BERBAGAI RANCANGAN METODE DAN DOKUMENTASI PEMBELAJARAN DALAM CONTINUING PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD)

Zulharman

Tulisan ini hanyalah sekedar usulan rancangan CPD dari hasil belajar penulis tentang pengembangan program CPD. Dalam tulisan ini penulis hanya memfokuskan menganalisa metode – metode pembelajaran CPD dan cara dokumentasinya dari berbagai literature yang membahas mengenai program CPD di beberapa negara. Apabila ada kritik,saran dan tanggapan, penulis sangat berterimakasih dan silahkan dikirim ke alamatemail : dr.zulharman@Gmail.com atau langsung melalui blog ini.

PENDAHULUAN

Programpendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan (PPPKB) atau istilah lainnyacontinuing professional development (CPD) adalah upaya pembinaan bersistem untuk mempertahankan, meningkatkan dan mengembangkan performance dokter agar ia
senantiasa dapat menjalankan profesinya dengan baik. PPPKB bukan hanya berperan dalam meningkatkan pengetahuan tetapi lebih untuk mempertahankan danmeningkatkan kompetensi yang bersangkutan sehingga tercermin dalam kinerjanya.
Oleh karena itu kredit yang dikumpulkan melalui kegiatan CPD seyogianya dapatmenjamin terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu, dan itu berarti mengacu kepada standar profesi yang bersangkutan.

Pengembanganprogram pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan tidak sama dengan pengembangan kurikulum pendidikan dokter (undergraduate). Pengembangan program CPD yang terstruktur seringkali menemui hambatan di lapangan seperti perbedaan kebutuhan pengembangan performance antar dokter satu daerah dengan daerah lain, hambatan financial dan sarana komunikasi yang belum lancar. Program CPD konvensional seperti kuliah, seminar, kursus-kursus, simposium seringkali tidak efektif. Oleh karena itu pengembangan program CPD saat ini lebih menitikberatkan pada metode yang lansung ditemui oleh dokter di lapangan kerja seperti work based learning, practice based learning atau experiential learning dan dengan memperbaiki metode konvensional di atas sebagai variasi kegiatan PPPKB yang holistik.

Starke menerangkan bahwa untuk
mengembangkan program CPD yang efektif untuk revalidasi perlu diperhatikan
beberapa hal :

1. Program CPD mampu memenuhi semua kebutuhan peserta.

2. Tersedia dan dapat diikuti oleh semua dokter.

3. dapat diakses dan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan tentang Personal Development Plans, tanpa hambatan keuangan atau hambatan lain.

4. bermutu tinggi, berdasar pada suatu proses persetujuan yang sempurna dan umpan
balik sistematis kepada penyedia-penyedia

5. Dapat diverifikasi melalui audit atu metode yang lainnya.

6. Dapat dilihat keefektifannya melalui kepuasan peserta, perubahan pengetahuan dan perubahan praktek.

7. Terlihat effektif dan kuat oleh masyarakat dan pemerintah melalui transparansi struktur, proses dan outcome.

Karena tujuan CPD bermuara pada terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu, maka stakeholders lain dalam pelayanan kedokteran yaitu institusi tempat seorang dokter bekerja, atau lembaga pengguna jasa profesi dokter merupakan pihak lain yang perlu dilibatkan dalam sistem CPD ini. Setiap kegiatan, di tempat kerja atau dimanapun, yang bernilai pendidikan bagi seorang dokter menjadi bagian dari CPD dan memberikan sejumlah nilai kredit pendidikan bagi yang bersangkutan.

ISI

Merujuk kepada petunjuk CPD WFME dalam bagian metode belajar, dijelaskan bahwa metode belajar yang diterapkan harus mengintegrasikan antara praktek dan teori dalam rangka meningkatkan pelayanan praktek kedokteran. Integrasi praktek dan teori ini dapat disampaikan melalui practice based learning.

CPD WFME juga menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang dapat dipakai meliputi kursus, kuliah, seminar, konferensi , practice based learning, proyek penelitian dan pengalaman klinik. Lebih lanjut lagi CPD WFME menjelaskan metode pembelajaran dapat menggunakan fasilitas teknologi internet sehingga dapat dengan mudah berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui jaringan internet.

Dapat disimpulkan CPD WFME memberi penekanan bahwa pendekatan metode pembelajaran yang terbaik adalah berdasarkan kebutuhan, berkelanjutan, mengintegrasikan antara praktek dan teori, melalui proses self directed learning dan active learning serta jika mungkin menerapkan teknologi internet untuk membentuk jaringan belajar yang dapat digunakan untuk berbagi pengalaman dalam sebuah komunitas dengan menerapkan collaborative learning.

