SERBA-SERBI KOMPETENSI

APAKAH PENGERTIAN KOMPETENSI ?

Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002 kompetensi adalah ‘seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas – tugas di bidang pekerjaan tertentu’ 

Carraccio, et.al. (2002) menyimpulkan bahwa:‘Competency is a complex set of behaviours built on the components of knowledge, skills, attitude and competence as personal ability’. 

Epstein and Hundert (2002) memberikan definisi sebagai berikut ‘Professional competence is the habitual and judicious use of communication, knowledge, technical skills, clinical reasoning, emotions, values, and reflection in daily practice to improve the health of the individual patient and community 

Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah “pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur”. 

APAKAH KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG DOKTER DI INDONESIA?

  I. Area Komunikasi Efektif

1. Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya2. Berkomunikasi dengan sejawat3. Berkomunikasi dengan masyarakat4. Berkomunikasi dengan profesi lain 

II. Area Ketrampilan Klinis

5. Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting  tentang pasien dan keluarganya6. Melakukan prosedur klinik dan laboratorium7. Melakukan prosedur kedaruratan klinis 

III. Area Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran

8. Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer9. Merangkum dari interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai10. Menentukan efektivitas suatu tindakan

 IV. Area Pengelolaan Masalah Kesehatan

11. Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat12. Melakukan Pencegahan Penyakit dan Keadaan Sakit13. Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan pencegahan penyakit14. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan15. Mengelola sumber daya manusia dan sarana – prasarana secara efektif dan efisien dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga

 V. Area Pengelolaan Informasi

16. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan, dan pemantauan status kesehatan pasien17. Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi18. Memanfaatkan informasi kesehatan 

VI. Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri

19. Menerapkan mawas diri20. Mempraktekkan belajar sepanjang hayat21. Mengembangkan pengetahuan baru 

VII. Area Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien

22. Memiliki Sikap profesional23. Berperilaku profesional dalam bekerja sama24. Sebagai anggota Tim Pelayanan Kesehatan yang Profesional25. Melakukan praktik kedokteran dalam masyarakat multikultural di Indonesia26. Memenuhi aspek Mediko-legal dalam praktik kedokteran27. Menerapkan keselamatan pasien dalam praktek kedokteran   

BAGAIMANAKAH GAMBARAN KOMPETENSI DOKTER DI LUAR NEGERI?

 ·               Brown Medical School mengemukakan ada 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter yang terdiri dari effective communication; basic clinical skills; using basic science in the practice of science; diagnosis, management and prevention; lifelong learning; professional development and personal growth; the social and community contexts of healthcare; moral reasoning and clinical ethics; problem solving. 

 ·               Scottish doctor mengemukakan ada 12 kompetensi, yang dikategorikan dalam tiga elemen yaitu elemen pertama adalah “what the doctor is able to do” (clinical skills, practical procedures, patient investigations, patient management, heath promotion and diseae prevention, communication, medical informatics), elemen kedua “how the doctor approaches his or her practice” (basic, social and clinical sciences; attitudes, ethical understanding and legal responsibilities; decision making skills and clinical reasoning), elemen ketiga “the doctor as a a professional” (the role of the doctor within the health service; personal development). 

6 thoughts on “SERBA-SERBI KOMPETENSI

  1. met malam dok, gimana kabarnya ?
    dah lama nih ga blogwalking, ternyata dah banyak di upgrade blognya.
    ada yang ingin saya tanyakan dok, bagaimana menurut dokter mengenai area kompetensi V. dalam sub bab mengatakan “dokter harus dapat menggunakan internet dengan baik”
    kira-kira seperti apa yang disebut berinternet dengan baik untuk dokter dan mahasiswa, dok ?
    menurut dokter apakah mahasiswa dapat diajarkan ngeblog sebagai mata kuliah tambahan :D:D

  2. “6.5. Area Pengelolaan Informasi
    6.5.1. Kompetensi Inti
    Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampu-terapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer
    6.5.2. Lulusan Dokter Mampu
    1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan, dan pemantauan status kesehatan pasien
    Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik ”

    Dari isi standar kompetensi yang saya cuplik dari buku standar kompetensi, tampak seorang lulusan dokter harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik. Bentuk teknologi informasi dan komunikasi ada banyak bentuk dan format. Tetapi kelihatannya ada penekanan pada internet.
    Menurut saya berinternet dengan baik untuk dokter dan mahasiswa yaitu kemampuan berinternet dalam hal mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampu-terapan informasi yang mendukung dokter dalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer (Kompetensi inti).

