Penelitian

ABSTRAK
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEDIK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Nur Afrida Yunita, DR.dr.Elda Nazriati.M.Kes, dr.Miftha Azrin,Sp.KO, 2017
Persepsi adalah proses psikologis dan proses kognitif setiap individu dalam memberikan arti terhadap yang dialami atau dilihat dengan menggunakan alat-alat indera kemudian dimasukkan dan diproses di otak. Pembelajaran keterampilan medik adalah sistem pembelajaran keterampilan yang menekankan pada praktik terbimbing dan sistem pembelajaran melibatkan serangkaian audio visual dan teknologi komputerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi mengenai persepsi mahasiswa tentang pembelajaran keterampilan medik di Fakultas Kedokteran Universitas Riau dari segi perencanaan, pelaksanaannya dan evaluasinya. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Riau.secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian adalah mahasiswa tahun pertama, kedua dan ketiga dengan jumlah sampel minimal sebanyak 207 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa persepsi mahasiswa tentang pembelajaran keterampilan medik di Fakultas Kedokteran Universitas Riau dari segi perencanaan adalah cukup sebanyak 121 orang (58,45%), dari segi pelaksanaan adalah cukup sebanyak 145 orang (70,05%) dari segi evaluasi adalah cukup sebanyak 123 orang (59,42%).
Kata kunci : persepsi, pembelajaran keterampilan medik, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi

 

 

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA DOKTER MUDA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Saphira Adriyan Putri, dr.Zulharman.M.Med.Ed, dr.Firdaus.M.Med.Ed
Setiap individu pasti pernah mengalami stres termasuk dokter muda. Oleh karena itu individu harus memiliki kemampuan untuk mengelola stres. Tingkat stres masing-masing individu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah adversity quotient. Adversity quotient yang dapat membantu seseorang dalam mengelola dan menghadapi stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan tingkat stres akademik pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 145 orang dengan teknik pengambilan sampel minimal yang akan dibagi setiap stase dengan teknik proportional random sample. Pengumpulan data menggunakan kusioner adversity quotient berdasarkan teori Paul G Stoltz dan Medial Student Stressor Questionnaire (MSSQ) yang menggunakan kuesioner online (google docs). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan didapatkan nilai p=0,00, nilai r=-0,558 dan r square=0,311. Artinya, terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara adversity quotient dengan tingkat stres akademik pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: tingkat stres akademik, adversity quotient, dokter muda

 

 

 

 

ABSTRAK
PERBEDAAN SELF DIRECTED LEARNING READINESS BERDASARKAN TAHAN PENDIDIKAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Maria Margareta Hutajulu, dr.Zulharman,M.Med.Ed, dr.Firdaus.M.Med.Ed, 2015
Self Directed Learning Readiness (SDLR) merupakan strategi pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Strategi ini harus diterapkan pada diri mahasiswa dalam menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Riau agar nantinya dapat menjadi dokter yang terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini dilakukan pada 267 mahasiswa yang tersebar pada mahasiswa tahun pertama, kedua, ketiga, keempat dan tahap profesi untuk untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan self directed learning readiness berdasarkan tahap pendidikan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan kuesioner data mahasiswa dan skala SDLR yang dikembangkan oleh Fisher dan telah dimodifikasi oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa rata-rata SDLR pada tahun pertama (149,20), tahun kedua (150,20), tahun ketiga (155,04), tahun keempat (166,40), dan tahap profesi (174,88). Skor SDLR yang paling rendah terdapat pada tahun pertama, diikuti tahun kedua, ketiga, keempat dan yang tertinggi pada tahap profesi, maka semakin tinggi tahap pendidikan maka semakin baik score SDLR mahasiswa. Perbedaan SDLR berdasarkan tahap pendidikan mahasiswa dianalisis dengan uji statistik Kruskal-Wallis dan didapatkan hasil p-value=0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai p-value dari uji statistik variabel adalah < a (0,05), artinya terdapat perbedaan SDLR berdasarkan tahap pendidikan pada mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: self directed learning readiness, SDLR, tahap pendidikan

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN JALUR PENERIMAAN DENGAN SELF DIRECTED LEARNING READINESS PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Adhisti Handarie Agung, dr.Zulharman.M.Med.Ed, dr.Yulis Hamidy.M.Kes,M pd.Ked
Self directed learning readiness (SDLR) sangat penting bagi mahasiswa demi memenuhi kebutuhan pembelajaran. Terdapat faktor intenral dan eksternal yang mempengaruhi self directed learning readiness. Faktor internal yang mempengaruhi dari segi psikiologis yaitu jalur penerimaan mahasiswa yang terdiri dari SNMPTN, SNMPTN Undangan, PBUD, PBUD Bina Lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2012 untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara jenis kelamin dan jalur penerimaan mahasiswa dengan self directed learning readiness. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan kuesioner data mahasiswa dan skala SDLR yang dikembangkan oleh Fisher dan telah diterjemahkan oleh Zulharman. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswa (65%) memiliki self directed learning readiness sedang. Skor SDLR mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan lebih tinggi (132,13) daripada laki-laki ((130,52). Rata-rata skor tertinggi jika dinilai dari segi jalur penerimaan adalah mahasiswa yang diterima melalui jalur PBUD (136,9) dengan SNMPTN (131,05), SNMPTN Undangan (122,45), dan PBUD Bina Lingkungan (132,07). Hubungan antara jenis kelamin dengan SDLR dianalisis dengan uji statistik kolmogrof-smirnov dan didapatkan hasil p-value=0,265, uji hubungan antara jalur penerimaan dengan SDLR dengan uji kolmogrof-smirnov adalah p-value=0,181. Dapat disimpulkan bahwa nilai p-value dari hasil uji sttistik masing-masing variabel adalah > a (0,05), artinya tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan jalur penerimaan dengan self directed learning resdiness pada mahasiswa angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: self directed learning readiness, SDLR, jenis kelamin, jalur penerimaan.