Berdasarkan Journal of Emergency Primary Health Care bentuk metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam CPD adalah sebagai berikut :

  • Work-based learning (e.g. reflective practice, clinical audit, significant event analysis)
  • Professional activity (e.g. mentoring, expert witness, teaching)
  • Formal / educational (e.g. courses, involvement in research)
  • Self-directed learning (e.g. reading journals, updating personal knowledge)
  • Other (e.g. public service, voluntary work)

Sedangkan berdasarkan BMJ bentuk metode pembelajaran yang dapat diterapkan
dalam CPD dibagi dalam tiga kategori yaitu :

(a) “live” or external activities (kursus, seminar, konferensi)

(b) internal activities (practice based activities, case conferences, grand rounds,
journal clubs, teaching, consultation with peers and colleagues
)

(c) “enduring” materials (print, CD Rom, or web based materials, possibly based on a curriculum, with testing or assessment)

Work based learning atau practiced based learning merupakan suatu bentuk metode pembelajaran CPD yang banyak diterapkan dalam CPD di Negara Canada dan Australia. Metode ini sangat sesuai dengan lingkungan pembelajaran dokter di mana terdapat integrasi pembelajaran antara praktek dan teori dan dokter dapat belajar sesuai kebutuhan mereka di tempat kerja.

Berdasarkan literatur di atas,
penulis menyarankan metode belajar untuk CPD ada lima kategori aktivitas, yaitu :

1. Work based learning

2. Formal Education

3. Kinerja profesional

4. Self directed learning

5. Bentuk lain

1. Work Based Learning

Work based learning (WBL) adalah
suatu metode atau proses belajar yang berhubungan dengan pekerjaan yang dijalani seseorang. Dalam kontek pekerjaan dokter umum, work based learning merupakan suatu proses pembelajaran yang berdasarkan pengalaman praktek dokter sehari-hari. Metode ini sangat sesuai dengan lingkungan pembelajaran dokter di mana terdapat integrasi pembelajaran antara praktek dan teori serta dokter dapat belajar sesuai kebutuhan mereka di tempat kerja.

Work based learning dapat meliputi problem solving, belajar dengan mengikuti
perjalanan alamiah penyakit, refleksi kasus sulit, diskusi critical incidents dan sebagainya.

Foster mengemukakan beberapa gambaran mengenai WBL yaitu :

1. WBL berhubungan dengan performance, focus
terhadap tugas yang ada di tempat kerja.

2. WBL berdasarkan masalah, focus terhadap masalah
manajemen dan pelayanan.

3. WBL dimanajen secara autonom, sehingga pelajar
harus memiliki tanggung jawab pribadi untuk belajar dari aktivitas kerja
mereka.

4. WBL berbasis tim, sehingga untuk mengelola
masalah diperlukan kerjasama antara berbagai peran yang ada di tempat kerja.

5. WBL berhubungan dengan peningkatan performance,
updating dan upgrading pengalaman.

Langkah – Langkah WBL :

1. Identifikasi kebutuhan belajar.

Identifikasi kebutuhan pembelajaran untuk
peningkatan performance dengan cara memonitor kegiatan praktek dan membuat
refleksi kegiatan praktek tersebut. Dari hasil refleksi ini akan didapat area
kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

2. Tentukan tujuan pembelajaran dari hasil refleksi.

3. Identifikasi kegiatan pembelajaran yang sesuai.

4. Evaluasi hasil belajar.

5. Dokumentasi atau rekam kegiatan pembelajaran.

Jenis kegiatan WBL
yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut :

1. Critical incident analysis, dokter menganalisa
suatu peristiwa atau pengalaman yang ditemuinya di praktek, dimana peristiwa
ini merupakan suatu kasus penyakit yang kritikal dan dokter tersebut merasa
kurang mampu menanganinya. Dokter membuat refleksi dan melakukan improvement.

2. Routine clinical experiences, dokter menganalisa suatu peristiwa atau pengalaman yang rutin ditemuinya di praktek, dokter membuat refleksi dan melakukan improvement.

3. Practice-based Small Group Learning Program, para
dokter membentuk kelompok belajar kecil (kira-kira 5 orang), kemudian mereka
memilih salah satu masalah klinik dan mencari informasi terbaru mengenai
masalah ini dan mereka juga merefleksikan masalah ini berdasarkan pengalaman
yang pernah mereka temui di tempat kerja dan lalu merencanakan proses
improvement.

4. Evidence-based Medicine, dokter menerapkan EBM dalam menangani pasiennya. Dokter mencari literature EBM tentang suatu penanganan penyakit, lalu mengkritisi EBM tersebut dan menerapkan EBM tersebut kepada pasiennya. Dokter mengevaluasi hasil dan merekam kegiatan tersebut. (dokter membuat refleksi dan melakukan improvement).

5. Work shadowing an expert, mengikuti dokter senior melakukan sesuatu kemudian ia melakukan sendiri dibawah supervise dokter senior. (dokter membuat refleksi dan melakukan improvement).

