas, peran dan fungsi seorang dokter ketika bekerja. Tujuh area kompetensi tersebut adalah Komunikasi efektif; Keterampilan Klinis; Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran; Pengelolaan Masalah Kesehatan; Pengelolaan Informasi; Mawas Diri dan Pengembangan Diri; Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien. kompetensi dokter Indonesia ini telah dijabarkan secara lengkap di dalam buku standar kompetensi. Buku ini merupakan kerangka acuan utama dalam mengembangkan kurikulum bagi institusi pendidikan kedokteran. Sehingga, walaupun kurikulum berbeda, tetapi dokter yang dihasilkan dari berbagai institusi diharapkan memiliki kesetaraan dalam hal penguasaan kompetensi. Setiap area kompetensi ditetapkan definisinya, yang disebut kompetensi inti. Setiap area kompetensi dijabarkan menjadi beberapa komponen kompetensi, yang diperinci lebih lanjut menjadi kemampuan.
Buku standar kompetensi ini digunakan dalam perancangan kurikulum berbasis kompetensi di fakultas kedokteran . Berdasarkan kompetensi yang telah ada di buku tersebut maka tugas berikutnya adalah menyusunan Makro kurikulum dengan beberapa langkah yaitu :
1.Penentuan tahun/fase
2.Pemetaan hasil belajar (LO) ke dalam tahun/fase
3.Tentukan tema tahun/fase
4.Tentukan tema blok
5.Distribusikan LO/Hasil Belajar tahun ke setiap Blok
6.Distribusi Problems, Diseases, Clinical skills dan knowledge ke dalam blok-blok.

15 thoughts on “PERANCANGAN MAKRO KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN

  1. pada prinsipnya pelaksanaan kbk adalah membentuk sebuah cara berpikir yang sistimatis, tetapi terkadang dilapangan tidak terlihat seorang mahasiswa memiliki konsep atau alur berpikir yang jelas. yang salah sistimnya ato manusiannya dok ?

  2. Wah pertanyaan ini sulit dijawab Pak, perlu analisa yang dalam apalagi kalau sudah bicara sistem dan juga perlu kontek terjadinya dimana dulu.

  3. Salam kenal…..
    saya gurdani….dari Bandung mau ikut komentar nich…..
    Kalau KBK diberlakukan, berarti kalau untuk kedokteran yang ngajar dokter semua dong…apa benar begitu????
    apa ga butuh ahli komputer, sosiologis, dll???
    overall articlenya lumayan bermanfaat….

  4. @ Danni

    Konsil Kedokteran Indonesia telah menentukan ada 7 area kompetensi dokter Indonesia yaitu Komunikasi efektif; Keterampilan Klinis; Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran; Pengelolaan Masalah Kesehatan; Pengelolaan Informasi; Mawas Diri dan Pengembangan Diri; Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien.

    Nah dari kompetensi di atas misalnya untuk komunikasi efektif dalam proses mengajar dan mengajar bisa melibatkan dari sosiolog, psikolog. Untuk pengelolaan informasi bisa melibatkan ahli teknologi informatika. Untuk etika medikolegal melibatkan ahli hukum. Jadi kesimpulannya kompetensi yang dimaksud untuk lulusan dokter, bukan yang mengajar harus dari dokter. Terimakasih

  5. alhamdulillah..jadi wawasan buat saya.
    oya dok, skarang ni saya sedang membuat KTI-tugas akhir saya- kebetulan medical education..saya agak kesulitan dengan referensi bukunya, kira2 dokter ada saran..?
    maaf bila merepotkan…terimakasih sebelumnya

  6. @Vie
    Referensi buku Medical Education :
    Practical Teacher editor harden
    Basic medical education oleh Kho Eng dan Amin.
    Jika FK anda dapat bantuan buku medical education dari HWS, mestinya buku ini ada dalam perpustakaan FK Anda dan juga buku lainnya yang membahas tentang pengembangan MeDu.

  7. Dok mo nanya ne kr2…..tamat di kedokteran brp taon dok???? n atu lg ad gak beasiswa utuk S1 Kedokteran

  8. @Aoky
    Tamat dari pendidikan dokter rata-rata sekarang ini 5 tahun. Untuk beasiswa banyak ada dari pemda, dari perusahaan , dari institusi dan pemerintah.

  9. pak zulharman yang baik..
    sebelumnya assalmmualaikum..

    gini pak, saya kan lagi bikin kti tentang medical education..
    naa saya pake tulisan bapak buat reperensi..
    ternyata dr uma (katanya si temen anda) tenyata kurang berkenan..

    saya cuman mo bilang
    dunia ini seeemmmmmpiiiiiiiiiiittttttttttttt buanged sieh!!!!!!!!!!!!
    masak yo dosen pembimbingqu temen dari orang yang aq “chit”????
    AAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!

    naaa sekartang saya bingung nyari reperensinya lagii..
    dr uma mintanya ada bahas tentang standar pendidikan perguruan tinggi di Indonesia
    aq cari2 di internet adanya yg buat tk-smu/smk
    ada saraaannn wahai teman dari dosen pembimbing saya??

    betewe, saya ngeadd anda di ym loo..
    tar kalu ol invite me ya dok..
    curhat katei..
    hikshikshiks…

  10. asslkm……………….
    MLm pk dok??
    zahra pngen brhasil ky’ pk dok.
    Jgn prnh bosen nyalurin ilmu y dok?????????????
    WSSSLM.

  11. Ping balik: PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG « Akhmad Fathurrohman

  12. Hi Dok,

    kira2 punya gak data tentang FK2 di Indonesia yang sudah memanfaatkan standardized patient untuk clinical skills training (undergraduate education)?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s