 

ABSTRAK
HUBUNGAN RESILIENSI DIRI DENGAN TINGKAT STRES PADA DOKTER MUDA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Tesa Wilda, DR.dr.Elda Nazriati.M.Kes, dr.Firdaus.M.Med.Ed, 2016
Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan beradaptasi terhadap perubahan, tuntutan dan kekecewaan yang muncul dalam kehidupan. Resiliensi daoat mempengaruhi individu dalam menghadapi stres, oleh karena itu individu harus memiliki resiliensi. Tingkat stres masing-masing individu dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk melakukan penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Resiliensi yang baik dapat membantu seseorang dalam menghadapi stres. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi diri dengan tingkat stres pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universita Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunkan kuesioner resiliensi berdasarkan Connor-Davidson Resiliensi Scale (CD-RISC) dan medical Student Stressor Quisionaaire (MMSQ) yang menggunakan kuesioner online (google docs). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan didapatkan nilai p=0,552, nilai r=-0,066, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna resiliensi dengan tingkat stres pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: resiliensi, tingkat stres, dokter muda

 

 

 

 

ABSTARAK
POLA KETEREMAPILAN LITERASI NFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MAHASISWA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Yohana Christy Sinurat, dr.Zulharman,M.Med.Ed, dr.Rina Amtarina,M.Sc,Sp,Kj, 2017
Keterampilan literasi informasi diperlukan untuk menjadi seorang yang terampil dalam: memahami kebutuhan informasi dan sember informasi, mendapatkan informasi, mengevaluasi informasi dan memanfaatkan hasil serta bertanggung jawab dalam membagikan inforamsi yang di peroleh. Problem based leaning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah yang kompleks sebagai pemicu dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa. Penelitian ini diakukan untuk mengetahui Pola Keteremapilan Literasi Nformasi Dalam Proses Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mahasiswa Di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Desain penilitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode bola salju. Sampel pada penelitian kualitatif ini disebut informan yang merupakan mahasiswa angkatan 2014 berjumlah 6 orang dengan IPK tertinggi dan terendah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan informan dengan IPK tinggi memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kebuthan informasi dan akses internet secara efektif dan efesien dan informas dengan IPK rendah belum memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kebutuhan informasi dan akses internet secara efektif dan efesien. Seluruh informan memiliki kemampuan yang baik dalam mengevaluasi informasi dan menjadikan informasi yang didapat sebagai pengetahuan yang baru.

Kata kunci : Literiasi Informasi, Problem Based Learning, Mahasiswa Kedokteran

ABSTRAK
GAMBARAN KONSEP DIRI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA DOKTER MUDA FAKULTAS EDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Sunarti, Dr.dr.Elda Nazriati,M.Kes, Devi Risma,M.Si.Psi, 2016
Konsep diri adalah gambaran diri yang dimiliki individu tentang dirinya yang dibentuk melalui pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang terjadi antara dua orag atau lebih secara kontak langsung melalui tatap muka atau media komunikasi dalam bentuk percakapan untuk mendaatkan respon secara langsung. Dokter muda harus memiliki konsep diri dan komunikasi interpesonal yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Konsep Diri Dan Komunikasi Interpersonal Pada Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriktif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 155 orang dengan pengambilan sampel minimal yang dibagi setiap stase dengan teknik proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner konsep diri yag disusun oleh peneliti berdasarkan teori Fitts dan kuesioner komunikasi interpersonal berdasarkan berdasarkan teori Devito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri pada kategori positif (53,53%). Dimensi konsep diri dari urutan yang tertinggi ketingkat terendah adalah diri penilai, diri etik/moral, diri keluarga, diri pribadi, diri fisik, diri identitas, diri sosial dan diri pelaku. Mayoritas komunikasi interpersonal pada kategori baik (56,8%) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada karakteristik efektifitas komunikasi interpersonal.

Kata Kunci : Konsep Diri, Komunikasi interpesonal, Dokter Muda.