6. Dan sebagainya yang sejenis yang diakui

2. Formal Education adalah kegiatan CPD yang
meliputi :

1. Kursus

2. Seminar

3. Simposium

4. Kongres

5. Distance Learning

6. Penelitian

7. Menulis artikel atau jurnal

8. Dan sebagainya yang sejenis yang diakui

3. Kinerja Profesional adalah kegiatan CPD yang
meliputi :

1. Keterlibatan dalam organisasi profesi

2. Partisipasi dalam kolegium

3. Menjadi dosen atau mengajar, tutor, penilai.

4. Penelitian

5. Menjadi Saksi ahli, pakar.

6. Dan sebagainya yang sejenis yang diakui

4. Self Directed Learning adalah kegiatan CPD yang
meliputi :

1. Membaca jurnal, buku atau artikel.

2. Mereview buku.

3. Belajar ketrampilan klinik dengan CD interactive.

4. Dan sebagainya yang sejenis yang diakui

5. Bentuk lain.

1. Pengabdian masyarakat

2. Dan sebagainya yang sejenis yang diakui.

Penentuan kegiatan CPD berdasarkan kategori ini selanjutnya akan dilakukan perluasan ruang lingkup jenis–jenis aktivitas masing-masing kategori berdasarkan persetujuan bersama dari penyelenggara CPD yaitu;

1. Organisasi dilingkungan IDI , seperti IDI cabang, wilayah dan pengurus besar.

2. Perhimpunan dokter spesialis dan perhimpunan dokter seminat.

3. Lembaga PPPKB IDI di tingkat pusat atau wilayah.

4. Institusi/organisasi/badan di luar IDI, baik lembaga pendidikan kedokteran, lembaga pelayanan kedokteran, departemen kesehatan, maupun lembaga lain yang bekerjasama dengan lembaga pendidikan kedokteran atau organisasi profesi kedokteran.

PERENCANAAN DAN DOKUMENTASI

Seorang dokter yang mengikuti CPD harus melakukan dokumentasi proses kegiatan dan bukti-bukti dari hasil kegiatan CPD tersebut dalam bentuk portfolio. Dalam masa penerapan awal dari program CPD ini, maka peserta dapat memilih dokumentasi
kegiatan CPD melalui dua cara yaitu, paper based portfolio atau elektronik portfolio. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi khususnya perkembangan internet yang pesat, maka dokter yang mengikuti CPD, kedepannya diharapkan semuanya dapat melakukan dokumentasi proses kegiatan CPD dan bukti-bukti dari hasil kegiatan tersebut dalam elektronik Portfolio. Elektronik portfolio ini memiliki kelebihan seperti memudahkan dalam manajemen dokumentasi, memberikan keseragaman, cepat dalam mengolah dokumen untuk dinilai dan tersedia di database pusat sehingga aman dan tidak hilang.

KESIMPULAN

1. Metode pembelajaran dalam PPPKB ini ada lima kategori aktivitas yang diikuti, yaitu : Work Based learning, Formal education, Self directed learning, Kinerja profesional dan bentuk lain.

2. Dalam masa penerapan awal dari program PPPKB ini, maka peserta dapat melakukan dokumentasi kegiatan PPPKB melalui dua cara yaitu, paper based portfolio atau elektronik portfolio.

3. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi khususnya perkembangan internet yang pesat, maka dokter yang mengikuti PPPKB untuk kedepannya diharapkan semuanya dapat menggunakan elektronik Portfolio, karena memiliki kelebihan seperti memudahkan dalam manajemen dokumentasi, memberikan keseragaman, cepat dalam mengolah dokumen untuk dinilai dan tersedia di database pusat sehingga aman dan tidak hilang.

DAFTAR PUSTAKA

1.Health Professions Council and Royal College of Speech & Language Therapists. Your guide to continuing professional development. 2006. Available in http://www.rcslt.org.

2. WFME, Continuing Profesional Development, WFME Global Standart for Quality Improvement, WFME Office of Copenhagen, Denmark, 2003.

3. ACGME, Advancing Education in Practice-Based Learning & Improvement.

4. Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Profesional Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB). Konsil kedokteran Indonesia subkomite CPD.2006

5.Philip G Bashook, John Parboosingh. Continuing medical education: Recertification and the maintenance of competence. BMJ 1998;316:545-548

6. John Parboosing. Revalidation for doctors should reflect doctors’ performance and continuing professional development – Editorial. British Medical Journal, Oct 24, 199

7. Dent JA, Harden RM, Editors. A Practical Guide For Medical Teachers. Elsevier
Churchill Livingstone, 2006.

 

5 thoughts on “BERBAGAI RANCANGAN METODE DAN DOKUMENTASI PEMBELAJARAN DALAM CONTINUING PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD)

  1. Hi! I simply would like to give you a huge thumbs up for the great info you have got right
    here on this post. I will be coming back to your web site for more
    soon.

  2. Hello would you mind stating which blog platform you’re working with? I’m going to start my own blog in
    the near future but I’m having a difficult time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique.

    P.S My apologies for getting off-topic but I had to ask!

  3. I believe that is one of the such a lot important info for me.

    And i am glad studying your article. However wanna commentary on some
    basic things, The website style is perfect, the articles is actually excellent :
    D. Good activity, cheers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s