Dari Belajar Berdasarkan Masalah Menuju Pembentukkan Kompetensi

Zulharman

Melanjuti artikel saya sebelumnya tentang belajar berdasarkan masalah, maka sekarang saya ingin menghubungkan nih metode belajar dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kenapa sih menerapkan kurikulum berbasis kompetensi enaknya dengan metode belajar berdasarkan masalah ini atau problem based learning (PBL).

Seperti yang Harden katakan dalam model SPICES kurikulumnya(lihat), belajar berdasarkan masalah merupakan poin penting dalam pembentukkan kompetensi selain huruf-huruf lainnya. Coba bayangkan seorang dokter mestinya akan menemui masalah kesehatan yang harus dipecahkan. Seorang tukang insinyur komputer akan mengalami masalah komputer nantinya. Seorang ahli pertanian akan mengalami masalah pertanian nantinya. Nantinya dimaksud disini kalo ia bekerja sesuai bidangnya.

Contoh kasus ;

Dokter Avicenna akan bekerja di tempat pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas tentu saja ia akan dihadapi dengan segudang masalah kesehatan di puskesmas. Tapi ia sekarang penuh percaya diri untuk menyelesaikan segudang masalah tersebut sebab ia telah memiliki kompetensi yang telah terbentuk dan terasah melalui belajar berdasarkan masalah. Bila ada masalah yang agak melenceng dari kompetensinya misalnya cara manajemen uang bantuan kesehatan, nah karena ia dulu ngak disinggung tentang manajemen nih uang dan takut bermasalah dengan KPK wah ini masalah baru buat beliau. Tapi sekali lagi ia ngak khawatir. Ia memiliki generic skill tentang cara menyelesaikan masalah tapi mungkin ngak pake seven jumps lagi karena ia sekarang sudah expert sehingga cukup pakai triple jump saja yaitu identifikasi masalah, cari cara memecahkan masalah dan evaluasi hasil pemecahan masalah setelah diterapkan.

Kompetensi erat dengan masalah-masalah yang dihadapi di tempat kerja. Belajar berdasarkan masalah akan mengasah pembentukkan kompetensi karena kompetensi ini disusun berdasarkan masalah-masalah  yang ada. Sekian dulu deh, idenya udah habis, kapan-kapan disambung lagi.

13 thoughts on “Dari Belajar Berdasarkan Masalah Menuju Pembentukkan Kompetensi

  1. Topiknya menarik, sayang hanya sedikit sekali menyampaikannya, mgkin baru sekitar 10% saja, yang 90% ada di dalam kepala, jadinya kita2 kurang puas walo tahu arah dan esensinya. Terlalu singkat tp kurang padat….selamat menulis panjang Bung..bravo selalu..thanks

  2. @ Eyang Kalam
    Terimakasih atas kunjungannya
    Iya nih, maaf kalau singkat, soalnya baru belajar nulis. Juga lagi sibuk mikir thesis, ntar kalo udah rampung, baru fokus nulisnya yang panjang.:)

  3. topiknya menarik sekali akan tapi hanyak sedikit.kalau bisa di tambah pasti lebih baik

  4. @Irwan
    Terimakasih atas kunjungannya, InsyaAllah nanti sehabis penelitian akan saya lengkapi.

  5. Assalam….
    wach, keren banget nie tulisanya!!!
    Saya jadi tertarik buat mempelajari metode pembelajaran ini!
    Boleh minta tips n triknya ga klo Qta lg da masalah??
    Mkasih atas jawabannya…..
    …..Selamat Mengerjakan Tugas N thesisnya dok, di tunggu tulisan berikutnya…..

  6. @Eha
    Terimakasih atas kunjungannya.
    Memang PBL sangat menarik untuk dipelajari, apalagi paham konstrukvism nya , wah kita bisa jadi lebih tahu betapa demokrasinya nih metode pembelajaran🙂

  7. @ binti mukaromah
    Oke , berhubungan karena munculnya ide pas lagi di warung internet, jadinya ya begini. Tapi kedepan akan saya lengkapi

  8. tolong advis pembelajaran berdasarkan masalah untuk anak sekolah dasar, dikaitkan dengan kompetensi. thanks

  9. @badruli martati
    Pertama jelas dulu kompetensi apa yang mau dikuasai oleh anak SD tsbut. Lalu tentukan sebuah skenario atau kasus masalah sehari-hari yang sering ditemui anak SD tersebut. Setelah itu buat kelompok kecil untuk mendiskusikan kasus tersebut.

    Contoh :
    Kompetensi : mampu menghitung luas persegi panjang
    Masalah : Ada sebuah kebun berbentuk persegi panjang yang ditanami sayur. Pak Budi ingin mengetahui luas kebun tersebut agar dapat menentukan jumlah pupuk yang diperlukan.
    Lalu didiskusikan.

    Catatan : PBL merupakan konsep belajar orang dewasa, sehingga bila diterapkan di SD saya rasa masih banyak kelemahannya, namun untuk mengajarkan konsep berpikir seperi PBL masih banyak metode yang dapat diajarkan di anak SD.

  10. bagaimana dengan univ riau, apakah sdh menerapkan kbk?
    apakah dg metode pbl jg? tolong diceritakan..
    bagaimana dengan tanggapan mahasiswanya sendiri?
    tq..

  11. @yuyi.

    Univ. Riau sudah KBK sejak 2007 dengan menggunakan SPICES model untuk kurikulumnya.

    Tanggapan mahasiswa sangat antusias dan merasa benar-benar belajar karena rata-rata tiap hari mereka pulang jam 4 sore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s