ABSTRAK
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOTERAN UNIVERSIAS RIAU ANGKATAN 2011
Oleh
Yuni Widiastuti, dr.Zulharman,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si,Psi, 2012
Prestasi akademik mahasiswa dapa dilihat melalui indeks prestasi komulaif (IPK) yang disajikan dalam kartu hasil studi (KHS). Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar diantaranya : faktor dari luar (external) yakni lingkungan sosial dan non-sosial, faktor dari dalam (Internal) yang terdiri atas faktor fisiologi dan psikologi, serta faktor pendekatan bealar. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar adalah momotivasi belajar. Jika memiliki motivasi belajar yang tinggi maka akan memperoleh prestasi bealajar tinggi. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedoteran Universias Riau Angkatan 2011. Desain pada penelitian ini adlah analtik pada pendekatan cross sectioanal. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa fakultas kedokteran universiatas riau angkatan 2011. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 orang, dan menggunakan rumus sampel minimal dari Tarro Yamane. Penelitian ini menggunakan kuesioner motivasi belajar untuk mengukur motivasi belajar dan KHS untuk mengukur prestasi belajar. Analsisi data pada penelitian ini mengunakan uji Spearman. Hasil penilitan ini menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar (r=0,114., t=0,285). Kesimpulan dari penelitia ini adlah tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa fakultas kedokteran universias riau angkatan 2011.

Kata Kunci : Motivasi Belajar, Prestasi Belajar

 

 
ABSTRAK
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSIAS RIAU
Oleh
Wira Oktovia, dr.Zulharman,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si,Psi, 2012
Mahasiswa kedokteran sangat rentan terhadap stress terutama mahasiswa tahun pertama. Stress ini bisa bersumber dari akademik dan non-akademik. Stress dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional yang bagus dapat mengurangi stress pada seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Tingkat Stress Pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universias Riau. Jenis penelitin ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2011. Sampel penelitian berjumlah 109 Orang. Yang diambil dari teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner kecerdasan emosional berdasarkan teori Goleman dan tingkat stress dengan MSSQ (Medical Students Stressor Questionnaire). Uji statstik untuk hubungan kecerdasan emosional dengn tingkat setress menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress (r=-0,213., p=0,026). kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress pada mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran universias.
Kata Kunci : Kecerdasan emosional, Tingkat Stress, Mahasiswa Tahun Pertama.

ABSTRAK
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN TINGKAT STRESS AKADEMIK PADA MAHSISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Charmilah Sari, dr.Firdaus,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si,Psi, 2014
Mahasiswa kedokteran terutama mahasiswa tahun pertama rentan mengalami stress. Tingkat stress masing-masing individu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah Adversity Quotient. Adversity Quotient yang baik dapat membantu seseorang dalam menghadapi stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Adversity Quotient Dengan Tingkat Stress Akademik Pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik Korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 110 Orang. Dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data menggunkan Kuesioner Adversity Quotient berdasarkan teori Paul G Stoltz dan Medical Student Stressor Quisionaaire (MSSQ). Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman dan didapatkan nilai p=0,00, nilai r=-0,504 dan r square=0,254. Artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara hubungan adversity quotient dengan tingkat stress akademik pada mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran universitas riau.
Kata Kunci: Tingkat Stress Akademik, Adversity Quotient, Mahasiswa Tahun Pertama.

ABSTRAK
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN NILAI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Frida Septiani Tavia, dr.Zulharman,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si,Psi, 2014
Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu komponen penilaian prestasi belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Keberhasilan OSCE dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang mempengaruhinya adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional yang tinggi dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan kecerdasan emosional dengan nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2011. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan retrospektif. Subyek penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2011. Sampel penelitian berjumlah 115 Orang yang diambil dengan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner kecerdasan emosioanal berdasarkan teori Goleman. Uji statistik untuk hubungan kecerdasan emosioanl dengan nilai OSCE menggunakan uji Somers’d. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan nilai OSCE (p=0,407). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan nilai objective structured clinical examination (OSCE) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2011.
Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, objective Structured Clinical Examination.

ABSTRAK
GAMBARAN KEMAMPUAN KERJASAMA KELOMPOK TUTORIAL
DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Rimayanti, Dr.dr.Elda Nazriati,M.Kes, dr.Amru Sofian,Spog (k) onk MWALS, 2014
Keberhasilan suatu kelompok diskusi tutorial dapat dilihat dari kemampuan kerjasama kelompok tutorial dan faktor-faktor yang mempengaruhi kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kerjasama kelompok tutorial dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Jenis penelitian ini bersifat deskriktif dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitia ini berjumlah 168 Orang yang diambil dengan tehnik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar titik observasi kemampuan kerjasama kelompok tutorial dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan kerjasama masuk kategori cukup berdasarkan kuesioner dan obeservasi. Sebagian faktor-faktor masuk kategori cukup, kecuali faktor komunikasi berdasarkan kuesioner masuk kategori banyak mempengaruhi. Kesimpulan penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama cukup mampu kerjasama dan faktor komunikasi yang paling banyak mempengaruhi mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata Kunci : Kerjasama, Faktor-faktor, Mahasiswa tahun pertama.

