Syarat menjadi mahasiswa kedokteran

Syarat Umum :

1. Beriman dan Bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945

Sekarang baru syarat khususnya :

1. Memiliki motivasi dari dalam diri sendiri untuk menjadi dokter. Bukan motivasi dari luar. Misalnya motivasi dari luar karena suruhan ortu, karena ingat pepatah kalau jadi dokter nanti bisa rumah bertingkat, mobil mengkilat.

2. Memiliki IQ minimal rata-rata atau di atas rata2. Hal ini sangat perlu untuk modal penalaran klinik. Kalau IQ dibawah rata2 seringnya bila disuruh menalar kasus PBL (problem based learning) seringnya “Jaka sembung naik ojek, ngak nyambung Jek.”

3. Memiliki locus of control yang positif. Artinya sadar bahwa hasil sesuatu pekerjaan tergantung pada usaha dirinya sendiri.

4. Memiliki efikasi diri yang kuat. Anda adalah apa yang anda pikirkan. Anda harus mampu berpikir bisa untuk bisa. Buang pikiran tidak bisa sebelum mencoba sesuatu.

5. Memiliki mental yang kuat. Karena dengan sistem Kurikulum berbasis kompetensi banyak sekali masalah-masalah akademik dan non akademik yang perlu dihadap dengan mental yang sehat/stabil. Tidak boleh cengeng dan minder.

6. Memiliki fisik yang kuat. Karena belajarnya membutuhkan stamina dan kebugaran yang oke. Jangan sampai belajar sudah mati-matian selama satu bulan, ternyata waktu pas mau ujian koit karena sakit.

7. ……..

8……..

Sekian dulu, nanti ditambahkan, kalu ada masukan lainnya silahkan di komentari

RANCANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU SEBAGAI BENTUK STUDENT SUPPORT

Zulharman

Mahasiswa S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran FK UGM

PENDAHULUAN

Para mahasiswa kedokteran selama mengikuti proses pembelajaran akan menemui banyak tekanan dan masalah. Tekanan dan masalah yang mereka hadapi meliputi masalah akademik maupun masalah non akademik. Masalah akademik seperti tekanan menghadapi ujian, nilai IPK rendah, terancam drop out dan masalah akademik lainnya. Sedangkan masalah non akademik seperti masalah keuangan, masalah keluarga, masalah akomodasi, masalah interpersonal maupun intrapersonal. Banyak dari masalah- masalah tersebut menyebabkan stress dan gangguan kesehatan mental ringan maupun berat.

Penelitian Guthrie dan kawan-kawan melaporkan bahwa lebih dari 50 % mahasiswa kedokteran tahun pertama mengalami stress yang berhubungan dengan tugas-tugas perkuliahan. Penelitian Moffat dan kawan-kawan menemukan bahwa pada masa awal perubahan kurikulum di beberapa fakultas kedokteran merupakan sumber stress bagi mahasiswa.

Fakultas kedokteran Universitas Riau (FK Unri) telah menerapkan kurikulum baru, yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pembelajaran metode problem based learning (PBL) sejak tahun 2007. Merujuk kepada penelitian di atas, penulis melihat di lapangan bahwa perubahan kurikulum ini menyebabkan sumber stress bagi mahasiswa. Mahasiswa tahun pertama yang menjalani kurikulum baru ini mengalami masalah yang berbeda dengan masalah para mahasiswa tahun di atas mereka. Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa ini dapat dimengerti karena pada tahap awal perubahan kurikulum ini diperlukan persiapan dan pembenahan baik dari gedung dan bangunan, sumber daya manusia (staf dosen dan staf tata usaha), fasilitas perkuliahan, metode pembelajaran hingga metode penilaian yang akan diterapkan. Ketidaksiapan dari pembenahan pendukung pembelajaran di atas akan menyebabkan sumber stress bagi mahasiswa.

Dari permasalahan yang dihadapi oleh FK Unri di atas maka diperlukan suatu program yang dapat menyelesaikan masalah di atas. Dalam tulisan ini penulis akan mengemukakan suatu rancangan program bimbingan dan konseling mahasiswa sebagai program mengatasi masalah di atas. Baca lebih lanjut