OBJECTIVE STRUCTURE CLINICAL EXAMINATION (OSCE)

Pendahuluan
Penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), maka seorang lulusan dokter harus memiliki kompetensi yang sudah ditetapkan. Seorang lulusan pendidikan kedokteran harus mampu menunjukkan ketrampilan kliniknya di dunia kerja. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa seorang lulusan dokter tersebut telah memiliki kompetensi klinik maka diperlukan suatu penilaian untuk mengukur kompetensi tersebut. Miller (1990) mengemukakan ada empat level penilaian ketrampilan klinik yang terdiri dari Knows, Knows how, Shows how dan does. Penilaian ketrampilan klinik selama ini umumnya menilai pada level knows dan knows how. Penilaian pada level ini tidak bisa memastikan kompetensi yang dimiliki seorang dokter. Penilaian ketrampilan klinik sampai tingkat shows how dan does perlu dilakukan. Penilaian yang sesuai dengan konsep Miller dapat dilihat dibawah ini. Baca lebih lanjut

SELF DAN PEER ASSESSMENT SEBAGAI PENILAIAN FORMATIF DAN SUMATIF

Zulharman                                                                                                                                                                                   Mahasiswa S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran   Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada                       PENDAHULUAN                                                                               

 Perubahan paradigma  pendidikan kedokteran dari teacher centre ke arah student centre tidak hanya  membawa dampak terhadap metode dan aktifitas belajar seperti penerapan Problem Based Learning (PBL), akan tetapi juga terhadap cara penilaian hasil belajar di fakultas kedokteran. Self assessment dan peer assessment merupakan cara penilaian hasil belajar yang berpusat pada pelajar. Metode penilaian  ini dapat diterapkan untuk menilai kemampuan kognitif maupun  kemampuan non kognitif  pelajar apabila dilihat dari kemampuan  yang ingin diuji dan dapat sebagai alat penilaian formatif dan sumatif apabila dilihat dari tujuan penilaian. Perdebatan metode ini digunakan sebagai alat penilaian meliputi masalah validitas dan reliabilitasnya sehingga  metode ini lebih sering  diterapkan sebagai penilaian formatif daripada sumatif.  Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba memaparkan kemungkinan penerapan self assessment dan peer assessment di institusi penulis.1 Baca lebih lanjut