ABSTRAK
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN COPING STRESS PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Elsavina Rizky, dr.Zulharman,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si,Psi, 2014
Semua masalah yang dihadapi mahasiswa merupakan tuntutan yang memerlukan kesiapan maupun penyesuaian diri yang baik bagi mahasiswa itu sendiri, sehingga mahasiswa perlu memiliki modal yang baik termasuk dalam coping stress. Terdapat faktor eksternal dan faktor internal yang mempegaruhi coping stress. Faktor internal yang mempengaruhi coping stress salah satunya yaitu efikasi diri. Efikasi diri dapat mempengaruhi coping stress pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan coping stress pada mahasiswa angkatan 2012 fakultas kedokteran Universitas Riau. Jenis penelitia ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2012 fakultas Kedokteran Universitas Riau. Sampel penelitian berjumlah 107 orang yang diambil dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner efikasi diri yang mengacu pada teori Bandura dan kuesioner coping stress yang mengacu pada teori Lazarus dan Flokman. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 68 orang (63,6%) cenderung lebih menggunakan problem focused coping, sebanyak 39 orang (36,4%) menggunakan emotional focused coping dan sebanyak 60 orang (56,1%) efikasi diri tinggi, 47 orang (43,9%) efikasi diri sedang, dan tidak ada yang memiliki efikasi diri rendah. Uji statisitik untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan coping stress yang digunakan adalah uji Lambda. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara efikasi diri dengan coping stress (r=0,278; p=0,000), kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara efikasi diri dan coping stress pada mahasiswa angkatan 2012 fakultas kedokteran Universitas Riau.
Kata Kunci : Efikasi diri, Coping Stress

ABSTRAK
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA TAHUN KETIGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Patriot Fajri Rakasiwi, dr.Zulharman,M.Med.Ed, dr.Firdaus,M.Med.Ed, 2014
Keberhasilan dapat dievaluasi melalui prestasi belajar yang telah dicapai dalam penelitian ini. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah harga diri. Seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi dapat dengan mudah mengidentifikasi diri sendiri dan dapat dengan mudah mengetahui apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi belajar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui korelasi dari harga diri dan prestasi akademik pada mahasiswa tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analitik. Populasi adalah mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Riau pada tahun 2011. Sampel adalah 115 siswa dengan metode total sampling. Peneliti meggunakan kuesioner berdasarkan teori Frey dan Carlock tentang harga diri dan nilai rata-rata (IPK) untuk mengukur prestasi belajar. Uji statistik untuk korelsi Adversity Quotient dan prestasi belajar menggunakan uji korelasi Sprearman. Hasil penelitian ini memiliki korelasi antara harga diri dan prestasi belajar dengan kekuatan dan arah hubungan yang lemah (r=0,2; p=0,04). Kesimpulannya terdapat hubungan antara harga diri dan prestasi belajar pada tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata Kunci : harga diri, Prestasi akademik, Mahasiswa Kedoteran.

 
ABSTRAK
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KLINIK MAHASISWA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETANSI DAN KONFENSIONAL OBSTETRI GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Alifa Tahnia, dr.Yulis Hamidy,M.Kes,M.Pd.Ked, dr.Riki Sukiandra, 2013
Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah metode pembelajaran yang tersusun didalam kurikulum pembelajaran. Penilaian hasil belajar dapat dari pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penetahuan dan keterampilan klinik antara mahasiswa yang menggunakan Kurukulum Berbasis Kompetensi (KKB) dan Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan study retrospektif.. data diambil dari rekapitulasi evaluasi nilai mahasiswa kepaniteraan klinik bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau periode 2011-2012. Sampel adalah seluruh populasi yang telah memenuhi kriteria. Didapatkan 88 mahasiswa yang terdiri dari 39 mahasiswa Konvensional dan 49 mahasiswa KBK. Nilai rerata pengetahuan mahasiswa konvensional adalah 69,7 dan mahasiswa KBK adalah 68,4. Nilai rerata keterampilan mahasiswa Konvensional adalah 71,1 dan mahasiswa KBK adalah 71,3. Tidak terdapat perbedaan bermakna dan nilai rerata pengetahuan dan keterampilan antara mahasiswa Konvensional dan mahasiswa KBK (p=-0,05).
Akata kunci : Pengetahuan, keterampilan, kurikulum berbasis kompetensi, kurikulum konvensional.

ABSTRAK
HUBUNGAN PENGALAMAN BERORGANISASI DENGAN TINGKAT ADVERSITY QUOTIENT (AQ) PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Diva Yurian Dwika, dr.Zulharman,M.Med.Ed, dr.Yulis Hamidy,M.Kes,M Pd.Ked, 2014
Adversity quotient (AQ) yang tinggi sangat diperlukan mahasisw kedokteran sehingga mahasiswa kedokteran akan mempunyai daya juang yang kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan selama masa pendidikannya untuk mencapai cita-cita menjadi dokter yang baik dan sukses. Banyak faktor yang mempengaruhi AQ seseorang, salah satunya adalah organisasi. Seberapa tinggi tingkat AQ seseorang tergantung dari pengalaman yang didapatkan., tidak terkecuali pengalaman berorganisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengalaman borganisasi dengan tingkat Adversity Quotient (AQ) pada mahasiswa angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitiannya adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2102. Sampel penelitian berjumlah 115 Orang yang diambil dengan teknik Total Sampling. Peneliti menggunakan kuesioner pengalaman berorganisasi yang peneliti buat sendiri berdasarkan teori-teori organisasi dan beberapa penelitian tentang organisasi serta kuesioner AQ yang diadopsi dari penelitian Sari berdasarkan teori Stlotz. Uji statistik untuk hubungan pengalaman berorganisasi dengan tingkat AQ menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil peneliatian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengalaman berorganisasi dengan tingkat AQ (r=0,345: p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengalaman berorganisasi dengan tingkat AQ pada mahasiswa angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci : Pengalaman berorganisai, Fakultas kedokteran.

