Hidup sudah banyak masalah, kok nambah masalah, makanya belajar berdasarkan masalah….:)

Zulharman

 

Wah ternyata hidup banyak masalah. Katanya sih kalau ngak punya masalah itu orang yang udah mati. Apa iya ya soalnya saya belum pernah mati sih. Tapi yang jelas menurut ajaran agama yang saya anut walaupun kita udah mati masih dan banyak sekali masalah yang dihadapi.

Masalah selalu menghampiri setiap detik demi detik. Mau makan aja masalah soalnya uang makan belum dapat. Mau mandi masalah soalnya airnya kotor karena banjir. Belum lagi kalo udah punya satu bini, dua bini, anak dan sebagainya tambah lagi deh masalah. Sekali lagi hidup penuh masalah.

Nah mungkin dari kata-kata di ataslah maka mungkin Barrow dan Henck Scmidth melahirkan metode belajar yang bernama Problem based Learning (PBL) yang kalo diartikan belajar berdasarkan masalah atau ada juga yang mengartikan belajar bertolak dari masalah. Nanti kalo ada kesempatan saya komfirmasi sama beliau.

Dibalik pelaksanaan belajar berdasarkan masalah ini ternyata melahirkan lagi segudang masalah. Mulai dari masalah membuat skenario masalah sampai masalah honor untuk pembuat masalah(skenario developer).

Bercermin dari banyaknya masalah tersebut dapat lagi deh alasan pentingnya belajar berdasarkan masalah selain yang telah pernah saya tulis di sini. Nah sesuai masalah di atas maka perlu kemampuan untuk memecahkan masalah bagi seorang manusia untuk bertahan hidup. Nah belajar berdasarkan masalah ini mungkin akan mengajarkan kita untuk mengasah kemampuan memecahkan masalah. Kalo PBL nya Matsrich mengajarkannya lewat seven jumps. (baca artikel berikut).

Nah ada lagi nih ilmu yang baru saya dapatkan (baca bukunya Prof. suharnan yang berjudul psikologi kognitif) bagaimana cara melatih kemampuan memecah masalah. Model ini diajukan oleh John D. Bransford dan Barry S. Stein yang mereka beri nama IDEAL. Maksudnya ideal disini bukan sempurna tetapi singkatan yaitu :

I = Identifikasi masalah

D= Definisi dan refresentasi masalah

E= Eksplorasi berbagai kemungkinan strategi

A= Aksi berdasarkan strategi yang telah dipilih

L = Lihat kembali dan evaluasi hasil-hasilnya.

Wah mantap juga nih model, selain gampang diingat , mudah dicerna lagi. Kira-kira lebih enakkan mana ya sama seven jump. Ah untuk membuktikannya penellitian dong. Wah saya sih udah terlanjur ada judul lain , silahkan kalo ada yang berminat.

Ah sekian dulu lah tulisan saya ini, soalnya saya lagi banyak masalah mulai dari masalah belum ngumpul tugas kuliah sampai masalah Thesis. Untung saya dulu ada belajar cara mengelola masalah lewat PBL Hibrida, eh maksudnya PBL campuran sehingga masih ada kekuatan sedikit menyelesaikan masalah tersebut. Ops lagi enak-enak nulis lampu PLN mati, wah masalah lagi nih……………………………………………………………….

4 thoughts on “Hidup sudah banyak masalah, kok nambah masalah, makanya belajar berdasarkan masalah….:)

  1. maaf saya mau tanya… saya ibnu mahasiswa fk maranatha bandung sedang mencari artikel tentang keuntunga dan kekurangan PBL buat tugas akhir saya.. apakah bisa di bantu ??? terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s