PELATIHAN KBK UNTUK STAF FK UNRI


FK Unri telah mengimplementasikan KBK pada Tahun Ajaran 2007/2008. Saat ini FK Unri telah selesai menjalankan enam blok dari sembilan belas blok yang terdapat dalam KBK dan akan menjalani blok-blok selanjutnya. Pada Tahun Ajaran 2008/2009 FK Unri akan menjalankan dua angkatan mahasiswa untuk mengimplementasikan KBK, sehingga FK Unri memerlukan para tutor dan instruktur tambahan. Oleh karena itu FK Unri telah melakukan pengangkatan para dokter umum untuk dijadikan tutor dan instruktur. Di samping itu masih ada sebagian besar dosen-dosen FK Unri yang belum mendapatkan pelatihan tentang bagaimana implementasi KBK sehingga mereka belum memahami KBK dan implementasinya, maka dirasakan perlu adanya semacam pendidikan dan pelatihan serta represing terhadap implementasi KBK di FK Unri untuk mendapatkan masukan guna perbaikan pelaksaanaan KBK pada blok-blok selanjutnya, terutama sumber daya manusia (tutor dan istruktur), sumber pembelajaran, dan fasilitas pembelajaran yang menunjang pelaksanaan KBK tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN STAF EDUKASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU DALAM RANGKA PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (2)

Catatan : Ini adalah lanjutan tulisan saya yang pertama tentang staff development. Berhubungan mungkin diusulkan maka tetap menggunakan FK Unri sebagai nama FK. Format dalam PDF, InsyaAllah menyusul.

Zulharman

Mahasiswa S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran FK UGM

PENDAHULUAN

Penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pendekatan problem based learning (PBL) merupakan sebuah inovasi pendidikan kedokteran yang sedang dikembangkan di Indonesia. Fakultas kedokteran universitas Riau (FK Unri) telah memulai menerapkan kurikulum ini pada tahun ajaran 2007. Sumber daya manusia khususnya staf edukasi merupakan salah satu komponen utama dalam penerapan kurikulum ini, dimana peran dan tugas mereka ada yang mengalami perubahan sedikit atau bahkan perubahan total. Oleh karena itu, agar penerapan kurikulum baru ini berjalan lancar maka diperlukan pelatihan dan pengembangan staf.

ISI

Untuk mengetahui kebutuhan pengembangan staf yang diperlukan dalam penerapan KBK maka dilakukan analisa kebutuhan (need assessment) dengan cara identifikasi peran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan KBK (telah diidentifikasi di assignment week 1). Pendekatan pengelompokkan peran berdasarkan peran dosen dalam pengembangan kurikulum, pengembangan teaching & learning, pengembangan learning resources, pengembangan assessment serta operasional kegiatan dalam situasi di skill laboratorium, Blok (PBL), laboratorium Biomedis dan rotasi klinik (clinical rotation) dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi. Setelah peran-peran ini diidentifikasi, maka selanjutnya disusunlah rencana pengembangan staf ini melalui beberapa metode sebagai berikut :

1. Workshop

Workshop merupakan bentuk pengembangan staf yang paling sering diterapkan. Workshop dilaksanakan selama antara dua sampai tiga hari. Workshop ini akan disampaikan melalui format kuliah didaktif, role play,working group, presentasi, diskusi interaktif serta refleksi.

2. Self directed learning

Metode ini adalah metode belajar mandiri, dimana kegiatan berawal dari tanggung jawab seorang staf untuk meningkatkan kompetensinya sehingga ia akan menyusun kebutuhan belajarnya, menentukan tujuan, menentukan sumber belajar dan menilai hasil belajarnya sendiri. Self reflection, evaluasi dari pelajar dan peer feedback merupakan komponen utama yang akan mendorong seseorang untuk meningkatkan kompetensinya. Metode ini akan berhubungan erat dengan E-learning dan work based learning.