ABSTRAK
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2010
Oleh
Aisya Selvia
Prestasi belajar dan kepribadian seseorang bervariasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah kepribadian. Kepribadian merupakan ciri khas seseorang dalam perasaan, berpikir, berprilaku dan menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan prestasi belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2010. Desain pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebjek peelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2010. Sampel penelitian ini diambil ddengan tehnik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner tipe keribadian untuk mengukur tipe kepribadian dan Kartu Hasil Study (KHS) untuk mengukur prestasi belajar. Uji statisitk yang digunakan untuk hubungan tipe kerpribadian dengan prestasi belajar adalah uji Kolmogrov-Smirnov. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakana antara tipe kepribadian dengan prestasi belajar (p=0,000), kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa memiliki kepribadian Tipe A dan IPK (Indeks Prestasi Belajar) mahasiswa sebagian besar termasuk kategori sangat memuaskan.

Kata kunci :
Kepribadian, prestasi belajar.

ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRESS DENGAN STRATEGI KOPING PADA MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN RIAU
Oleh
Suci Martha Dani, dr.Yulis Hamidy,M.Kes,M.Pd.Ked, Devi Risma,M.Si,Psi, 2014
Stres adalah ketegangan psikologis yang disebabkan oleh rangsangan yang merugikan mental, atau emosi, internal atau eksternal yang cenderung menganggu fungsi organisme dan keinginan alamiah organisme untuk menghindar. Untuk mengurangi dan mengatasi stres tersebut diperlukan cara penelesaian maslah yang tepat disebut dengan strategi koping. Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan strategi koping pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional pada 140 Orang mahasiswa Kepaniteraan klinik yang sedang menjalani pendidikan Profesi Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner Dietetics Students Clinical Stres Questionaire (DSQ) yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia digunakan untuk mengukur tingkat stress pada mahasiswa kepaniteraan klinik dan kuesioner. The Way of coping yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indoensia digunakan untuk melihat strategi kopling yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat stres dengan strategi koping (p=0,012). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan strategi koping pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Kata kunci : Timgkat stres, strategi koping, kepaniteraan klinik.

ABSTRAK
KORELASI PENGALAMAN KLINIK DENGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PADA MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Putri Purwo Lintang Lini E., dr.Zulharman,M.Med.Ed, DR.David Chairilsyah,M.Psi.Psi, 2013
Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh dokter guna meningkatkan kinerja, salah satunya ialah peran komunikasi kesehatan untuk membangun hubungan yang ideal antara dokter dan pasien. Peran komunukasi kesehatan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh para dokter di Indonesia dalam mengobati pasiennya. Kepaniteraan klinik sangat berperan dalam membangun keterampilan komunikasi mahasiswa karna dapat memberikan pengalaman klinik langsung, dimana mahasiswa secara langsung dapat melakukan kontak dengan pasien dan khusus klinis yang sesungguhnya. Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui korelasi pengalaman klinik dengan ketereampilan komunikasi pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan croos sectional. Subyek penelitian adalah mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Sampel penelitian berjumlah 109 orang yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Penelitian ini menggunakan cheklist siklus kepaniteraan klinik dan juesioner keterampilan komunikasi yang ada pada standar Kompetensi Dokter Indonesia tahun 2006. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara pengalaman klinik dengan keterampilan komunikasi (r= 0,212: p= 0,025). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara pengalaman klinik dengan keterampilan komunikasi pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Riau
Kata kunci : keterampilan komunikasi, pengalaman klinik, mahasiswa kepaniteraan klinik

ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Delta Kurnia, dr.Firdaus,M.Med.Ed, dr.Zulharman,M.Med.Ed, 2014
Keberhasilan belajar dapat dievaluasi dari prestasi belajar yang telah dicapai. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah adversity quotient. Seseorang yang memiliki adversity qiotient dalam keadaan apapun akan dapat menggunakan seluruh potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara Adversity Quotient (AQ) dengan prestasi belajar mahasiswa angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Angkatan 2012. Sampel penelitian berjumlah 115 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Penelitian menggunakan kuesioner adversity quotient berdasarkan teori Stoltz dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) untuk mengukur prestasi belajar. Uji statistik untuk hubungan adversity quotient dengan prestasi belajar menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan prestasi prestasi belajar (r=0,377: p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang lemah anatara Adversity Quotient (AQ) dengan prestasi belajar mahasiswa angkatar 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: adversity quotient, prestasi belajar, mahasiswa kedokteran.