    Bentuk Nyatanya :
    1. Kemampuan searching literature atau informasi kesehatan dengan menggunakan mesin pencari (search engine seperti Google atau Yahoo). Kemampuan ini penting karena ada milyaran informasi di internet sehingga mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan searching yang efektif agar tidak tersesat dalam rimba internet. Materi yang diajarkan misalnya bagimana cara menggunakan tanda atau logika Boolean dalam search engine. Bagaimana memilih key word yang efektif.
    2. Kemampuan menganalisa secara kritis informasi yang ada di internet. Ada beberapa syarat yang dikatakan informasi di internet layak dipakai. Khusus untuk informasi kesehatan dan kedokteran kita bisa menggunakan standar dari HON CODE atau URAC. (coba searching dgn keyword HON CODE atau URAC).
    3. Kemampuan mendokumentasi atau menyimpan hasil pencarian kedalam folder yang rapi sehingga nantinya mudah diakses bila diperlukan.
    4. Kemampuan pendukung yang diperlukan, misalnya menggunakan web browser selain internet explorer seperti mozilla atau opera serta mengenal tipe atau format file hasil download internet seperti html, asp, php, exe, 3gp, mhtml, dll.
    5. Kemampuan membuat dan mengirim email serta mailing list.
    6. Kemampuan bagaimana berpartisipasi dalam sebuah learning management system seperti MOODLE atau ATUTOR. Intinya kemampuan untuk ikut dalam sebuah forum diskusi atau pembelajaran. Hal ini penting nantinya dalam rangka continuing medical education yang kedepannya menggunakan distance learning yang berbasis learning management system.

    Untuk kemampuan membuat Blog boleh saja diajarkan karena membuat blog sudah sangat mudah sekali , tidak seperti membuat website seperti dahulu. Blog ini dapat digunakan sebagai web log book yang sangat baik untuk mengembangkan pengalaman belajar mahasiswa yang berisi pengalaman belajar yang telah mereka lalui dan refleksinya serta dapat digunakan sebagai wadah peer assessment. Nah itulah beberapa kemampuan yang mungkin perlu, jika ada tambahan silahkan informasikan ke saya supaya dapat kita diskusikan, kalau bisa nanti kita bersama-sama menyusun contentnya yang mana kemampuan ini bisa diajarkan dalam blok learning skill atau study skill.

    Wah sekarang blog dr. Elyas sudah berubah menggunakan JOOMLA. Salut deh. JOOMLA dan MAMBO memang bagus sebagai sebuah web yang bertujuan untuk content management system. Saya sudah pernah mendownload materi power pointnya. Mudah-mudahan dengan sistem ini kedepannya dapat dibuat sebuah content management system yang dapat di share dengan FK-FK yang ada di Indonesia.
    Kalau ada waktu , silahkan juga dr. Elyas juga mencoba MOODLE atau ATUTOR yang digunakan untuk learning management system.

    Sekian dulu ya dr.Elyas. Jika ada komentar silahkan nanti kita diskusikan. Terimakasih

  3. makasih dok jawabannya sekarang jadi lebih ngerti lagi, insya allah jika seluruh konten di web saya dah beres baru saya publikasikan untuk temen-temen dokter lainnya.
    rencana saya akan bekerjasama dengan CJO untuk penyediaan jurnal online dan beberapa database lainnya.
    oh iya dokter tau aja kalo sekarang saya sedang mendalami untuk pembuatan kelas e-learning. tp masih newbie saya coba pelajari moodle tetapi masih baru kalo atutor baru dengar dan segera dipelajari smoga dalam waktu dekat bisa di jadi prototype nya
    doain yach dok. kalo kapan-kapan saya ke tempat dokter boleh khan sekalian nambah ilmu hehehehe

  4. @dr. Elyas
    Semoga sukses ya databasenya
    Perbedaan Atutor dengan Moodle terletak pada ukuran file sofware aslinya dan kesederhanaannnya. Atutor sangat sederhana namun bila kita mau dapat kita tambahkan plug in.
    Moodle sangat lengkap dan file softwarenya juga besar.
    Ya silahkan kalau mau berkunjung untuk saling berbagi ilmu.

  5. ass,
    dokter saya mahasiswi kedokteran angkatan 2007, dokter apakah benar lulusan dokter dr program PBL yang skrg ini lbh dkenal dgn sbutan dokter klrg? yang ingin saya tanyakan di sini apakah beda antara lulusan kedokteran sistem PBL dgn sistem konvensional yang lalu? klu iya saya mhn pnjelasan dokter. terima kasih sblm’a y dok…………

  6. @ fitrawati nur
    Wss,

    PBL merupakan suatu strategi/metode pembelajaran.
    Bedanya sistem konvensional bersifat teacher centre dalam pembelajaran, disiplin based. Sedangkan PBL bersifat student centre, integration dan belajar berdasarkan masalah sebagai titik awal pembelajaran yang umumnya dilakukan dalan diskusi kelompok kecil. Jadi lulusan dokter PBL tidak lulusan dokter keluarga.
    Namun materi dokter keluarga bisa dikembangkan sebagai masalah skenario dalam PBL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s