PENDAHULUAN : PROBLEM BASED LEARNING

zulharman

Problem Based Learning (PBL) ternyata memiliki daya tarik. Setelah beberapa lama saya memposting mengenai PBL di blog ini banyak tanggapan dari para pengunjung. Saya minta maaf kalau posting PBLnya singkat (soalnya lagi sibuk) dan menjawab comment dari pengunjung mungkin tidak memuaskan. Saya akan mencoba untuk memposting mengenai PBL ini dimulai dari pendahuluan yang akan menjelaskan prinsip dasar tentang PBL. InsyaAllah selanjutnya tentang cara merancang PBL dan terakhir cara mengevaluasi PBL. Mengikuti perkembangan comment tentang PBL di blog ini (terimakasih atas commentnya), saya ingin mencoba menyimpulkan hal-hal yang perlu atau sering ditanyakan.

1. PBL menggunakan triger berupa masalah (skenario kasus) sebagai titik awal pembelajaran. Trigger ini disusun berdasarkan masalah nyata yang dihadapi (real case) sehingga akan memancing keingintahuan (curiosity) dan mengaktifkan prior knowledge (pengetahuan awal). PBL berbeda dengan case based lecture. Wood 1994 mengatakan bahwa, kunci utama PBL terletak pada penerapan masalah/problem untuk mendorong dan mengarahkan proses belajar. D.J. Boud menyatakan bahwa prinsip utama yang mendasari PBL adalah problem sebagai starting point dalam pembelajaran.

2. PBL dilakukan dalam kelompok kecil (7-10 orang) yang dipandu oleh seorang tutor yang bertindak sebagai fasilitator.

3. PBL berlandaskan kepada teori belajar konstruktivis, dimana belajar adalah sebuah proses membentuk pengetahuan atau pengalaman baru berdasarkan pengetahuan dan pengalaman lama/awal/prior knowledge. Belajar merupakan proses pemberian arti (meaningful learning). Hal ini menyebabkan pelajar sebagai pusat dalam mencari pengetahuan.

4. Banyak literatur yang menyatakan bahwa PBL dapat meningkatkan self directed learning, reflection, critical thingking, problem solving, teamwork, ketrampilan komunikasi, namun hal ini masih perlu diteliti karena ada juga yang menyangsikan.

5. PBL dapat sebagai learning method/strategies/approach bahkan sebuah kurikulum. Saya berasumsi karena kurikulum nasional kita sudah ditetapkan namanya dengan istilak KBK (kurikulum berbasis kompetensi) sehingga PBL mengarah kepada metode belajar (walaupun PBL ini sudah menghiasi kehidupan belajar dari pertama masuk sampai lulus). Nah untuk yang satu ini perlu dibedakan antara istilah KBK tadi dengan istilah PBL. Banyak yang menyangka bahwa KBK itu PBL dan PBL itu KBK, hal ini tentu saja salah je.. Lalu karena kesalahpahaman ini timbul pernyataan bahwa penerapan KBK kok sulit ya (soalnya mereka mengasosiasikan KBK ini dengan PBL, memang PBL memerlukan SDM, dana dan fasilitas yang besar untuk diterapkan).

Bacaan lebih lanjut :

1. Amin, Z.E., Eng, K.H., (2003). Basics in Medical Education, World Scientific, Singapore.

2. Norman, G.R, Schdmidt H.G. Effectiveness of problem based learning curricula: theory, practice and paper darts. Medical Education 2000;34:721-728.

3. Albanese, M. Problem based learning: why curricula are likely to show little effect on knowledge and clinical skills. Medical Education 2000;34:729-738.

4. Dent JA, Harden RM, Editors. A Practical Guide For Medical Teachers. Elsevier Churchill Livingstone, 2006.

8 thoughts on “PENDAHULUAN : PROBLEM BASED LEARNING

  1. @ dani iswara
    kalau melihat course management system seperti MOODLE ia memiliki paham teori belajar yang sama yaitu konstrukvis. di moodle ada forum diskusinya juga, mungkin besok kedepan materi pembelajaran di FK di virtual learningkan terutama yang hanya bersifat knowledge.

  2. terima kasih banyak dok, aku banyak mendapat manfaat dari tulisan-tulisan yang dokter tulis. salam kenal. aku mahasiswa FK UMY. Irvan Nasily

  3. dok saya mahasiswa UISU. saya sekarang masih semester pertama dan modul kami pada semester 1 ini yaitu membahas tentang KBK dengan menggunakan PBL.
    jadi saya Pubya beberapa pertanyaan dok. yang pertama yaitu apakah
    1. DENGAN MENGGUNAKAN METODE PBL MASSALAH DALAM PEMBELAJARAN ITU DAPAT DI SELESAIKAN?
    2. Mengapa dalam metode PBL harus di tuntut mencari sumber – sumber informasi ilmiah ?

  4. @delima herawati

    1. PBL justru sebuah metode yang mengajari kita untuk belajar dari sebuah masalah. Sehingga dalam tahap awal mungkin saja belum bisa menyelesaikan masalah secara sempurna. Namun diharapkan semakin lama mengalami proses PBL maka mahasiswa nantinya dengan mudah menyelesaikan sebuah masalah yang dihadapi. Intinya ada sebuah proses dari problem based ke problem solving.

    2. Metode PBL merupakan sebuah metode untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sehingga tentu saja ada tuntutan untuk mencari sumber2 informasi ilmiah untuk menyelesaikan masalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s