ABSTRAK
PENGARUH PENAMBAHAN BUKU PANDUAN VISUM ET REPERTUM (VeR) TERHADAP KUALITAS VeR PERLUKAAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2016
Oleh
Wanly Syahrizal, dr.Zulharma,M.Med.Ed, DR.dr.Dedi,DFM,SpF
Buku panduan VeR perlukaan adalah suatu bagian dari paket instruksi pembelajaran yang berisi tentang cara penulisan VeR perlukaan. Buku panduan VeR perlukaan merupakan salah satu media cetak yang dapat dijadikan sumber belajar mandiri, sehingga dapat tercapai tujuan belajar yang optimal. Kualitas VeR perlukaan yang rendah masih sering terjadi diberbagai kota di Indonesia. Faktor pengetahuan seta struktur serta keterampilan dalam membuat interpretasi medikolegal memegang peranan penting. Pengetahuan serta keterampilan tersebut tentu saja merupakan hasil dari suatu proses belajar. Penelitian ini menggunakan buku panduan sebagai media belajar yang disajikan dalam dua format (verbal dan visual). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group, yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2006 pada bulan januari 2010. Penelitian dilakukan terhadap 91 subjek penelitian yang dibagi kedalam kelompok kontrol (48 orang) dan kelompok perlakuan (43 orang). Didapatkan hasil bahwa kuliah umum VeR, dengan atau tanpa penambahan buku panduan VeR perlukaan dapat meningkatkan skor VeR (masing-masing p=0,000 dan p=0,000). Terdapat perbedaan yang bermakna pada skor VeR kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan setelah diberi penambahan buku panduan VeR perlukaan (p=0,000).
Kata kunci : buku panduan, VeR perlukaan, Skor VeR

ABSTRAK
HUBUNGAN TOLERANSI STRES DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA TINGKAT PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Nurhafizah, Devi Risma,M.Si,Psi, dr,Yulis Hamidy,M.Kes,M.Pd.Ked, 2013
Toleransi stres atau kemampuan dalam menghadapi stres pada saat perkuliahan dapat mempengaruhi prestasi belajar. Tolernsi stres yang baik tidak akan menimbulkan gangguan dalam belajar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional untuk mengetahui hubungan toleransi stres dengan indeks prestasi mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Responden adalah mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Yang berjumlah 117 orang, tetapi hanya 114 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Toleransi strs diukur dengan kuesioner yang dibuat sendiri berdasarkan teori, sedangkan untuk mengukur prestasi belajar digunakan Indeks Pretasi Akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara toleransi stres dengan prestasi belajar (p=0,015 dan r=-0,380). Jadi disimpulkan bahwa toleransi stres berhubungan dengan indeks prestasi mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: toleransi stres, indeks prestasi, tingkat pertama, dan fakultas kedokteran.

ABSTRAK
KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN
UNOVERSITAS RIAU ANGKATAN 2018
Oleh
Fittera Rezki, dr.Zulharma,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si.Psi, 2011
Keberhasilan belajar dapat dievaluasi dari prestasi belajar yang telah dicapai. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kecerdasan emosional. Seseorang yang memiliki kecerdesan emosional dalam keadaan apapun akan dapat menggunakan seluruh potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan hasil prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2008. Jenis penelitian ini adlah analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah berjumlah 103 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Peneliti menggunakan kuesioner kecerdasan emosional berdasakan teori Goleman dan Indeks Pretasi Komulatif (IPK) untuk mengukur prestasi belajar. Uji statistik untuk korelasi kecerdasan emosional dengan prestasi belajar (r=0,704: p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2018.
Kata kunci : Kecerdasan emosional, prestasi belajar.

ABSTRAK

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT STRES PADA
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
ANGKATAN 2011
Oleh
Regina Lisa, Devi Risma,M.Si.Psi, dr.Eni Karmila Asni,M.Biomed M.Med.Ed, 2014
Mahasiswa kedokteran sangat rentan terhadap stres terutama mahasiswa kedokteran tahun pertama. Stres ini berhubungan dengan faktor akademik dan non akademik. Stres ini berhubungan dengan faktor akademik. Stres salah satunya dapat dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Kepribadian yang berbeda dapat memunculkan respond stres yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian analitik untuk menghubungi hubungan tipe kepribadian dengan tingkat stres nahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riauangkatan 2011. Tipe kepribadian diukur dengan menggunakan EPI ( Eysenck Personality Inventory) dan tingkat stres diukur dengan MSSQ (Medical Student Stressor Questionaire). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stress berat secara signifikan lebih banyak dialami oleh mahasiswa dengan kepribadian introert (n=57,14%: p=0,001). Hasil analisis data juga menunjukkan terdapat hubungan positif dengan kekuatan hubungan sedang (r=0,435) antara kepribadian dengan tingkat stress, bahwa semakin introvert mahasiswa akan lebih sering mengalami stress. Kesimpulan dalam penelitian ini, terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat stress pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Kata kunci : kepribadian, tingkat stress, mahasiswa kedokteran.

ABSTRAK
HUBUNGAN INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) DENGAN PRESTASI
BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2010 FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Atler Khairul Muslim, dr.Zulharma,M.Med.Ed, Devi Risma,M.Si,Psi, 2012
Keberhasilan dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai dalam bentuk Indek Prestasi Komultif (IPK). Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberpa faktor, salah satunya adalah Inteligence Quotient (IQ). Untuk mencapai IPK yang tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Riau dibutuhkan kemampuan IQ yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IQ dengan prestasi belajar mahasiswa angkata 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Sampel penelitian berjumlah 100 Orang menggunakan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan alat Tes Intelegensi Umum Lima (TIU5) untuk mengukur skor IQ dan IPK untuk mengukur prestasi belajar. Uji statistik untuk hubungan IQ dengan prestasi belajar menggunakan uji Spearman karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan santa IQ dengan prestasi belajar (r=0,359; p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara IQ dengan prestasi belajar mahasiswa angkatan 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Kata kunci: intelegnce Quotient (IQ), pretasi belajar.