3. Elektronik learning (e-learning)

Penggunaan teknologi informasi sebagai sumber belajar dalam metode SDL ini akan menambah efektifitas dan efisiensi. Teknologi informasi yang akan diterapkan untuk mendukung SDL yaitu Course management system (CMS) / sistem manajemen kursus dan computer based training.

a. Course management system adalah sebuah software yang mampu memanajemen proses pembelajaran/kursus online seperti menyimpan, mengelola dan mendistribusikan berbagai informasi pelatihan seperti material pelatihan, jadwal pelatihan mandiri, self assessment . Course management system yang akan diterapkan di FK Unri untuk faculty development adalah CMS yang bersifat free atau tidak diperlukan dana untuk membeli software CMS tersebut. Moodle merupakan contoh CMS gratis yang dapat dipakai. Selain gratis dan dapat dimodifikasi, Moodle mudah dipelajari dan mudah digunakan. Moodle telah teruji di berbagai institusi di banyak negara. Moodle digunakan di 150.000 institusi pada 160 negara dan telah diterjemahkan ke dalam 70 bahasa. Contoh pemakaian course management system sebagai alat pengembangan staf/SDM yaitu, PT. Garuda Indonesia Airways, Bank mandiri, merpati, Bank BNI.

b. Computer based training adalah penggunaan komputer sebagai media pelatihan. Untuk membedakan dengan CMS di atas, penulis memfokuskan yang dimaksud dengan CBT ini adalah penggunaan CD Interaktif dalam pelatihan secara mandiri. Dalam CD interaktif ini peserta pelatihan akan dibimbing secara tahap demi tahap dalam melatih suatu kompetensi tertentu. Sistematis dan runtutnya CD interaktif dalam memberikan arahan kepada peserta pelatihan memberikan keuntungan dalam mendukung SDL.

4. Magang

Metode magang dilaksanakan dengan menggirim staf edukasi ke institusi pendidikan kedokteran yang telah mapan dalam bidang tertentu.

5. Work Based Learning

Work based learning, adalah suatu metode atau proses belajar yang berhubungan dengan pekerjaan yang dijalani seseorang. Dalam kontek pekerjaan staf edukasi, work based learning merupakan suatu proses pembelajaran yang berdasarkan pengalaman praktek staf edukasi sehari-hari. Metode ini sangat sesuai dengan lingkungan pembelajaran staf edukasi di mana terdapat integrasi pembelajaran antara praktek dan teori serta staf edukasi dapat belajar sesuai kebutuhan mereka di tempat kerja. Prinsip pembelajaran ini adalah refleksi dan peningkatan. Portfolio digunakan sebagai format dan dokumentasi pembelajaran.

6. Mentorship

Mentorship merupakan metode yang sering ditemukan dalam pengembangan staf sehari-hari, namun penulis menemukan bahwa istilah mentorship ini masih jarang digunakan secara ekplisit. Seorang mentor dapat berperan sebagai role model, sponsor, guide, teacher, adviser, coach. Daloz (1986) memaparkan bahwa ada tiga elemen kunci dalam model mentorship yaitu support, challenge dan vision untuk pengembangan karir ke depan.

7. Formal Education.

Formal Education yang dimaksud disini adalah pendidikan dalam bidang ilmu pendidikan kedokteran (S2 Ilmu pendidikan kedokteran). Baca lebih lanjut

IDENTIFIKASI PERAN STAF EDUKASI YANG DIBUTUHKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS OKE DALAM RANGKA PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI. (UPDATE)

Zulharman

Mahasiswa S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran FK UGM

A. Latar Belakang

Penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pendekatan problem based learning (PBL) merupakan sebuah inovasi pendidikan kedokteran yang sedang dikembangkan di Indonesia. Fakultas kedokteran universitas OKE telah memulai menerapkan kurikulum ini pada tahun ajaran 2007. Fakultas kedokteran OKE sebagai institusi pendidikan kedokteran yang baru berumur beberapa tahun dari sejak pendiriannya, harus segera tanggap dan belajar untuk menghadapi penerapan kurikulum baru ini.

Sumber daya manusia khususnya staf edukasi merupakan salah satu komponen utama dalam penerapan kurikulum ini, dimana peran dan tugas mereka ada yang mengalami perubahan sedikit atau bahkan perubahan total. Oleh karena itu, agar penerapan kurikulum baru ini berjalan lancar maka diperlukan pelatihan dan pengembangan staf. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba mengidentifikasi peran-peran yang diperlukan dalam pelaksanaan kurikulum baru ini. Baca lebih lanjut

Staff Development

Zulharman

Identifikasi peran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan KBK dengan strategi PBL dilakukan dengan pendekatan pengelompokkan peran berdasarkan peran dosen dalam pengembangan kurikulum, pengembangan learning resources, pengembangan assessment serta operasional kegiatan dalam situasi di skill laboratorium, Blok (PBL), laboratorium Biomedis dan rotasi klinik (clinical rotation).Setelah peran terindentifikasi maka perlu dirancang deskripsi peran, kompetensi dan format pelatihan dan pengembangan staff. Baca lebih lanjut