 

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN PENDEKATAN BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA TAHUN KEDUA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU TAHUN AKADEMIK 2011/2012
Oleh
Anita Fitriani, dr.M.Yulis Hamidy.M.Kes,M pd.Ked, dr.Huriatul Masdar,M.sc, 2013
Pendekatan belajar menggambarkan aktivitas belajar yang ditimbulkan dari persepsi mahasiswa terhadap konteks, konten dan tugas belajar mereka yang terdiri atas tiga bentuk yaitu pendekatan belajar mendalam, strategis, dan superfisial. Pendeketan belajar sebagai faktor proses mempengaruhi prestasi akademik sebagai faktor hasil. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional untuk mengetahui hubungan pendekatan belajar dengan prestasi akademik mahasiswa tahun kedua Fakultas Kedokteran Universitas Riau tahun akademik 2011/2012. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner Approaches and Study Skills Inventory for Students (ASSIST) versi ringkas yang telah ditranslasi ke dalam bahasa indonesia. Hasil penelitian menunjukan 54,6% responden menggunakan pendekatan belajar strategis, 18,5% responden menggunakan pendeketan belajar superfisial, 14,3% responden menggunakan pendekatan belajar mendalam dan 12,7% menggunakan kombinasi dua bentuk pendekatan belajar. Pendekatan belajar terlihat adanya korelasi positif sedang dengan prestasi akademik (r=0,590). Pendekatan belajar mendalam terlihat adanya korelasi positif lemah dengan prestasi akademik (=0,228) dan pendekatan belajar superfisial korelasi negatif lemah dengan prestasi akademik (r=0,205).
Kata kunci: pendekatan belajar, prestasi akademik, mahasiwa kedokteran

 

 

 

ABSTRAK
PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU TAHUN PERTAMA
Oleh
Nurmadiah, dr.Eni Karmila Asni,M.Biomed M.Med.Ed, Devi Risma, M.Si,Psi, 2012
Konsep diri mempengaruhi cara pandang individu. Cara pandang mahasiswa tentang dirinya akan mempengaruhi pencapaian prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau tahun pertama. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang berjumlah 117 orang, tetapi hanya 106 responden yang memenuhi kriterai inklusi. Konsep diri diukur dengan kuesioner konsep diri dibuat sendiri berdasarkan beberapa teori, sedangkan untuk mengukur prestasi akademik di gunakan indeks prestasi akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang lemah dan tidak signifikan antara variabel konsep diri dan prestasi akademik (r=0,153; p=0,117). Jadi disimpulkan bahwa konsep diri berkorelasi sangat lemah terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau tahun pertama.
Kata kunci: konep diri, prestasi akademik, tahun pertama dan fakultas kedokteran

 

 

 

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT KETERAMPILAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2010
Oleh
Siti Rahmah, dr.Zulharman.M.Med.Ed, Devi Risma.M.Si,Psi, 2013
Prestasi belajar dan tingkat keterampilan belajar seseorang bervariasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah keterampilan belajar. Keterampilan belajar adalah suatu teknik dengan penguasaan strategi dalam meningkatkan pemahaman tentang cara belajar dalam memperoleh, mempertahankan, serta mengungkapkan dan menyelesaikan persoalan menjadi lebih efektif dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat keterampilan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2010. Desain pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2010. Sampel penelitian ini di ambil dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner keterampilan belajar untuk mengukur tingkat keterampilan belajar dan Kartu Hasil Studi (KHS) untuk mengukur prestasi belajar. Uji statistik yang digunakan untuk hubungan tingkat keterampilan belajar dengan prestasi belajar adalah uji Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat keterampilan belajar dengan prestasi belajar (p=0,307). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar tingkat keterampilan belajar mahasiwa adalah terampil da IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mahasiswa sebagian besar termasuk kategori sangat memuaskan.
Kata kunci: keterampilan belajar, prestasi belajar

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2011
Oleh
Mia Rizki Awalia, dr.Yulis Hamidy,M.Kes, M.Pd.Ked, Devi Risma,M.Si.Psi, 2014
Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiwa. Dukungan sosial adalah penerimaan bantuan dalam berbagai bentuk seperti perhatian, kasih sayang, dan nasehat yang berdampak positif bagi mahasiswa. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universtas Riau angkatan 2011. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2011. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan sosial untuk mengukur dukungan sosial dan Kartu Hasil Studi (KHS) untuk mengukur prestasi belajar. Uji statistik yang digunakan untuk hubungan dukungan sosial dengan prestasi belajara dalah uji Gamma dan Somers’d. Secara statistik hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan prestasi belajar serta kekuatan korelasi lemah dan arah korelasi positif. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa memiliki dukungan sosial dengan kategori tinggi dan IPK mahasiswa sebagian besar termasuk kategori sangat memuaskan.
Kata kunci: dukungan sosial, prestasi belajar

 

 

 

 

ABSTRAK
GAMBARAN RESILIENSI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Sherty Amelia, dr.Eni Karmila Asni.M.Biomed M.Med.Ed, DR.Daviq Chairilsyah.M.Psi.Psi, 2014
Resilience adalah kemampuan individu untuk menghadapi situasi sulit. Mahasiswa tahun pertama harus berurusan dengan lingkungan baru yang kadang-kadang sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resilience mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional. Populasi adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2013. Sampel penelitian ini adalah 119 siswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner berdasarkan teori resiliensi dari Reivich & Shatte. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas (89,07%) resilience di tingkat sedang. Aspek resilience dalam urutan dari yang tertinggi ke tingkat terendah adalah empati, pengaturan emosi, pencapaian, efikasi diri, optimisme, analisis penyebab maslah, dan kontrol terhadap impuls.
Kata kunci: mahasiswa, resilience, aspek-aspek resiliensi

 

 

 

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN NILAI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) PADA MAHASISWA TAHUN KETIGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Wan Risa Mailina, dr.Zulharman.M.Med.Ed, dr.Eni Karmila Asni.M.Biomed M.Med.Ed, 2015
Bandura menjelaskan bahwa efikasi diri adalah keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Mahasiswa yang memiliki efikasi diri yang tinggi akan mampu menghadapi OSCE dengan sukses dan lancar. Penelitian ini merupakan penelitian longitudinal dengan pendekatan retrospektif untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan nilai OSCE pada mahasiswa tahun ketiga Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Sampel penelitian ini berjumlah 102 orang yang diambil dengan teknik inklusi dan ekslusi. Data primer diambil dengan menggunakan kuesioner efikasi diri yang dimodifikasi dari penelitian Rizkia berdasarkan teori Bandura dan data sekunder dari nilai OSCE yang diambil dari pengelola skill lab. Uji statistik untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan nilai OSCE yang digunakan adalah uji Spearman. Riset membuktikan tidak ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan nilai OSCE (r=0,137; p=0,170). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara efikasi diri dengan nilai OSCE pada mahasiswa tahun ketiga Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: efikasi diri, nilai OSCE, mahasiswa kedokteran

 

 

 

ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) TERHADAP KETERAMPILAN KLINIK MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
Oleh
Aidil Dafitra, dr.Eni Karmila Asni.M.Biomed M.Med.Ed, Devi Risma.M.Psi.Psi, 2012
Ujian keterampilan klinik bertjuan untuk menilai kompetensi mahasiswa dalam melakukan tindakan klinis. Salah satu metode yang digunakan adalah OSCE (Objective Structured Clinical Exmination). Keberhasilan dalam OSCE dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat menghambat proses berpikir. Penelitian ini adalah penelitian analitik yang bertujuan untuk mengindntifikasi tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE terhadap kemampuan klinik mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau dengan sampel penelitian berjumlah 112 orang yang di tentukan dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 30 januari 2012 melalui penyebaran kuesioner yang berisi data mahasiswa dan pernyataan tentang tingkat kecemasan mahasiswa yang diisi langsung oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakankuesioner adaptasi Hamilton yang diperoleh hasil bahwa 1,8% responden tidak mengalami kecemasan, 7,1% kecemasan ringan, 16,1% mengalami kecemasan sedang, 55,4% mengalami cemas berat, 19,6% mengalami kecemasan sangat berat. Tingkat kecemasan tidak memiliki hubungan dengan hasil OSCE yang dibuktikan dengan uji Kruskal-Wallis karena sebaran data tidak normal dengan p=0,219 dan uji Spearman dengan r=0,176. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan dan hubungan yang lemah antara tinggi kecemasan dalam menghadapi OSCE terhadap kemampuan klinik mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kata kunci: keterampilan klinik, OSCE, tingkat kecemasan

 

ABSTRAK
HUBUNGAN LEARNING APPROACH DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2009
Oleh
Winita Cevany S. , dr.Zulharman.M.Med.Ed, DR.Daviq Chairilsyah,M.Psi,Psi, 201
Prestasi belajar adalah hal penting bagi mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah pendekatan belajar (learning approach). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan learning approach dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2009. Penelitian ini menggunakan metode studi korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh angkatan 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Sampel sebanyak 108 orang menggunakan teknik total sampling. Study Process Questionnaire (SPQ) yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia digunakan untuk mengukur pendekatan belajar mahasiswa yaitu surface, deep, atau achieving approach dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) digunakan untuk mengukur prestasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara learning approach dengan prestasi belajar (p=0,003; r=0,445) serta hubungan negatif surface (p=0,001; r=-0,309), positif deep (p=0,000; r=0,354) dan positif achieving (p=0,000; r=0,456) dengan prestasi belajar. Korelasi ini sesuai perkiraan peneliti dalam arti arah hubungan, tetapi kekuatannya lemah atau kurang kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara learning approach dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2009.
Kata kunci: learning approach, surface approach, deep approach, achieving approach, prestasi belajar

 

 

Iklan